Banten

Mahasiswa Muhammadiyah Bima Dikeroyok Rektor dan Dosen, Ini Tanggapan Pihak Kampus

Mitha Theana | 20 Januari 2024, 14:14 WIB
Mahasiswa Muhammadiyah Bima Dikeroyok Rektor dan Dosen, Ini Tanggapan Pihak Kampus

AKURAT BANTEN - Aksi pengeroyokan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bima oleh rektor dan dosen viral di media sosial.

Pengeroyokan dilakukan sebagai respon atas aksi mahasiswa yang menuntut keringanan pihak kampus, terhadap mahasiswa yang belum membayar SPP agar tetap dibolehkan mengikuti UAS. 

Wakil Rektor 1 Universitas Muhammadiyah Bima, Samsudin pun segera mengklarifikasi video pengeroyokan yang beredar luas itu. 

Baca Juga: Demo Keringanan SPP, Mahasiswa Muhammadiyah Bima Dikeroyok Rektor dan Dosen

Melalui video yang tersebar, dia mengatakan, pengeroyokan itu dilakukan terhadap mahasiswa yang bernama Bayu Saputra. 

"Kejadian itu berlangsung sekitar 10.00 WIT. Tiba-tiba datang beberapa orang yang dikomandoi Bayu Saputra, dengan membawa senjata tajam sambil berteriak, berorasi menggunakan megaphone, menghasut mahasiswa yang sedang UAS dan menyerang keamanan kampus," katanya, dikutip Akurat Banten, Sabtu (20/1/2024). 

Dijelaskan, saat aksi mahasiswa dilakukan, pihak kampus telah melakukan langkah persuasif dengan memanggil Bayu Saputra cs. 

"Menyikapi situasi itu, pihak kampus telah berusaha memanggil, mengajak dialog dan memberikan peringatan agar Bayu menghentikan kegiatan yang mengganggu UAS," sambungnya. 

Namun, aksi mahasiswa yang dilancarkan Bayu Saputra cs terus berlanjut. Bahkan, memperlihatkan sikap melakukan perlawanan. 

Baca Juga: Korupsi BTS 4G, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Kabulkan Status Justice Collaborator Irwan Hermawan

"Akan tetapi tidak dihiraukan. Bahkan saudara Bayu dan kawan-kawan, menunjukkan sikap perlawanan dan provokatif yang memicu perlawanan dari mahasiswa yang sedang mengikuti UAS," jelasnya. 

Diterangkan, bahwa kelompok Bayu Saputra cs sengaja membuat keributan karena memiliki tunggakan SPP dan dikeluarkan dari ruangan ujian, karena memalsukan kartu ujian. 

"Kelompok Bayu Saputra sengaja membuat keributan, karena tercatat memiliki tunggakan SPP, dan panitia menemukan adanya pemalsuan kartu ujian UAS yang dilakukan kelompok Bayu dkk, sehingga mereka dikeluarkan dari ruangan ujian sebagai tindakan disiplin," terangnya.

Lebih lanjut, Samsudin menjelaskan, bahwa pihak kampus telah mengidentifikasi adanya kelompok di luar kampus yang membuat kekacauan di Universitas Muhammadiyah Bima. 

"Pihak kampus mengidentifikasi adanya kelompok di luar kampus, yang sengaja membuat skenario membuat suasana kenyamanan dan keamanan lingkungan kampus menjadi terganggu," sambungnya. 

Ditegaskan, pihak kampus tidak akan mentolerir berbagai upaya yang dapat menganggu kedamaian di lingkungan kampus. 

"Pihak kampus tidak akan membiarkan niat upaya menghambat atau mengganggu kondusifitas di lingkungan kampus," tegasnya.   

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.