Menteri Investasi Bahlil mencurigai Petisi Bulaksumur, Profesor UGM Marah Besar!

AKURAT BANTEN - Ketua Dewan Guru Besar UGM, Prof Koentjoro mengakui ia marah besar, Ketika Gerakan moral ini, disebut merupakan gerakan bayaran atau partisan dari salah satu paslon dan hanya untuk kepentingan elektoral.
Sebelumnya 250 profesor yang ikut berdiskusi mengenai Petisi Bulaksumur, Guru besar dan sivitas akademika Universitas Gadjah Mada atau UGM membacakan Petisi Bulaksumur untuk memperingati Jokowi agar kembali ke marwah demokrasi, pada Rabu, 31 Januari 2024.
Petisi ini di inisiasi untuk mengingatkan Jokowi sebagai salah satu alumnus UGM, agar kembali mewujudkan nilai-nilai dan jati diri UGM.
Dikutip dari Tempo.co, Prof Koentjoro menegaskan tentang adanya pernyataan yang mencurigai tentang petisi Bulaksumur merupakan bayaran atau kepentingan elektoral, sama sekali tidak benar, karena Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo juga adalah alumnus UGM.
“Itu semua alumnus UGM, jadi kalimat mana yang menunjukkan bahwa itu (Petisi Bulaksumur) kepentingan elektoral,” kata dia.
- Baca Juga: 120 Orang Sivitas Pengkritik Jokowi Mengatasnamakan Akademika UNAIR, Tak Wakili Kampus
- Baca Juga: Tanggapan Surya Paloh tentang Debat Terakhir Anies: Sangat Impresif
- Baca Juga: Viral, Mobil Mercy Putih Ikuti Iringan Pejabat Ditegur Polisi Langsung Ciut
Lebih lanjut, Prof Koentjoro menguraikan, sebagai bagian dari Gadjah Mada, Jokowi diingatkan dengan cara yang baik, tetapi ironisnya dituduh partisan oleh beberapa pihak.
“Sekarang pertanyaannya adalah, dengan cara apa kami mengingatkan ada yang salah?”
Menurut profesor Koentjoro, guru besar adalah pemikir bangsa yang bertugas menjaga marwah moralitas.
Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, sebelumnya mengaku menghargai pandangan-pandangan sivitas akademika terhadap kepemimpinan Presiden Joko Widodo, namun mencurigai munculnya gelombang kritik tersebut.
“Alah, ya sudahlah. Mana ada politik tidak ada yang ngatur-ngatur. Kita tahu lah. Ini penciuman saya sebagai mantan ketua BEM, ngerti betul barang ini,” kata Bahlil saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin, 5 Februari 2024.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 4Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 5Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 6Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 7MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 8Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”










