Aksi Dekati Rektor Untuk Memuji Jokowi, Anies Baswedan: Kita Hormati Kalau Ada Yang Harus Dikoreksi

AKURAT BANTEN - Anies Baswedan Capres nomor urut 01, buka suara terkait adanya rektor yang dipaksa untuk memuji Presiden Jokowi.
Anies mengungkapkan bahwa sekarang eranya keterbukaan informasi publik, jika cara menekan seperti itu tidak relevan lagi untuk digunakan,
"Sekarang ini era untuk mengungkapkan pandangan secara otentik, sudah lewat masanya untuk melakukan operasi-operasi yang sifatnya seperti itu, nggak akan bisa berhasil semuanya akan terungkap," kata Anies kepada wartawan, Selasa (6/2/2024).
Menurut Anies, mengenai sejumlah kampus belakangan menyampaikan pandangannya karena melihat realitas saat ini di lapangan.
"Kemarin saya sampaikan jadi natural aja dan menyaksikan bahwa kampus-kampus mengungkapkan pandangan senyatanya di masyarakat, kita hormati dan kalau ada yang harus dikoreksi, yah dikoreksi. Sesederhana itu," sebut Anies.
- Baca Juga: DEEP Indonesia: Seharusnya Ketua KPU, Hasyim Asy'ari Punya Rasa Malu
- Baca Juga: Tega, Anak Jebloskan Ayah Kandung Usia 73 Tahun ke Penjara Gara-gara Kotoran Kucing
- Baca Juga: Tuntutan Revisi UU Desa Dikabulkan, Apdesi Lakukan Aksi Sujud Syukur
Sebelumnya, Mahfud MD Calon Wakil Presiden 3 ini menyebut, beberapa rektor didekati dan didesak untuk membuat statement.
“Setelah sahut-sahutan puluhan perguruan tinggi mengeluarkan petisi karena pelanggaran etik dan ketidaknetralan aparat pemerintah dalam berdemokrasi (pemilu), muncul gerakan,” tutur Mahfud, Selasa, (6/2/2024).
"Beberapa rektor di perguruan tinggi lain didekati agar membuat statement, mengapresiasi kepemimpinan Pak Jokowi seperti menangani covid-19 dan Pemilu 2024 berjalan baik (namun) sekelompok orang tak bisa memaksakan kehendaknya kepada rakyat,” jelasnya.” lanjutnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 7Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 8Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026







