Banten

Banjir di Demak Belum Surut, Ekonomi Lumpuh Ribuan Warga Terpaksa Mengungsi

Mitha Theana | 10 Februari 2024, 17:23 WIB
Banjir di Demak Belum Surut, Ekonomi Lumpuh Ribuan Warga Terpaksa Mengungsi

AKURAT BANTEN - Jalur Pantura Timur dari arah Kudus menuju Demak, dan sebaliknya terputus akibat banjir setinggi 140 centimeter.

Aktivitas ekonomi warga pun lumpuh. Sejak Kamis (8/2/2024) hingga kini, banjir masih belum surut. 

Sejumlah mobil truk, SPBU dan pusat ekonomi lainnya ikut terendam.

Baca Juga: Petani di Lampung Barat Ditemukan Tewas dengan Tubuh Penuh Gigitan Harimau

Camat Karanganyar Demak, Ungguh Prakoso mengatakan, banjir di Jalan Pantura Timur-Demak-Kudus, setinggi leher orang dewasa. 

"Banjir masih belum surut," katanya, dikutip Sabtu (10/2/2024). 

Sementara itu, Camat Jati, Kabupaten Kudus, Fiza Akbar menyebut, sebanyak 1.292 warga telah mengungsi akibat banjir. 

"Data pengungsi per hari ini sebanyak 1.292 jiwa," sambungnya. 

Dijelaskan, para pengungsi ditampung di Jembatan Tanggulangin, Terminal Jati Kudus, Balai Desa Jati Wetan, dan Kantor Koramil Jati.

Baca Juga: Innalillahi Wainailahi Rajiun, Caleg Partai Golkar Rusdana Tutup Usia

Selain itu, mereka juga ditampung di DPRD Kudus, Jati Kulon, Loram Kulon, Ngembal Kulon, Jepang Pakis, dan Tanjung Karang. 

Sebagian pengungsi ada yang menumpang tinggal di rumah para tetangga dan sanak keluarga yang tidak kebanjiran. 

Terpisah, Pembina Taruna Siaga Bencana (Tagana) Provinsi Jateng, Gatut Rudi Ruliyanto mengatakan, sudah mendirikan dapur umum.

"Untuk kebutuhan makan dan minum pengungsi sudah terpenuhi. Kami juga siapkan kasur, tenda, dan perlengkapan lainnya," tukasnya. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.