Sri Mulyani: Agar Indonesia Tidak Berpotensi Rugi Rp544 Triliun Per-Tahun, Perlu Peran Masyarakat Mengatasi Perubahan Iklim

AKURAT BANTEN - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan akibat perubahan iklim atau climate change di Indonesia berpotensi merugi Rp544 triliun.
Dikutip dari Instagramnya Rabu (21/2/2024), Ia mengingatkan kembali mengenai daya rusak perubahan iklim yang luar biasa dahsyat dan sudah kita rasakan.
Hal ini di ungkapkannya dalam Pertemuan Nasional RBP REDD+ yang diselenggarakan bersama antara @kemenkeuri, @bpdlh.id, @kementerianlhk, dan @kemendagri.
Menurutnya isu climate change ini telah mendapatkan rekognisi dan kompensasi melalui Green Climate Fund (GCF) dan Result Based Payment dari upaya Reducing Emission from Deforestation and Forest Degradation (REDD+).
- Baca Juga: Harga Beras di Pasar Rangkasbitung Tembus Rp17 Ribu Perliter, Emak-emak di Lebak Menjerit
- Baca Juga: Ganjar: Dorong Hak Angket Pada Partai Pendukungnya, DPP Golkar: Belum Saatnya!
- Baca Juga: Dalih Kejagung Belum Tetapkan Tersangka Penerima Suap Rp27 Miliar
Sri Mulyani berharap bahwa forum yang juga dihadiri oleh beberapa pimpinan dan pejabat daerah hari ini dapat menjadi wadah untuk saling bertukar wawasan dan pengalaman.
Dan setiap daerah di Indonesia bisa menciptakan berbagai program untuk mengatasinya dengan melibatkan peran masyarakat di wilayah masing-masing.
"Mari terus berupaya bersama mengatasi dampak climate change, untuk kelestarian bumi serta keberlangsungan hidup umat manusia," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










