Kontroversi! Sepak Terjang Vladimir Putin, Dari Mata-mata Hingga Jadi Presiden Rusia

AKURAT BANTEN - Vladimir Putin merupakan seorang politikus Rusia yang lahir di Leningrad, Uni Soviet pada 7 Oktober 1952. Putin merupakan presiden Rusia yang telah menjabat sejak tahun 2018 hingga 2024.
Tepat 24 tahun yang lalu yaitu pada 26 Maret tahun 2000, Vladimir Putin terpilih sebagai Presiden Rusia untuk pertama kali.
Diketahui Vladimir Putin terhitung telah menjalani empat periode sebagai Presiden Rusia dan menjadi pemimpin terlama sejak dictator Soviet Josef Stalin yang memerintah hampir 30 tahun.
Baca Juga: Pengaruh Miras Pengemudi Xpander, Tabrak Porsche Dalam Showroom
Lalu bagaimana sepak terjang Putin selama menjadi Presiden Rusia? Benarkah sebelum menjadi Presiden Rusia Putin adalah mata-mata? Simak ulasan berikut.
Sepak Terjang Vladimir Putin Selama Menjabat Presiden Rusia
Pada tahun 1952, Putin mempelajari hukum dan bergabung dengan polisi rahasia Soviet. Dirinya ditugaskan untuk menjadi mata-mata di Timur Tengah.
Tahun 1990, Putin bertugas kembali menjadi Kepala Staf Walikota St Petersburg Anatoly Sochak. Kemudian di tahun 1997 dirinya bergabung dengan kantor Presiden Boris Yeltsin dan diangkat menjadi Kepala Dinas Keamanan Federal (FSB), badan penerus KGB.
Tak lama kemudian pada tahun 1999, Putin diangkat sebagai perdana menteri dan menjadi pelaksana tugas Presiden setelah Yeltsin mengundurkan diri.
Baca Juga: Demi Investor, Pemerintah Gusur Masyarakat Adat Pamaluan dari IKN
Pada pemilu Presiden Rusia tahun 2000, Putin berhasil meraup suara sebanyak lebih dari 52 persen dan mengalahan lawannya, Gennady Zyuganov dari Partai Komunis.
Selang dua minggu kemudian, tepatnya pada tanggal 7 Mei tahun 2000 Putin secara resmidinobatkan sebagai presiden Rusia dengan demikian bisa diklaim bahwa Putin telah menjabat sebagai Presiden sebanyak dua kali.
Kemudian pada tahun 2004 Putin terpilih kembali menjadi Presiden dengan perolehan suara sejumlah 72 persen. Dirinya terpilih kembali untuk masa jabatan yang ketiga di tahun 2004 hingga 2008 meski pada saat itu Konstitusi Rusia melarang seseorang menjabat sebagai Presiden selama tiga kali secara berturut-turut.
Dikutip dari beberapa sumber, setelah rehat sejenak dari jabatan ke Presidenannya, pada Maret 2012 Putin terpilih kembali menjadi Presiden periode 2012-2016.
Kemudian satu tiket periode jabatan Presiden, pada tahun 2018-2024, Putin kembali mencalonkan diri dan meraih suara sebanyak 75 persen.
Meski telah menjalani empat periode dan terpilih menjadi tokoh berpengaruh, tentu Vladimir Putin juga tak luput dari kontroversi, salah satunya yaitu Putin melakukan kontroversi di dunia dengan invasi ke Ukraina.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 7MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 8Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026






