Mentan Sebut Petani Milenial Bisa Raup Rp10 Juta per Bulan, Berikut 5 Potensi Bisnis Usaha Pertanian yang Bisa Raih Cuan!

AKURAT BANTEN - Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman mendorong generasi milenial untuk terlibat dalam program swasembada pangan, sebagai petani milenial.
Andi menyebut potensi keuntungan bisnis pertanian bagi para petani milenial mencapai Rp10 juta per bulan.
"Kalau mereka (generasi milenial) terlibat (swasembada pangan), itu dapat Rp10 juta minimal per orang, per bulan," tegas Mentan RI di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Dikutip Selasa, 12/11/2024.
"Kalau menjadi pegawai, Rp2 juta, Rp3 juta. Artinya menarik kan?" tambah Andi.
Menteri Pertanian RI itu juga menyebut potensi keuntungan itu membuat para generasi muda khususnya milenial harus terlibat dalam pertanian di Indonesia.
Andi berharap momentum bonus demografi dapat dioptimalkan untuk mengelola sumber daya alam (SDA) yang melimpah di Indonesia.
"Kita manfaatkan SDA yang melimpah, kemudian ada teknologi yang kita sudah kuasai," tandasnya.
Berkaca dari hal itu, terdapat sejumlah potensi bisnis pertanian yang perlu diketahui oleh para petani milenial. Berikut ini ulasan selengkapnya.
Baca Juga: Akibat Tabung Gas Tiga Kilogram Meledak, Dua Rumah Warga Ludes Terbakar
Potensi Bisnis Usaha Pertanian di Indonesia
Seperti diketahui, sektor pertanian di Indonesia dinilai memiliki prospek bagus untuk dijadikan usaha atau bisnis.
Dikutip dari laman resmi Kementerian Pertanian, calon petani milenial yang ingin memiliki usaha di bidang pertanian perlu mengetahui potensi usaha yang dapat dikembangkan, antara lain:
1. Usaha pembudidayaan tanaman, seperti penjualan bibit atau benih, serta usaha budidaya sayur-mayur serta makanan seperti Jamur Tiram dan Porang.
Baca Juga: Keren! Timnas Futsal Indonesia Sukses Menjadi Champion di Piala AFF 2024
2. Penyewaan alat pertanian seperti cultivator, rotavator, traktor, mesin penanam padi atau mesin pemanen. Alat-alat itu sangat mendukung dalam melakukan pengolahan lahan.
3. Jasa evaluasi kesuburan lahan. Diperlukan alat penunjang memiliki seperti pH meter tanah, pH meter air, EC meter, TDS meter, salinity meter, dan mikroskop. Alat-alat tersebut mendukung untuk mengevaluasi kesuburan lahan dan mengetahui jenis-jenis hama, sehingga lahan dapat diperbaiki.
4. Menjual pupuk organik dengan membuat secara mandiri dengan alat dan bahan yang mudah didapatkan. Hal ini dapat membuka potensi usaha dikarenakan dapat menghemat bisa produksi para petani.
5. Jasa pelatihan bidang pertanian (P4S). Petani milenial perlu memiliki kemampuan berbicara atau public speaking dalam bidang pertanian. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










