Menteri Pertanian Beberkan Ada Pejabat Kementan yang DPO di Tengah Rapat DPR, Ini Inisialnya

AKURAT BANTEN – Menteri Pertanian Republik Indonesia, Amran Sulaiman, membuat pernyataan mengejutkan saat Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR RI di Gedung Parlemen, Jakarta, Rabu, 16 Juli 2025.
Dalam forum resmi tersebut, Amran secara terbuka mengungkap bahwa ada pejabat eselon 2 di lingkungan Kementerian Pertanian (Kementan) yang kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) karena terlibat dalam praktik mafia pangan.
Baca Juga: Praktik Beras Premium Oplosan Diciduk, Mentan Amran Sebut Ada 212 Merek Bermasalah
Pernyataan itu ia lontarkan sebagai respons terhadap tudingan sejumlah pihak bahwa langkah-langkah kerasnya dalam memberantas mafia pangan hanya sebatas pencitraan.
Menurut Amran, langkah tersebut merupakan komitmen nyata pemerintah untuk menindak pelaku mafia pangan, termasuk dari internal kementerian sendiri.
“Bukan pencitraan, Pak. Tahu Pak, 11 kami hukum, tersangka eselon 2 di tempat kami DPO sekarang. Jadi bukan untuk dikenal publik Pak,” tegas Amran dalam raker tersebut.
Amran menegaskan bahwa pihaknya tidak pandang bulu dalam memberantas mafia pangan.
Ia menyebut, sudah ada belasan pejabat internal yang ditindak, termasuk satu pejabat eselon dua yang kini menjadi buronan aparat hukum.
Tak hanya itu, dalam paparannya kepada para anggota dewan, Amran turut menyampaikan update terkini terkait penanganan sejumlah kasus besar di sektor pangan.
Di antaranya, kasus minyak goreng ilegal yang melibatkan 20 tersangka, serta kasus pupuk palsu yang sudah menyeret 3 tersangka.
Menurut Amran, kasus-kasus tersebut merupakan hasil dari pengawasan intensif serta koordinasi lintas lembaga yang ditingkatkan sejak dirinya kembali menjabat sebagai Menteri Pertanian.
“Kami tidak hanya bicara di atas kertas. Kami turun langsung, kami buka semua yang bermain. Termasuk dari dalam Kementan sendiri. Ini bukan hal yang mudah, tapi harus dilakukan demi perbaikan,” ujarnya.
Langkah Amran ini mendapat respons beragam dari kalangan DPR RI.
Beberapa anggota menyampaikan apresiasi atas ketegasan Amran, namun tak sedikit pula yang meminta agar penindakan ini disertai dengan pembenahan sistemik di internal Kementan agar kasus serupa tidak berulang.
Sejumlah pengamat kebijakan publik menilai pernyataan Amran sebagai angin segar di tengah keresahan masyarakat terhadap maraknya mafia pangan yang merugikan petani dan konsumen.
Mereka menilai keberanian Mentan mengungkap DPO dari internal kementerian patut diapresiasi dan harus diikuti dengan penegakan hukum yang transparan.
Baca Juga: Sikat Mafia Pangan! Mentan Amran Beberkan Dukungan Gibran dan Ratusan Tersangka yang Sudah Diciduk
Di sisi lain, publik menanti sikap tegas dari aparat penegak hukum dalam memburu pejabat yang masuk dalam DPO tersebut.
Pasalnya, keberadaan oknum di kementerian yang seharusnya menjadi garda depan pertanian justru memperburuk ekosistem pangan nasional.
Dengan pernyataan tegas ini, Amran Sulaiman menegaskan bahwa upaya pembersihan mafia pangan tidak hanya menyasar pelaku eksternal, tapi juga internal birokrasi.
Ia berharap tindakan ini bisa menjadi momentum besar untuk membenahi tata kelola pangan dan membangun kembali kepercayaan publik terhadap sektor pertanian.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026







