Banten

Gonjang-ganjing Pengangkatan Ifan Seventeen Dirut PFN, Fedi Nuril Geram Ungkit Janji Prabowo

Andi Syafriadi | 13 Maret 2025, 08:44 WIB
Gonjang-ganjing Pengangkatan Ifan Seventeen Dirut PFN, Fedi Nuril Geram Ungkit Janji Prabowo

AKURAT BANTEN - Aktor Fedi Nuril menyampaikan kritiknya terhadap penunjukan Riefian Fajarsyah atau Ifan Seventeen sebagai Direktur Utama PT Produksi Film Negara (PT PFN).

Kritikan tersebut disampaikan Fedi melalui akun X (sebelumnya Twitter) miliknya pada Rabu (12/3).

Baca Juga: Ifan Seventeen Jadi Dirut PFN: Simak Perjalanannya dari Panggung Musik ke Kursi Pimpinan!

Dalam cuitannya, Fedi mengunggah video Presiden Prabowo Subianto yang sedang berpidato mengenai pentingnya sistem merit dan prestasi dalam pemilihan jabatan.

Fedi menuliskan kutipan dari Prabowo: "Kita harus menuju ke arah merit (kemampuan) system. Prestasi!".

Ia kemudian mengaitkan pernyataan tersebut dengan keputusan pengangkatan Ifan Seventeen sebagai Dirut PT PFN.

Aktor yang dikenal lewat film "Air Mata di Ujung Sajadah" ini mempertanyakan kompetensi dan pengalaman Ifan dalam dunia perfilman Indonesia.

"Tapi, yang diangkat menjadi Direktur Utama PT Produksi Film Negara (PFN) malah Ifan Seventeen yang kemampuan, pengalaman dan prestasinya dalam film Indonesia enggak jelas," tulis Fedi dalam cuitannya, disertai dengan emotikon wajah sedih.

Ifan Seventeen selama ini dikenal sebagai seorang musisi.

Pria berusia 41 tahun itu mulai bergabung dengan grup band Seventeen pada 2006 dan meraih popularitas melalui album "Lelaki Hebat" yang dirilis pada 2008.

Meskipun berkarier di industri hiburan, kiprah Ifan di dunia perfilman Indonesia belum begitu dikenal oleh publik.

Baca Juga: Kok Bisa Ifan Seventeen Jadi Dirut PFN? Ternyata Pernah Sekolah di UGM Jurusan Ini

Juru Bicara Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Putri Violla, membenarkan bahwa Ifan Seventeen telah ditunjuk sebagai Direktur Utama PT PFN.

"Betul, (Ifan Seventeen) Direktur Utama PFN betul. Ia mendapatkan kepercayaan. Jadi, memang ada pengangkatan direksi dan juga kita tahu sekarang komisaris utamanya juga sudah ditetapkan," ujar Putri saat ditemui di Kementerian BUMN pada Rabu (12/3).

Putri juga menyadari bahwa keputusan ini menuai banyak pertanyaan dan keraguan dari publik.

Menurutnya, banyak yang mempertanyakan pengalaman Ifan dalam bidang perfilman, mengingat latar belakangnya lebih dominan di dunia musik.

Baca Juga: Skandal Korupsi Minyak Mentah Rugikan Negara Hingga Rp193 Triliun, Dirut Pertamina Jadi Tersangka

Namun, Putri menyatakan bahwa Ifan pernah menjadi produser film, dan pengalaman tersebut dianggap cukup oleh Kementerian BUMN sebagai bekal untuk memimpin PT PFN.

"Tapi sebenarnya kalau kita lihat dari kiprahnya, Ifan bukan cuma di dunia musik saja. Ifan punya pengalaman jadi produser, sehingga kemudian kita harapkan bisa membawa perkembangan baru untuk PFN," tambah Putri.

Penunjukan Ifan Seventeen sebagai Direktur Utama PT PFN diharapkan membawa gebrakan baru dalam industri perfilman nasional.

Kementerian BUMN berharap Ifan bisa menghadirkan inovasi dengan kreativitasnya sebagai sosok pemimpin muda.

"Kita harapkan ini ada pemimpin muda, sosok muda, kita berikan kesempatan jadi Dirut. Jadi, nanti minta tolong untuk semua, ya, kita lihat dari kreativitasnya, pengalamannya, background-nya dan apa gebrakan yang bisa dibuat untuk PFN," kata Putri.

Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa penunjukan ini tetap memicu perdebatan.

Banyak pihak mempertanyakan apakah pengalaman Ifan di industri hiburan, khususnya sebagai musisi, cukup untuk mengelola sebuah perusahaan film milik negara yang memiliki peran besar dalam industri perfilman Indonesia.

Sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalam produksi film nasional, PT PFN memiliki tugas untuk meningkatkan kualitas serta distribusi film-film Indonesia, termasuk mendukung film-film yang berorientasi pada nilai budaya dan sejarah.

Baca Juga: Buntut Hasil Audit BPK, Dirut RSUD Adjidarmo Salahkan APH

Oleh karena itu, pemimpin yang ditunjuk diharapkan memiliki keahlian dan pengalaman yang relevan dalam dunia perfilman.

Kritikan Fedi Nuril terhadap penunjukan Ifan Seventeen menjadi Dirut PT PFN mendapat banyak perhatian di media sosial.

Banyak netizen yang mendukung pandangan Fedi dan merasa bahwa jabatan tersebut seharusnya diberikan kepada seseorang yang lebih berpengalaman di bidang perfilman.

Namun, ada juga yang menilai bahwa Ifan layak mendapatkan kesempatan untuk membuktikan kemampuannya.

Beberapa pengamat perfilman juga memberikan komentar mengenai keputusan ini.

Baca Juga: Rangkap Jabatan, Dirut RSUD Adjidarmo Disorot IMM Lebak Tuding Langgar UU No 25 Tahun 2009

Mereka menyatakan bahwa meskipun Ifan memiliki pengalaman di industri hiburan, industri film memiliki dinamika yang berbeda dengan dunia musik.

Dibutuhkan pemahaman mendalam mengenai produksi, distribusi, dan regulasi perfilman agar dapat memimpin perusahaan sebesar PT PFN dengan baik.

Penunjukan Ifan Seventeen sebagai Direktur Utama PT Produksi Film Negara masih menjadi perdebatan.

Kritik yang disampaikan oleh Fedi Nuril mencerminkan kekhawatiran sebagian masyarakat mengenai pentingnya sistem meritokrasi dalam pengangkatan pejabat di BUMN.

Sementara itu, Kementerian BUMN berpendapat bahwa pengalaman Ifan sebagai produser cukup untuk mendukung perannya di PFN.

Kini, publik menunggu apakah Ifan bisa membuktikan dirinya sebagai pemimpin yang mampu membawa perubahan positif bagi industri perfilman Indonesia.

Seiring berjalannya waktu, semua mata akan tertuju pada kinerja Ifan dalam memimpin PT PFN.

Apakah ia bisa menjawab kritik yang muncul atau justru membuktikan skeptisisme tersebut benar? Hanya waktu yang akan menjawabnya.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.