Ijazah Jokowi Ada Hubungannya dengan Ekonomi Remuk Hari Ini, Ternyata Ini Penjelasannya

AKURAT BANTEN – Isu keaslian ijazah Presiden Joko Widodo kembali memantik kegaduhan publik, dan menurut penggugat Ir. Komardin, dampak yang dirasakan bukan sekadar ranah hukum, tetapi telah menembus sektor ekonomi nasional.
Komardin, yang tengah menggugat Universitas Gadjah Mada (UGM) terkait keaslian ijazah Jokowi, menyebut bahwa gejolak publik yang terjadi telah melemahkan stabilitas ekonomi, termasuk nilai tukar rupiah.
Baca Juga: Hasil Survei Soal Ijazah Jokowi Asli, Ternyata yang Percaya Cuma Orang-orang dengan Golongan Ini
Gugatan ini didaftarkan di Pengadilan Negeri (PN) Sleman sejak 5 Mei 2025, dengan nomor perkara 106/Pdt.G/2025/PN Smn.
Tak hanya menuntut kejelasan hukum, Komardin juga mengklaim kerugian materiil hingga Rp 69 triliun akibat kegaduhan ini.
Namun, pada sidang Selasa, 5 Agustus 2025, majelis hakim PN Sleman memutuskan untuk menolak gugatan tersebut.
Komardin tak menyerah dia menegaskan akan mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi, sekaligus mengajukan laporan ke Komisi Informasi Publik (KIP) agar keterbukaan publik lebih terjamin.
Menurutnya, UGM belum menunjukkan transparansi publik terkait keaslian ijazah Jokowi.
Sikap ini, kata Komardin, telah memicu spekulasi berlarut-larut, menimbulkan ketidakpastian politik, yang kemudian berdampak pada ekonomi nasional.
Gugatan dengan nominal fantastis Rp 69 triliun itu merupakan bentuk protes terhadap sikap terseretnya ekonomi dalam kegaduhan politik.
Komardin membantah motif pribadinya, menegaskan bahwa tujuannya adalah membawa persoalan ini ke titik penyelesaian agar tidak terus menimbulkan gejolak nasional.
Baca Juga: Partai Demokrat Panas! Benarkah Ikut Campur Kasus Keaslian Ijazah Jokowi? Ini Faktanya
Sebagai penutup, Komardin mempertanyakan: apakah isu ini hanya perbuatan melawan hukum yang layak diadili, atau telah beralih menjadi persoalan kepentingan publik yang menggerus fondasi ekonomi?
Karena itulah, menurutnya, pengadilan semestinya mengadili pokok persoalan, bukan hanya aspek formal gugatan.
Komardin menilai, sejak isu ijazah Jokowi merebak, ekonomi nasional ikut terpukul, termasuk pelemahan nilai tukar rupiah.
Gugatan senilai Rp 69 triliun dilayangkan ke UGM, namun ditolak oleh PN Sleman.
Baca Juga: Alumni UGM 1985 Bongkar Fakta Mengejutkan soal Ijazah Jokowi Asli atau Palsu?
Ia berencana ajukan banding dan mengadukan ke KIP demi membuka tabir transparansi.
Sorotan terhadap UGM dinilai sebagai pemicu utama kericuhan yang bisa berujung sistemik.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Tiyo Ardianto: Dari Awal Saya Bilang MBG Itu 'Maling Berkedok Gizi'
- 2GEMPAR! Mantan Ketua BEM UGM Bongkar Rahasia 'Lembaga Berbintang' yang Coba Menyuapnya
- 3Sempat Dibela Dadan Hindayana, 41 Dapur MBG Anak Pejabat DPRD Sulsel Tuai Sorotan, Aktivis Desak Audit Menyeluruh
- 4Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, BEM UI Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Pemerintah
- 5Mahfud MD Heran Nanik S Deyang Tak Tersentuh Pemeriksaan Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Alasannya
- 6Iran Protes Keras ke FIFA Jelang Piala Dunia 2026, Hanya Boleh Masuk Amerika Serikat Saat Hari Pertandingan
- 7Prediksi Portugal vs Chile: Ronaldo dan Generasi Emas Portugal Siap Kirim Peringatan ke Rival Piala Dunia
- 8Cedera Hancurkan Mimpi Wesley di Piala Dunia 2026, Ederson Resmi Dipanggil Brasil
- 9Perang Berbalik Arah? Ukraina Mulai Rebut Wilayah Rusia Berkat Serangan Drone Mematikan
- 10Jerman Peringatkan Rusia Bisa Ancam NATO pada 2029, Eropa Mulai Siaga Perang








