Banten

Prabowo Subianto Gelagapan Usai Lihat Aksi Bupati Pati Sudewo Naikkan PBB

Andi Syafriadi | 14 Agustus 2025, 15:37 WIB
Prabowo Subianto Gelagapan Usai Lihat Aksi Bupati Pati Sudewo Naikkan PBB

AKURAT BANTEN – Presiden RI Prabowo Subianto akhirnya angkat bicara soal aksi unjuk rasa besar-besaran terhadap Bupati Pati Sudewo yang berujung ricuh pada Rabu (13/8/2025).

Demonstrasi yang dipicu kebijakan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perkotaan dan Perdesaan (PBB-P2) hingga 250 persen itu berlangsung di depan Kantor Bupati Pati, Jawa Tengah, dan diwarnai ketegangan antara massa dan aparat kepolisian.

Baca Juga: Ribuan Warga Geruduk Alun-Alun Pati, Desak Bupati Sudewo Mundur

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan, Prabowo menyayangkan terjadinya kekisruhan tersebut.

"Tentunya, beliau menyayangkan. Itu tadi apa yang kami sampaikan. Itu lah hasil respons beliau terhadap siapa pun itu," kata Prasetyo di Istana, Jakarta, Rabu (13/8/2025).

Prabowo, lanjut Prasetyo, berharap persoalan yang melibatkan kader Partai Gerindra itu dapat diselesaikan tanpa mengorbankan kepentingan masyarakat.

"Jangan juga mengganggu kehidupan ekonomi Pati. Apalagi ini menjelang peringatan ulang tahun kemerdekaan," ujarnya.

 

Bupati Pati Sudewo, yang baru dilantik pada 18 Juli 2025, menegaskan dirinya tidak bisa berhenti hanya karena tuntutan massa.

Ia mengingatkan bahwa jabatannya diperoleh melalui proses pemilihan yang sah dan demokratis.

"Saya dipilih oleh rakyat secara konstitusional dan demokratis, jadi tidak bisa saya berhenti begitu saja. Semua ada mekanismenya," ucap Sudewo usai rapat paripurna DPRD Pati.

Ia juga menghormati langkah DPRD yang mengajukan hak angket untuk menyelidiki kebijakannya.

Baca Juga: Gubernur Jateng Soroti Aksi Tuntut Mundur Bupati Pati, Ingatkan Proses Harus Lewat DPRD

"Itu kan hak angket yang dimiliki DPRD, jadi saya menghormatinya," kata Sudewo.

Meski demikian, Sudewo mengakui ada kekurangan dalam kepemimpinannya dan berjanji melakukan perbaikan.

 

Aksi 13 Agustus 2025 diwarnai insiden pelemparan sandal dan botol air mineral ke arah Sudewo saat ia mencoba menyapa massa dari atas mobil rantis polisi.

Baca Juga: Demo Ricuh! Bupati Pati Sudewo Turun Langsung dan Minta Maaf Usai Polisi Tembak Gas Air Mata

Massa yang tersulut emosi memaksa mendorong pagar kantor bupati dan bahkan membakar mobil Provos Polres Grobogan.

Kebijakan kontroversial Sudewo terkait kenaikan PBB-P2 sebesar 250 persen menjadi pemicu kemarahan warga.

Meskipun kebijakan itu telah dibatalkan, tuntutan massa agar Sudewo mundur tetap menguat.

Massa yang mengklaim berjumlah lebih dari 50.000 orang meneriakkan yel-yel “Bupati harus lengser” dan “Turun Sudewo sekarang juga.”

Unjuk rasa ini semakin memanas karena pernyataan Sudewo sebelumnya yang dianggap menantang warga.

"Siapa yang mau menolak, saya tunggu. Bukan hanya 5.000, 50.000 orang pun saya hadapi," ucapnya pada 6 Agustus 2025.

 

Sudewo berharap masyarakat Pati tetap menjaga kondusivitas daerah.

"Kami memahami emosi mereka, tapi yang terpenting ke depan akan saya perbaiki. Ini proses pembelajaran bagi saya," ujarnya.

Baca Juga: Bupati Pati Sudewo Mundur? Tekanan Rakyat Pati Makin Hari Makin Mengerikan

Kini, sorotan publik tertuju pada langkah DPRD Pati dan pemerintah pusat dalam menyikapi gejolak politik daerah tersebut.

Prabowo telah mengingatkan agar semua pihak mengedepankan dialog demi stabilitas dan kesejahteraan warga.

Baca Juga: Larang TNI jadi Alat Politik Kekuasaan, Hendardi Tegaskan Alasan Batalnya Mutasi 7 Pati

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.