Tubuh Balita Raya Dipenuhi Cacing hingga Otak, Dedi Mulyadi Gerak Cepat ke Puskesmas Desa

AKURAT BANTEN – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menginstruksikan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat untuk segera mengaudit kinerja fasilitas serta tenaga kesehatan di Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi.
Instruksi tegas ini disampaikan Dedi setelah mencuat kasus tragis seorang bocah berusia tiga tahun bernama Raya yang tubuhnya dipenuhi cacing hingga akhirnya meninggal dunia.
Baca Juga: Lucky Hakim Nekat Lepas Ular, Dedi Mulyadi Mencak-mencak Ingatkan Hal Mengerikan Ini
Dalam keterangannya di Gedung Pakuan, Jalan Cicendo, Kota Bandung, Rabu (20/8/2025), Dedi menilai peristiwa ini menunjukkan adanya kelemahan dalam sistem pelayanan kesehatan di tingkat desa.
Menurutnya, tenaga medis setempat, mulai dari kepala puskesmas hingga bidan desa, diduga tidak menjalankan tugas secara optimal.
“Saya minta deh, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi coba berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kabupaten untuk mengevaluasi keberadaan Kepala Puskesmas dan keberadaan bidan desanya tidak berjalan,” ujar Dedi.
Dedi menegaskan bahwa puskesmas seharusnya menjadi garda terdepan dalam mencegah penyakit di masyarakat.
Salah satunya melalui program rutin penimbangan balita serta pencatatan kesehatan anak di posyandu. Ia menduga lemahnya fungsi ini menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kasus Raya luput dari perhatian.
“Berarti kan fungsi bidan desanya tidak berjalan. Nah, kan setiap bulan anak-anak balita harus ditimbang. Harus ada data di posyandu, ada kartu bayinya,” tegasnya.
Lebih jauh, ia menilai kasus ini bukan sekadar kelalaian, melainkan bentuk pembiaran atau sikap abai dari tenaga kesehatan di lapangan.
Dedi juga menyayangkan lambannya respons pemerintah daerah dalam memberikan penanganan cepat.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Ogah Cabut Larangan Study Tour: Fokus Pendidikan, Bukan Bebani Orang Tua
Menurut Dedi, yang membuatnya semakin prihatin adalah fakta bahwa penanganan kasus ini justru pertama kali dilakukan oleh Rumah Teduh, sebuah yayasan sosial, bukan oleh pemerintah daerah.
“Apalagi akhirnya kasus tersebut justru ditangani oleh Rumah Teduh, bukan oleh dinas terkait sebagai representasi pemerintah daerah. Masa negara kalah kecepatannya sama yayasan,” kritiknya.
Kasus ini bermula dari beredarnya sebuah video di media sosial yang memperlihatkan kondisi mengenaskan bocah bernama Raya.
Dalam rekaman tersebut tampak sejumlah cacing dikeluarkan dari tubuhnya. Tidak hanya itu, disebutkan pula masih terdapat telur dan larva yang bersarang di dalam tubuhnya.
Baca Juga: Pekerja Wisata Jawa Barat Naik Pitam Soal Study Tour, Dedi Mulyadi Bikin Warganya Sendiri Bangkrut?
Kabar ini segera menyebar luas dan memicu keprihatinan publik. Kepala Desa Cianaga, Wardi Sutandi, membenarkan bahwa bocah tersebut adalah warganya.
Raya merupakan anak pasangan Udin (32) dan Endah (38) yang tinggal di Kampung Padangenyang.
“Raya meninggal dunia pada 22 Juli 2025,” kata Wardi, Selasa (19/8/2025).
Kasus ini menjadi pukulan telak bagi dunia kesehatan di daerah. Selain menunjukkan adanya potensi lemahnya pengawasan kesehatan balita, kasus ini juga membuka mata tentang pentingnya fungsi puskesmas dan bidan desa yang seharusnya bekerja proaktif, bukan reaktif.
Dedi Mulyadi berharap audit yang diperintahkan dapat segera mengungkap kelemahan sistem, sekaligus memperbaiki mekanisme pelayanan kesehatan agar kejadian serupa tidak terulang.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 7Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 8Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”







