Banten

Tubuh Balita Raya Dipenuhi Cacing hingga Otak, Dedi Mulyadi Gerak Cepat ke Puskesmas Desa

Andi Syafriadi | 20 Agustus 2025, 16:42 WIB
Tubuh Balita Raya Dipenuhi Cacing hingga Otak, Dedi Mulyadi Gerak Cepat ke Puskesmas Desa

AKURAT BANTEN – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menginstruksikan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat untuk segera mengaudit kinerja fasilitas serta tenaga kesehatan di Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi.

Instruksi tegas ini disampaikan Dedi setelah mencuat kasus tragis seorang bocah berusia tiga tahun bernama Raya yang tubuhnya dipenuhi cacing hingga akhirnya meninggal dunia.

Baca Juga: Lucky Hakim Nekat Lepas Ular, Dedi Mulyadi Mencak-mencak Ingatkan Hal Mengerikan Ini

Dalam keterangannya di Gedung Pakuan, Jalan Cicendo, Kota Bandung, Rabu (20/8/2025), Dedi menilai peristiwa ini menunjukkan adanya kelemahan dalam sistem pelayanan kesehatan di tingkat desa.

Menurutnya, tenaga medis setempat, mulai dari kepala puskesmas hingga bidan desa, diduga tidak menjalankan tugas secara optimal.

“Saya minta deh, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi coba berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kabupaten untuk mengevaluasi keberadaan Kepala Puskesmas dan keberadaan bidan desanya tidak berjalan,” ujar Dedi.

Dedi menegaskan bahwa puskesmas seharusnya menjadi garda terdepan dalam mencegah penyakit di masyarakat.

Salah satunya melalui program rutin penimbangan balita serta pencatatan kesehatan anak di posyandu. Ia menduga lemahnya fungsi ini menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kasus Raya luput dari perhatian.

“Berarti kan fungsi bidan desanya tidak berjalan. Nah, kan setiap bulan anak-anak balita harus ditimbang. Harus ada data di posyandu, ada kartu bayinya,” tegasnya.

Lebih jauh, ia menilai kasus ini bukan sekadar kelalaian, melainkan bentuk pembiaran atau sikap abai dari tenaga kesehatan di lapangan.

Dedi juga menyayangkan lambannya respons pemerintah daerah dalam memberikan penanganan cepat.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Ogah Cabut Larangan Study Tour: Fokus Pendidikan, Bukan Bebani Orang Tua

Menurut Dedi, yang membuatnya semakin prihatin adalah fakta bahwa penanganan kasus ini justru pertama kali dilakukan oleh Rumah Teduh, sebuah yayasan sosial, bukan oleh pemerintah daerah.

“Apalagi akhirnya kasus tersebut justru ditangani oleh Rumah Teduh, bukan oleh dinas terkait sebagai representasi pemerintah daerah. Masa negara kalah kecepatannya sama yayasan,” kritiknya.

Kasus ini bermula dari beredarnya sebuah video di media sosial yang memperlihatkan kondisi mengenaskan bocah bernama Raya.

Dalam rekaman tersebut tampak sejumlah cacing dikeluarkan dari tubuhnya. Tidak hanya itu, disebutkan pula masih terdapat telur dan larva yang bersarang di dalam tubuhnya.

Baca Juga: Pekerja Wisata Jawa Barat Naik Pitam Soal Study Tour, Dedi Mulyadi Bikin Warganya Sendiri Bangkrut?

Kabar ini segera menyebar luas dan memicu keprihatinan publik. Kepala Desa Cianaga, Wardi Sutandi, membenarkan bahwa bocah tersebut adalah warganya.

Raya merupakan anak pasangan Udin (32) dan Endah (38) yang tinggal di Kampung Padangenyang.

“Raya meninggal dunia pada 22 Juli 2025,” kata Wardi, Selasa (19/8/2025).

Kasus ini menjadi pukulan telak bagi dunia kesehatan di daerah. Selain menunjukkan adanya potensi lemahnya pengawasan kesehatan balita, kasus ini juga membuka mata tentang pentingnya fungsi puskesmas dan bidan desa yang seharusnya bekerja proaktif, bukan reaktif.

Dedi Mulyadi berharap audit yang diperintahkan dapat segera mengungkap kelemahan sistem, sekaligus memperbaiki mekanisme pelayanan kesehatan agar kejadian serupa tidak terulang.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.