Terungkap Fakta Raya Tubuhnya Dipenuhi Cacing sampai ke Otak, Kemenkes Buka Suara

AKURAT BANTEN - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI akhirnya menjelaskan penyakit yang dialami Raya, bocah tiga tahun asal Sukabumi, Jawa Barat, yang meninggal dunia akibat infeksi cacing gelang.
Tragedi ini menjadi pengingat serius bahwa penyakit cacingan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, terutama pada anak-anak.
Baca Juga: 143 Kasus Baru Penyakit Kusta Ditemukan di Kabupaten Tangerang
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, mengatakan bahwa Raya terinfeksi cacing gelang (Ascaris lumbricoides), jenis cacing yang berukuran cukup besar sehingga bisa dilihat langsung dengan mata.
“Kasus anak R di Kabupaten Sukabumi adalah kasus dengan jenis cacing gelang, karena jenis cacing ini ukurannya paling besar,” jelas Aji dalam keterangannya, Rabu (20/8/2025).
Ukuran cacing gelang bisa mencapai 10–35 cm. Jika telur infektif tertelan, larva akan menetas di usus halus, lalu menembus dinding usus menuju pembuluh darah atau saluran limfe.
Dari sana, larva bisa terbawa ke jantung dan paru-paru hingga menimbulkan komplikasi seperti pneumonia, dengan gejala batuk, pilek berkepanjangan, sesak napas, bahkan keluarnya cacing dari hidung.
Menurut Aji, kecacingan masih menjadi masalah kesehatan di banyak negara tropis, termasuk Indonesia.
Tiga jenis cacing yang paling sering menginfeksi anak-anak adalah cacing gelang (Ascaris lumbricoides), cacing tambang (Ancylostoma duodenale), dan cacing cambuk (Trichiuris trichiura).
Cacing-cacing ini termasuk dalam kelompok Soil Transmitted Helminths (STH), yaitu cacing yang siklus hidupnya membutuhkan tanah.
Penularannya sangat erat kaitannya dengan perilaku buang air besar sembarangan, tidak mencuci tangan sebelum makan, dan bermain di tanah tanpa alas kaki.
Baca Juga: Usia Baru Kepala 3, Aktris Korea Kang Seo Ha Meninggal Dunia Setelah Melawan Penyakit Mengerikan
“Cacingan bisa menimbulkan gangguan pada penyerapan makanan dan metabolisme tubuh. Akibatnya, anak bisa mengalami kekurangan kalori, protein, hingga kehilangan darah yang berujung pada gangguan pertumbuhan, kecerdasan, dan daya tahan tubuh,” ujar Aji.
Aji menegaskan, pencegahan bisa dilakukan dengan menjaga kebersihan pribadi dan lingkungan.
Kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan di waktu penting, buang air besar di tempatnya, memakai alas kaki, memotong kuku, serta mencuci dan memasak makanan dengan baik dapat mengurangi risiko infeksi.
Bagi anak usia 1–12 tahun, pemerintah menyediakan obat cacing gratis yang diberikan dua kali setahun melalui posyandu maupun kegiatan sekolah.
“Untuk pengobatan, masyarakat bisa datang ke puskesmas karena obatnya disediakan gratis, yaitu Albendazol,” tambah Aji.
Baca Juga: Banjir Tangerang Belum Usai, Sejumlah Penyakit Mulai Mengintai. Warga Harap Waspada!
Selain itu, puskesmas dan Dinas Kesehatan Sukabumi juga sudah melakukan upaya pencegahan, seperti Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi anak bergizi kurang, pemberian obat pencegahan massal, serta penyelidikan epidemiologi untuk menekan risiko penularan lebih lanjut.
Kisah pilu Raya bermula pada 13 Juli 2025 ketika ia mengalami sesak napas dan akhirnya dilarikan ke RSUD R Syamsudin SH (Bunut), Sukabumi.
Saat tiba di IGD, kondisinya sudah tidak sadarkan diri.
Awalnya dokter menduga Raya mengalami komplikasi TBC, namun dugaan berubah setelah terlihat cacing keluar dari hidungnya.
Menurut dr Irfanugraha Triputra, Ketua Tim Penanganan Keluhan RSUD R Syamsudin SH, infeksi cacing yang dialami Raya sudah sangat parah hingga menyebar ke paru-paru dan otak.
“Ini cenderung terlambat. Cacingnya sudah banyak sekali di dalam pencernaan dan ukurannya besar-besar,” jelasnya.
Setelah sembilan hari dirawat intensif di ruang PICU, kondisi Raya tak kunjung membaik.
Bocah malang itu akhirnya menghembuskan napas terakhir pada 22 Juli 2025 pukul 14.24 WIB.
Baca Juga: Misteri Kematian Pria di Indekos Cengkareng: Ditemukan Membusuk, Diduga Komplikasi Penyakit
Tragedi ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap bahaya cacingan.
Kebersihan pribadi, pola hidup sehat, serta mengikuti program pemberian obat cacing gratis dari pemerintah adalah langkah nyata untuk melindungi generasi penerus bangsa dari ancaman yang sering dianggap sepele, namun bisa berakibat fatal.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










