Ada Vaksin Lyme Disease di Indonesia? Begini Fakta Sebenarnya dari Pakar

AKURAT BANTEN – Belakangan muncul pertanyaan di masyarakat, apakah sudah tersedia vaksin untuk mencegah Lyme disease di Indonesia?
Penyakit ini dikenal berbahaya karena disebabkan oleh infeksi bakteri Borrelia burgdorferi yang ditularkan melalui gigitan kutu (Ixodes).
Meski kasus di Indonesia masih relatif jarang dibandingkan di Eropa dan Amerika, kekhawatiran masyarakat kian meningkat seiring maraknya pemberitaan global tentang penyakit ini.
Lyme disease merupakan penyakit menular yang muncul akibat gigitan kutu yang terinfeksi.
Baca Juga: Mengungkap Misteri di Balik Tanda Lahir: Lebih dari Sekadar Bercak di Kulit
Gejala awal biasanya berupa ruam merah berbentuk cincin di sekitar lokasi gigitan, demam, sakit kepala, nyeri sendi, dan kelelahan.
Jika tidak segera ditangani, infeksi bisa menyebar ke persendian, sistem saraf, hingga jantung.
Di Amerika Serikat dan Eropa, penyakit ini menjadi isu kesehatan serius karena banyak kasus yang terlambat terdiagnosis.
Di Indonesia sendiri, kasus Lyme disease relatif jarang dilaporkan, namun potensi tetap ada terutama di wilayah dengan kondisi lingkungan lembap yang menjadi habitat kutu.
Baca Juga: Bukan Saja Faktor Usia, Kenali Penyebab Kulit Wajah Kian Mengendur
Menurut penjelasan pakar kesehatan, hingga September 2025 belum ada vaksin Lyme disease yang tersedia di Indonesia.
Vaksin untuk penyakit ini memang pernah dikembangkan di Amerika Serikat pada akhir 1990-an dengan nama LYMErix.
Namun vaksin tersebut ditarik dari pasaran pada 2002 karena rendahnya permintaan serta adanya perdebatan mengenai efek samping.
Saat ini, beberapa perusahaan farmasi internasional masih melakukan uji klinis untuk vaksin generasi terbaru, salah satunya bernama VLA15 yang sedang dikembangkan oleh Valneva dan Pfizer.
Meski begitu, vaksin ini belum mendapatkan izin edar resmi, apalagi tersedia di Indonesia.
Dokter spesialis penyakit dalam, dr. Andi Wijaya, SpPD, menjelaskan bahwa masyarakat perlu memahami fakta sebenarnya.
“Sejauh ini belum ada vaksin Lyme disease yang bisa diakses di Indonesia. Pencegahan terbaik tetap melalui kewaspadaan terhadap gigitan kutu, terutama jika bepergian ke negara dengan kasus tinggi,” ujarnya.
Dr. Andi menambahkan bahwa masyarakat tidak perlu panik berlebihan karena risiko penularan di Indonesia masih tergolong rendah.
Baca Juga: 5 Manfaat Menggunakan Vaseline Sunblock, Kulit Wajah dan Tubuh Terlindungi dengan Maksimal
Namun, upaya deteksi dini tetap penting, terutama bagi orang yang baru kembali dari luar negeri dan mengalami gejala mencurigakan.
Karena belum ada vaksin, cara pencegahan Lyme disease lebih banyak difokuskan pada perlindungan diri, antara lain:
Menggunakan pakaian tertutup saat berada di area hutan atau rumput tinggi.
Memakai obat anti serangga atau repelan yang mengandung DEET.
Baca Juga: Kulit Kering Dapat Menyebabkan Munculnya Jerawat, Ini Cara Mengatasinya!
Memeriksa tubuh setelah beraktivitas di alam terbuka untuk memastikan tidak ada kutu menempel.
Segera membersihkan gigitan kutu dengan antiseptik jika ditemukan.
Langkah sederhana ini efektif mengurangi risiko tertular bakteri Borrelia.
Hingga kini, tidak ada vaksin Lyme disease yang tersedia di Indonesia.
Meskipun penelitian vaksin masih berlangsung di luar negeri, masyarakat di Tanah Air perlu mengandalkan langkah pencegahan mandiri untuk melindungi diri.
Para pakar mengingatkan bahwa kewaspadaan tetap perlu, terutama bagi mereka yang sering melakukan perjalanan internasional.
Baca Juga: 7 Tips Menjaga Kelembapan Kulit Selama Puasa Ramadhan, Kamu Wajib Tahu!
Jika mengalami gejala mencurigakan setelah bepergian ke wilayah endemik, segera lakukan pemeriksaan medis agar penanganan bisa lebih cepat.
Dengan pemahaman yang benar, masyarakat Indonesia diharapkan tidak mudah termakan isu menyesatkan, sekaligus tetap waspada terhadap ancaman penyakit menular lintas negara.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










