Banten

Mulut Yudo Sadewa Anak Purbaya Yudha Sadewa Makin Kurang Ajar, Singgung Ciri Orang Miskin yang Seperti Ini

Andi Syafriadi | 10 September 2025, 15:22 WIB
Mulut Yudo Sadewa Anak Purbaya Yudha Sadewa Makin Kurang Ajar, Singgung Ciri Orang Miskin yang Seperti Ini

AKURAT BANTEN – Nama Yudo Sadewa, putra Menteri Keuangan (Menkeu) RI Purbaya Yudhi Sadewa, tengah menjadi sorotan publik.

Unggahan-unggahan di akun media sosialnya menimbulkan kontroversi, mulai dari sindiran terhadap mantan Menkeu Sri Mulyani hingga pernyataan keras tentang masyarakat miskin.

Kegaduhan bermula ketika Yudo menulis pesan usai Purbaya resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Menkeu menggantikan Sri Mulyani pada 8 September 2025.

Di akun media sosialnya, Yudo mengaku bangga, namun juga menuliskan kalimat yang diduga menyindir Sri Mulyani dengan menyebutnya sebagai “agen CIA Amerika yang menyamar jadi menteri.”

Baca Juga: Heboh ! Video Anak Menteri Keuangan Purbaya, Yudo Sadewa: Sebut 'Pemerintah Konoha Bodoh' Bela Program Tapera Dan Sindir Sri Mulyani Agen CIA

Unggahan itu cepat viral sebelum akhirnya dihapus.

Tak berhenti di sana, video-video Yudo di TikTok juga beredar luas. Dalam salah satunya, ia menyebut sejumlah “ciri orang miskin” yang dinilai melecehkan.

Menurut Yudo, orang miskin memiliki “crab mentality” atau iri pada kesuksesan orang lain, bersikap munafik, rasis, hingga bermental pengemis.

Ia bahkan menunjukkan kartu BCA Prioritas miliknya sebagai contoh perlakuan berbeda yang ia dapatkan.

Baca Juga: Badai Kritik Hantam Menteri Keuangan Purbaya: Remehkan '17+8 Tuntutan Rakyat', BEM UI Tuntut Pencopotan!

Selain itu, Yudo juga sempat menyinggung program Tapera 3 persen yang ramai dikritik masyarakat ketika masih dijalankan Sri Mulyani.

Ia menyebut program itu mencerminkan kebodohan, sambil menyindir masyarakat yang protes serta pemerintah yang dianggap sama-sama “bodoh dan maling.”

Meski begitu, ia menambahkan sindiran itu diarahkan ke “pemerintah Konoha” dalam gaya bercanda khas anak muda.

Konten-konten tersebut memancing beragam reaksi warganet.

Sebagian besar mengecam Yudo karena dinilai tidak pantas melontarkan pernyataan kasar, terlebih ia adalah anak seorang pejabat tinggi negara.

Namun, ada pula yang menilai ucapannya sebatas ekspresi pribadi.

Dalam unggahan klarifikasinya, Yudo mengaku bahwa sindiran terhadap Sri Mulyani hanyalah guyonan untuk teman-temannya, bukan pernyataan serius.

Ia menyampaikan permintaan maaf atas kegaduhan yang terjadi dan menegaskan tidak ada niatan merendahkan pihak mana pun.

“Itu cuma bercanda,” ujarnya dalam video klarifikasi di TikTok.

Baca Juga: Yudo Sadewa Sebut Sri Mulyani Agen CIA, Ternyata Anak Purbaya Yudhi Sadewa Bukan Orang Sembarangan?

Meski sudah meminta maaf, polemik ini memunculkan diskusi lebih luas tentang batas antara candaan pribadi dan tanggung jawab publik, khususnya ketika seseorang memiliki status sebagai keluarga pejabat negara.

Publik menilai, posisi itu membuat setiap ucapan dan tindakan lebih mudah disorot dan berpotensi menimbulkan persepsi negatif.

Di sisi lain, perhatian terhadap Yudo juga tak lepas dari gaya hidupnya.

Ia kerap membagikan konten trading dan saldo rekening dengan jumlah fantastis, hingga dijuluki “bocah trader.”

Baca Juga: Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan Sekarang Gantikan Sri Mulyani Ternyata Bukan Orang Sembarangan di Bidang Ekonomi

Julukan itu sempat diunggah langsung oleh ayahnya, Purbaya, pada 2023.

Sebagai informasi, Purbaya Yudhi Sadewa sendiri adalah seorang ekonom dan insinyur lulusan ITB dan Purdue University, Amerika Serikat.

Sebelum menjabat Menkeu, ia memimpin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sejak 2020.

Kasus Yudo menjadi pelajaran penting bagi keluarga pejabat publik mengenai kehati-hatian dalam bermedia sosial.

Walau sudah dinyatakan sebagai candaan, sindiran yang menyebut nama mantan pejabat negara dan komentar tentang masyarakat miskin tetap menyisakan kontroversi di ruang publik digital.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.