Banten

Sosok Misterius Menteri BUMN Sekarang Usai Erick Thohir Jabat Menpora di Kabinet Prabowo yang Baru

Andi Syafriadi | 18 September 2025, 08:01 WIB
Sosok Misterius Menteri BUMN Sekarang Usai Erick Thohir Jabat Menpora di Kabinet Prabowo yang Baru

AKURAT BANTEN - Perombakan kabinet tidak jarang terjadi dalam perjalanan pemerintahan baik untuk merespon tantangan baru maupun strategi politik.

Salah satu perubahan signifikan terjadi ketika Erick Thohir ditunjuk untuk menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), meninggalkan posisinya sebagai Menteri BUMN.

Pergantian jabatan ini memicu pertanyaan banyak pihak: siapa pengganti Erick Thohir sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN)?

Erick Thohir dikenal sebagai salah satu tokoh kunci di pemerintahan, terutama selama menjabat sebagai Menteri BUMN.

Baca Juga: Prabowo Gebrak BUMN: Bonus Komisaris Dihapus, Aset Negara Dikonsolidasikan Demi Rakyat!

Di masa jabatannya, berbagai program transformasi perusahaan BUMN digulirkan untuk meningkatkan efisiensi, profesionalisme, serta peran strategis mereka dalam perekonomian nasional.

Kebijakan-kebijakan tersebut mencakup holding BUMN, restrukturisasi, serta digitalisasi layanan publik.

Dengan berpindahnya Erick ke kementerian yang berbeda, pemerintah perlu memastikan kesinambungan di Kementerian BUMN agar proses transformasi yang sudah berjalan tidak terhambat.

Sejumlah nama muncul dalam perbincangan publik sebagai calon kuat pengganti Erick Thohir di posisi Menteri BUMN.

Baca Juga: KPK Tahan Dua Eks Pejabat BUMN dalam Kasus Korupsi LNG, Kontrak Miliaran Dolar Tak Pernah Sampai ke Indonesia

Di antaranya adalah para profesional yang sudah lama berkiprah di dunia bisnis dan korporasi BUMN, tokoh pemerintahan yang dianggap memiliki kemampuan dalam mengatur kebijakan ekonomi, serta figur politik yang memiliki pengalaman di pemerintahan dan kepemimpinan di sektor usaha publik.

Kriteria pengganti Menteri BUMN umumnya meliputi kemampuan manajerial tinggi, pengalaman di sektor korporasi dan publik, serta komitmen terhadap transparansi dan good corporate governance.

Kementerian BUMN sendiri menggawangi sejumlah perusahaan besar yang memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia mulai dari pertambangan, energi, perbankan, hingga infrastruktur.

BUMN seringkali menjadi instrumen pemerintah untuk memenuhi target pembangunan nasional, baik dari aspek penyediaan layanan dasar, peningkatan ketahanan ekonomi, maupun kedaulatan usaha negara.

Karena itu, pemilihan Menteri BUMN bukan hanya soal administrasi semata, melainkan juga soal arah kebijakan ekonomi dan bagaimana kekuatan korporasi milik negara dapat mendorong kemajuan nasional.

Peralihan Erick Thohir ke posisi Menpora juga menunjukkan bahwa pemerintah ingin memperkuat perhatian terhadap sektor olahraga dan pemuda, yang selama ini mendapat sorotan terkait pembinaan, prestasi internasional, dan peran generasi muda dalam pembangunan karakter bangsa.

Di sisi lain, penggantinya di BUMN akan dituntut mampu melanjutkan tugas-tugas besar: menjaga kelangsungan investasi, memperkuat manajemen perusahaan negara, serta memastikan agar BUMN memberikan manfaat langsung kepada masyarakat luas.

Memilih Menteri BUMN yang tepat juga memiliki implikasi politik.

Baca Juga: Anggaran Kementerian BUMN Naik Tajam Jadi Rp604 Miliar di 2026, Ini Alasan dan Rinciannya

Posisi Menteri BUMN sering menjadi pengamat barometer kebijakan ekonomi dari presiden bagaimana negara menjalankan campur tangan dalam ekonomi, bagaimana regulasi dan investasi asing dikelola, serta bagaimana perusahaan negara tetap relevan di tengah persaingan global dan arus digitalisasi.

Para calon yang muncul biasanya tidak hanya dilihat dari latar belakang teknis, melainkan juga dari loyalitas politik, kapasitas negosiasi, dan kemampuan membangun sinergi antara pemerintah dan sektor swasta.

Sampai berita resmi diumumkan, publik tetap menunggu nama pengganti Erick Thohir sebagai Menteri BUMN.

Namun satu hal yang jelas: siapa pun yang dipilih, akan dihadapkan pada tugas besar meneruskan transformasi, memastikan BUMN tetap efisien dan produktif, serta mampu mendukung target pembangunan nasional terutama dalam ruang ekonomi dan pelayanan publik.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.