Peringati HUT TNI Prabowo Belanja 4 Alutsista Baru, Buang-buang Uang atau Tidak?

AKURAT BANTEN - Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada 5 Oktober 2025, pemerintahan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pertahanan negara lewat pembelian berbagai alat utama sistem senjata (alutsista).
Modernisasi dan pengadaan kekuatan militer ini tidak hanya menjadi simbol kekuatan nasional, tapi juga wujud nyata menjaga kedaulatan wilayah dan kesiapan menghadapi perubahan ancaman zaman.
Berikut beberapa alutsista baru yang tercatat akan tiba atau sudah dipesan, termasuk yang akan beroperasi sekitar tahun 2026:
Pesawat angkut berat Airbus A-400M
Unit pertama akan tiba pada November 2025, kemudian satu unit lainnya menyusul pada kuartal I 2026.
Pesawat ini bukan hanya berfungsi sebagai alat angkut logistik berat, tetapi juga dilengkapi kemampuan aerial refueling pod, yang memungkinkan pesawat lain mendapat suplai udara.
Pesawat tempur Rafale
Sebelumnya sudah diinisiasi, dan pesawat-pesawat ini akan memperkuat kemampuan udara Indonesia dalam aspek kecepatan, manuver, dan daya serang modern.
Baca Juga: TNI FAIR 2025: Intip Teknologi Gila yang Bikin Alutsista TNI AU Selalu Siap Tempur!
Penerimaan dan pelatihan awak untuk Rafale terus digenjot agar operasionalnya bisa maksimal.
Drone Anka
Untuk memperkuat pertahanan udara dan pemantauan wilayah perbatasan, terutama di kawasan yang sulit dijangkau, TNI AU mendapatkan dukungan teknologi drone Anka.
Ini menjadi bagian dari modernisasi unit udara tanpa awak.
Tank Harimau
Tank Harimau menjadi perhatian khusus. Tank buatan hasil kerja sama Indonesia-Turki ini memiliki bobot sekitar 30 ton, panjang sekitar 7 meter, kecepatan mencapai 70 km/jam, dengan jarak tempuh hingga 600 km.
Meski telah beberapa unit telah dikuasai, pengadaan tambahan untuk memperkuat korps darat terus dikaji.
Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto, menyebut bahwa perkembangan militer global menunjukkan bahwa alat tempur kini tidak lagi hanya soal kekuatan fisik, tapi soal teknologi, kecepatan adaptasi, dan mobilitas.
Indonesia sebagai negara kepulauan membutuhkan alutsista yang mampu menjangkau wilayah terluar dengan mandiri.
Selain itu, pemerintah juga mengalokasikan anggaran pertahanan yang semakin besar: dalam RAPBN 2026, anggaran pertahanan direncanakan mencapai Rp335,2 triliun, naik signifikan dibandingkan outlook tahun 2025.
Anggaran ini dipakai tidak hanya untuk pembelian, tetapi juga kesiapan personel, operasional, pemeliharaan, hingga integrasi sistem alutsista baru.
Pengadaan alutsista baru oleh pemerintah Prabowo dalam rangka menyambut HUT TNI ke-80 merupakan langkah strategis dan penting dalam memperkuat pertahanan negara.
Dari pesawat Rafale hingga Tank Harimau dan drone Anka, semua menunjuk ke arah modernisasi sistem militer Indonesia.
Baca Juga: Polri-TNI Perkuat Sinergi, Pastikan Keamanan Publik Pasca Demonstrasi Anarkis
Bagi Banten, ini bukan hanya soal kekuatan negara, tapi juga soal potensi lokal, keamanan wilayah, dan kemandirian teknologi pertahanan.
Tantangannya adalah memastikan bahwa janji modernisasi dan penguatan alutsista ini benar-benar diikuti dengan kemampuan penggunaan dan pemeliharaan yang memadai.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










