Ironi di Bima: Kasat Narkoba Malah Terjerat Narkoba, Kapolres Ambil Tindakan Tegas!

AKURAT BANTEN – Sebuah tamparan keras menghantam institusi Kepolisian Resor (Polres) Bima Kota.
Sosok yang seharusnya berada di garis terdepan dalam memberantas peredaran gelap narkotika,
yakni Kepala Satuan (Kasat) Reserse Narkoba berinisial AKP W, justru diringkus karena diduga
terlibat dalam penyalahgunaan barang haram tersebut.
Kasus ini menjadi sorotan tajam publik lantaran posisi strategis yang diemban pelaku.
Berikut adalah fakta-fakta terbaru terkait penangkapan yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) tersebut:
Baca Juga: Di Balik Sosok AKBP Didik Putra Kuncoro: Kapolres Bima yang Terseret Pusaran Kasus Sabu Anak Buah
1. Hasil Tes Urine Positif Penangkapan AKP W bermula dari kecurigaan internal yang kemudian ditindaklanjuti dengan pemeriksaan intensif.
Berdasarkan hasil tes urine, AKP W dinyatakan positif mengandung zat narkotika.
Hal ini memperkuat dugaan bahwa ia bukan sekadar penegak hukum, melainkan juga pengguna aktif.
2. Perintah Tegas Kapolres Bima Kota Kapolres Bima Kota, AKBP Yudha Pranata, tidak main-main dalam menyikapi borok di instansinya sendiri.
Ia menegaskan bahwa proses hukum akan berjalan transparan dan tanpa pandang bulu.
"Kami tidak akan memberikan toleransi sedikit pun. Siapa pun yang terlibat, meski itu pejabat di lingkungan Polres sendiri, harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan hukum," tegas Yudha.
Baca Juga: 'Konyol!' Menkeu Purbaya Yudhi Ngamuk BPJS PBI Mendadak Nonaktif, Bagaimana Rakyat Kecil?
3. Ancaman Sanksi Berat dan Pemecatan Selain proses pidana, AKP W kini menghadapi ancaman sanksi etik yang berat.
Sesuai dengan komitmen Kapolri dalam membersihkan institusi dari narkoba, sanksi
Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) atau pemecatan kini menanti oknum perwira tersebut.
Baca Juga: Geger! Mantan Wamenaker Bocorkan Ciri-Ciri Partai di Balik Kasus Korupsi K3: Cuma 3 Huruf!
4. Komitmen Pembersihan Internal Pasca-kejadian ini, Polres Bima Kota berencana melakukan razia dan tes urine mendadak secara berkala kepada seluruh personel.
Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada lagi "penumpang gelap" dalam perang melawan narkoba di wilayah Bima.
Ironi di Tengah Perang Narkoba Kasus AKP W menjadi pengingat pahit bahwa peredaran
narkoba bisa menyasar siapa saja, termasuk aparat penegak hukum yang memiliki akses dan wewenang luas.
Dukungan publik kini mengalir bagi kepolisian untuk mengusut tuntas jaringan yang mungkin melibatkan oknum-oknum lainnya.
Kini, AKP W telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polda NTB guna mengungkap sejauh mana keterlibatannya dalam jaringan narkoba tersebut (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 2Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 3Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 4Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 5Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 6Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 7MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 8Viral! Pemilik Toko di NTT Gratiskan Susu Dan Popok Bayi untuk Korban Gempa: 'Kami Tidak Cari Untung'
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”










