Djamari Chaniago Menko Polkam Datangi Prajurit di Monas, Negara Indonesia Sedang Tidak Stabil?

AKURAT BANTEN - Pada Senin, 20 Oktober 2025, Djamari Chaniago selaku Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polkam) melakukan kunjungan ke Monumen Nasional (Monas), Jakarta, untuk menemui ribuan prajurit cadangan yang berada di bawah komando Agus Subiyanto, Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Dalam pertemuan tersebut, Djamari Chaniago Menko Polkam bertemu ribuan prajurit cadangan di Monas untuk pastikan kesiapan jika pengerahan dilakukan dalam situasi kritis.
Ia menyampaikan bahwa pasukan cadangan bukanlah unit yang akan aktif setiap saat, melainkan akan dikerahkan apabila muncul “sesuatu kebutuhan” yang mendesak dan berdampak terhadap situasi keamanan nasional.
“Sebagai cadangan tentunya dia tidak mungkin dikerahkan setiap saat, karena pada saat pengerahan mereka itu artinya ada sesuatu kebutuhan yang harus segera diatasi.”
Baca Juga: Djamari Chaniago Calon Kuat Menko Polkam, Ternyata Pernah Sidangkan Prabowo di DKP 1998
Lebih dari sekadar ajang tatap muka formal, pertemuan ini menegaskan komitmen pemerintah dan TNI dalam menjaga keutuhan dan stabilitas nasional.
Menurut Djamari, kondisi politik dalam negeri saat ini berada dalam keadaan aman, namun tugas menjaga keamanan tetap terbuka dan memerlukan kesigapan semua elemen.
“Dan nyatanya kita mampu bidang politik kita aman tenang, bidang keamanan juga masih bisa dikendalikan oleh kita semua,” ujarnya.
Pasukan cadangan yang dimaksud merupakan bagian dari komponen kekuatan TNI yang disiapkan untuk penguatan fungsi pertahanan dalam skenario di mana situasi membutuhkan tambahan kekuatan.
Baca Juga: Menko Polkam Soroti Kematian Prada Lucky, Tegaskan Penyelidikan Harus Transparan
Di hadapan para prajurit cadangan itu, Djamari juga mengingatkan bahwa menjadi bagian dari kekuatan cadangan adalah tugas mulia karena memiliki dampak nyata untuk masyarakat dan bangsa.
Kegiatan di Monas ini dapat dilihat sebagai sinyal kesiapan bersama antara pemerintah pusat dan militer untuk menghadapi tantangan keamanan yang mungkin muncul.
Hal ini relevan dengan dinamika keamanan global maupun regional yang terus berubah, sekaligus menunjukkan bahwa Indonesia terus memperkuat posture pertahanannya.
Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa sampai saat ini belum ada keputusan untuk pengerahan aktif pasukan cadangan secara massal.
Baca Juga: Menko Polkam Sebut Pemerintah Telah Lakukan Pengungkapan Kasus Narkoba Terbesar di Indonesia
Pemerintah dan TNI menekankan bahwa pengerahan hanya dilakukan jika betul-betul diperlukan sebagai langkah respon terhadap situasi mendesak.
Kesimpulannya, kunjungan Menko Polkam ke Monas bersama para prajurit cadangan bukan semata bentuk seremonial, namun mencerminkan kesiapan struktural dan strategis negara dalam menjaga keamanan.
Dalam konteks regional dan global yang semakin tidak menentu, langkah ini menunjukkan bahwa Indonesia memperkuat pondasi pertahanannya sambil tetap menekankan bahwa keamanan nasional adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya militer semata.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










