Lirik Lagu Bangun Pemudi Pemuda Ciptaan Alfred Simanjuntak Salah Satu Pahlawan Indonesia yang Belum Ditakuti?

AKURAT BANTEN - Lagu Bangun Pemuda Pemudi memiliki posisi spesial dalam kancah kebangsaan Indonesia.
Setiap menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda, lagu ini tak pernah absen dalam upacara bendera dan kegiatan seremonial lainnya.
Sebagaimana dilaporkan oleh media nasional, lirik lagu lengkap serta not angka lagu ini telah dipublikasikan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia dalam pedoman resmi.
Ciptanya berasal dari Alfred Simanjuntak, sosok guru dan komponis muda yang kala itu merasa terpanggil untuk membuat lagu yang membangkitkan semangat pemuda Indonesia di masa perjuangan.
Baca Juga: Gibran Turun ke Kali Gabus, Warga Tumpah Ruah di Mancing Mania Sumpah Pemuda
Ia lahir pada 8 September 1920 di Parlombuan, Tapanuli Utara, Sumatera Utara.
Saat itu, pada usia 23 tahun, ia sedang mengajar di Sekolah Rakyat Sempurna Indonesia di Semarang ketika menciptakan lagu ini.
Lirik Bangun Pemuda Pemudi mengalir seperti seruan kepemudaan yang kuat: “Bangun pemuda pemudi Indonesia, tangan bajumu singsingkan untuk negara.”
Setiap kata-bait dari lagu ini sarat dengan motivasi: dari pengakuan tanggung jawab generasi muda terhadap nusa dan bangsa, hingga panggilan agar pemuda dan pemudi menjalani hidup dengan kejujuran, keteguhan, pikir jernih, hati lurus dan tingkah laku yang halus.
Baca Juga: Hari Libur Sumpah Pemuda 28 Oktober 2025, Ini Fakta dari SKB 3 Menteri
Dalam konteks Banten khususnya, lagu ini lebih dari sekadar lagu nasional.
Dengan demografi yang sebagian besar adalah kaum muda dan maraknya aktivitas komunitas pemuda di berbagai kabupaten/kota, Bangun Pemuda Pemudi bisa menjadi nyanyian reflektif yang mengajak generasi lokal untuk berperan aktif dalam pembangunan daerah.
Baik dalam aktivitas sosial, lingkungan, budaya maupun ekonomi muda-mudi Banten diharapkan tidak hanya menjadi “penonton” perubahan, melainkan pelaku aktifnya.
Not angka lagu yang dipublikasikan juga memudahkan sekolah-sekolah, sanggar pemuda, dan komunitas di Banten untuk membawakan lagu ini bersama di pentas atau upacara.
Baca Juga: Cawalkot Tangerang Faldo Maldini Maknai Momen Sumpah Pemuda Dengan Keragaman
Dengan pemahaman terhadap makna di balik tiap bait, pelantun lagu tak sekadar menyanyi, tetapi juga memahami amanah yang disematkan dalam nada dan kata.
Seperti bagian yang berbunyi, “Sudi tetap berusaha jujur dan ikhlas, tak usah banyak bicara, terus kerja keras”.
Kalimat itu menjadi pengingat bahwa semangat kepemudaan bukan hanya soal retorika, melainkan soal tindakan nyata.
Lebih jauh, pemahaman terhadap latar belakang penciptaan lagu ini penting agar generasi muda Banten tidak hanya menghafal lirik, tetapi juga memahami konteks sejarah dan nilai yang terkandung.
Alfred Simanjuntak menciptakan lagu ini pada masa penjajahan masa saat pemuda merasakan beban besar terhadap perjuangan kemerdekaan.
Di zaman kini, perjuangan pemuda bisa berbeda melibatkan peningkatan kualitas diri, aktif dalam inovasi, menjaga kelestarian lingkungan dan sosial sejalan dengan bait lagu yang menyebut “masa yang akan datang kewajibanmu lah”.
Dengan demikian, lagu ini bisa dijadikan bagian dari pendidikan karakter di sekolah-sekolah di Banten, program organisasi kepemudaan dan kegiatan komunitas.
Pelaksanaan upacara Sumpah Pemuda di Banten bisa memanfaatkan lagu ini sebagai momen refleksi.
Baca Juga: Peringatan Sumpah Pemuda di Lapas Kelas llA Serang, Warga Binaan Ikrar Setia NKRI
Bukan sekadar menyanyikan lagu nasional, tetapi menyongsong tugas kepemudaan yang relevan untuk masa depan.
Pada akhirnya, Bangun Pemuda Pemudi bukan hanya lagu yang didrag di hari peringatan.
Ia adalah panggilan untuk generasi muda di Banten dan Indonesia agar bangkit, bertanggungjawab, berpikir jernih dan bertindak dengan lurus.
Dengan memahami makna, lirik dan pencipta lagu, generasi saat ini dapat menghidupkan kembali semangat yang pernah menuntun para pemuda terdahulu.
Semoga semangat itu terus bergema, bukan hanya dalam seremonial, tapi dalam kerja nyata membangun negeri.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










