Banten

AKHIR DRAMA Maut SISWA PELOSOK! Prabowo Bentuk Satgas DARURAT JEMBATAN, Kerahkan Zeni TNI & Brimob, Target Ratusan Ribu Unit!

Saeful Anwar | 29 November 2025, 12:40 WIB
AKHIR DRAMA Maut SISWA PELOSOK! Prabowo Bentuk Satgas DARURAT JEMBATAN, Kerahkan Zeni TNI & Brimob, Target Ratusan Ribu Unit!

Tak Ada Lagi Nyawa Anak Sekolah di Ujung Jurang! Presiden Prabowo Subianto Ambil Langkah Drastis, Bangun 300.000 Jembatan Demi Keselamatan Pendidikan.

AKURAT BANTEN– Presiden RI, Prabowo Subianto, mengumumkan langkah darurat dan tegas yang langsung menyentuh hati nurani rakyat dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Darurat Jembatan.

Pembentukan Satgas ini adalah respons cepat untuk mengakhiri drama berbahaya yang dihadapi ribuan pelajar di pelosok Indonesia yang setiap hari harus mempertaruhkan nyawa demi mencapai sekolah.

Keputusan krusial ini disampaikan Prabowo dalam pidatonya yang sarat emosi pada Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 di Indonesia Arena, Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Jumat (28/11).

Prabowo bahkan menayangkan video yang menunjukkan mirisnya kondisi siswa saat berpidato, menggarisbawahi urgensi tindakan.

"Saya tidak rela anak-anak seperti itu setiap hari mempertaruhkan nyawanya untuk ke sekolah," tegas Prabowo, nada suaranya menunjukkan kepekaan terhadap kondisi siswa.

Baca Juga: Sentuhan Emas Sang Guru: Umi Salamah, Wanita yang Rela Jadikan Rumahnya Sekolah, Tersentuh Pidato Prabowo: 'Beliau Keren!'

Bukan Sekadar Angka, Ini Kenyataan Pahit di Lapangan

Masalah jembatan rusak dan ketiadaan akses aman adalah isu nyata yang berulang kali viral.

Di Nias Selatan, Sumatera Utara, misalnya, siswa-siswi terpaksa menyeberangi sungai dengan arus deras hanya untuk mengajar di SMPN 7 Bambalamotu.

Guru-guru di sana bahkan mengaku cemas, karena setiap banjir datang, banyak siswa tidak bisa datang ke sekolah karena akses terputus.

Kondisi serupa terjadi di Pandeglang, Banten, di mana pelajar harus berpegangan pada tali tambang seadanya atau meniti rakit bambu darurat di atas sungai yang arusnya sewaktu-waktu bisa membesar.

Kondisi ini sudah berlangsung bertahun-tahun, menjadi ancaman harian bagi masa depan pendidikan.

Prabowo mengungkapkan bahwa kebutuhan infrastruktur penghubung yang layak, baik berupa jembatan besar maupun penyeberangan kecil, mencapai angka yang sangat mengejutkan: 300.000 unit di berbagai wilayah Tanah Air.

Baca Juga: Pendidikan Karakter dan Otoritas Guru: Presiden Prabowo Bela Ketegasan Pendidik, Sentil Orang Tua Murid 'Nakal'

Kerahkan Zeni TNI dan Brimob: Aksi Cepat Tanpa Seminar

Untuk mewujudkan target ambisius ini dalam waktu secepatnya, Presiden Prabowo mengambil kebijakan yang melibatkan seluruh sumber daya negara, berorientasi pada aksi cepat dan kerja nyata.

Pengerahan SDM Intelektual: Presiden secara langsung menugaskan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, untuk mengerahkan SDM teknik sipil dari perguruan tinggi guna membantu perencanaan dan percepatan pembangunan ratusan ribu jembatan tersebut.

Aksi Cepat TNI & Polri: Tak hanya itu, Prabowo memerintahkan penggunaan kekuatan penuh TNI dan Polri.

Batalion-batalion Zeni TNI dan Kompi-kompi Brimob Polri diminta turun langsung ke desa-desa untuk membantu masyarakat dalam pembangunan jembatan darurat dan permanen.
"Tidak ada kita bicara feasibility study, seminar, terlalu lama. Anak-anak kita teriak, kita harus jawab," katanya, menegaskan pentingnya tindakan langsung tanpa hambatan prosedural birokrasi.

Baca Juga: TERUNGKAP! Isu Nikah Siri, DM Istri Sah, hingga CCTV Bocor: Tangis Inara Rusli Pecah, Klaim Dirinya Korban Kebohongan Berantai

Sentilan untuk Elite Jakarta: Kerja Nyata, Bukan Hardikan

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menyentil elite-elite di Jakarta agar lebih peka dan fokus pada kerja nyata, bukan hanya retorika kosong atau saling serang.

Ia menyerukan agar fokus negara diarahkan sepenuhnya untuk mengatasi masalah mendasar seperti keselamatan pendidikan.

"Tidak dengan hardik-menghardik, tidak dengan maki-memaki, tidak mengejek. Kita harus atasi jembatan itu dengan kerja nyata, pikiran nyata," tutup Prabowo, mengirimkan pesan pentingnya kolaborasi untuk menyelamatkan nyawa dan masa depan pelajar.

Dengan dibentuknya Satgas Darurat Jembatan dan pengerahan Zeni-Brimob, pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto mengirimkan pesan kuat: Keselamatan dan masa depan anak-anak Indonesia adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar lagi, dan Negara akan hadir dengan kekuatan penuh (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman