Banten

Dunia 'Geger' Maduro Ditangkap Trump, Ekonomi Indonesia Malah Aman? Purbaya Ungkap Keanehan Ini!

Saeful Anwar | 6 Januari 2026, 07:13 WIB
Dunia 'Geger' Maduro Ditangkap Trump, Ekonomi Indonesia Malah Aman? Purbaya Ungkap Keanehan Ini!

AKURAT BANTEN– Dunia internasional baru saja dikejutkan dengan aksi berani Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump yang melakukan penangkapan terhadap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. 

Di tengah tensi geopolitik yang memanas, banyak pihak mengkhawatirkan dampaknya terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia. 

Namun, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya Yudhi Sadewa, justru melihat adanya "keanehan" yang menarik.

Baca Juga: Nasib Aset Migas Pertamina di Venezuela Pasca Penangkapan Maduro: Akankah Disapu Bersih Amerika Serikat?

Hukum Dunia Sedang Tidak Baik-baik Saja?

Purbaya menyoroti betapa "anehnya" hukum dunia saat ini. 

Dalam keterangannya, yang dilansir Akurat Banten dari kanal YouTube @merdekadotcom, Selasa, 6/1/1016,

ia melihat bahwa sebuah negara kini seolah-olah bisa melakukan intervensi terhadap kedaulatan negara lain dan "lolos" dari pengawasan ketat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). 

"Hukum dunia agak aneh sekarang. PBB-nya hemat saya lemas," ujar Purbaya dengan nada tajam saat menanggapi situasi di Venezuela tersebut. 

Baca Juga: GILA! Istri di Makassar Paksa Suami Perkosa Karyawan Sendiri Sambil Direkam: Dalihnya Buktikan Selingkuh!

Pasar Malah "Hijau", Apa Rahasianya?

Bukannya mengalami kepanikan massal, pasar global justru memberikan reaksi yang tak terduga.

Purbaya mencatat bahwa pasar saham justru bergerak positif atau naik pasca kejadian tersebut 

Ada beberapa alasan mengapa "drama" Venezuela ini tidak mengguncang ekonomi kita sekuat yang dibayangkan:

Kapasitas Minyak Venezuela Terbatas: Meski Venezuela adalah negara kaya minyak, peran mereka di pasar global saat ini sudah sangat terbatas karena sanksi dan masalah internal yang lama

Baca Juga: Gelap Mata! Ustaz di Tangerang Tega Habisi Nyawa Sahabat Demi Judi Online: Utang Rp1,4 Juta Berujung Maut

Langkah Alaska Trump: Amerika Serikat telah mengizinkan pengeboran (drilling) di Alaska.

Hal ini diprediksi akan menjaga pasokan minyak dunia tetap aman, sehingga harga minyak dunia cenderung stabil atau bahkan turun. 

Dampak ke Rupiah: Menariknya, jika harga minyak dunia turun, hal ini justru bisa menjadi angin segar bagi nilai tukar Rupiah.

Sebagai negara importir minyak, penurunan harga komoditas ini akan mengurangi beban subsidi dan memperkuat posisi mata uang kita. 

Baca Juga: Geger! Dikira Sudah Mati Akibat Kecelakaan, Pemuda di Jember Tiba-tiba Pulang Saat Tahlilan Sedang Berlangsung

APBN 2026: Apakah Terganggu?

Bagi masyarakat yang khawatir akan kenaikan harga BBM akibat gejolak ini, Purbaya menegaskan bahwa dampaknya ke Indonesia tergolong minimum karena jarak geografis yang jauh dan keterlibatan ekonomi yang tidak terlalu erat dengan Venezuela. 

Terkait pelaksanaan anggaran negara, Purbaya juga memastikan bahwa meskipun prosesi seremonial seperti penyerahan DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) mungkin berubah, sistem APBN tetap berjalan normal. 

Penggunaan anggaran di kementerian dan lembaga dipastikan tetap cair sesuai kebutuhan. 

Baca Juga: Gebrakan Prabowo: Lumpur Bencana Tak Lagi Dibuang, Tapi Dijual ke Swasta untuk Rakyat!

Kesimpulan: Tetap Waspada Namun Tenang

Meskipun panggung politik dunia sedang penuh kejutan "ala Trump", 

Fondasi ekonomi Indonesia dinilai masih cukup tangguh menghadapi riak-riak dari Amerika Latin. 

Fokus pemerintah saat ini tetap pada menjaga daya beli dan memastikan efisiensi subsidi energi tetap terjaga (**) 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman