Dunia 'Geger' Maduro Ditangkap Trump, Ekonomi Indonesia Malah Aman? Purbaya Ungkap Keanehan Ini!

AKURAT BANTEN– Dunia internasional baru saja dikejutkan dengan aksi berani Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump yang melakukan penangkapan terhadap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.
Di tengah tensi geopolitik yang memanas, banyak pihak mengkhawatirkan dampaknya terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia.
Namun, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya Yudhi Sadewa, justru melihat adanya "keanehan" yang menarik.
Hukum Dunia Sedang Tidak Baik-baik Saja?
Purbaya menyoroti betapa "anehnya" hukum dunia saat ini.
Dalam keterangannya, yang dilansir Akurat Banten dari kanal YouTube @merdekadotcom, Selasa, 6/1/1016,
ia melihat bahwa sebuah negara kini seolah-olah bisa melakukan intervensi terhadap kedaulatan negara lain dan "lolos" dari pengawasan ketat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
"Hukum dunia agak aneh sekarang. PBB-nya hemat saya lemas," ujar Purbaya dengan nada tajam saat menanggapi situasi di Venezuela tersebut.
Pasar Malah "Hijau", Apa Rahasianya?
Bukannya mengalami kepanikan massal, pasar global justru memberikan reaksi yang tak terduga.
Purbaya mencatat bahwa pasar saham justru bergerak positif atau naik pasca kejadian tersebut
Ada beberapa alasan mengapa "drama" Venezuela ini tidak mengguncang ekonomi kita sekuat yang dibayangkan:
Kapasitas Minyak Venezuela Terbatas: Meski Venezuela adalah negara kaya minyak, peran mereka di pasar global saat ini sudah sangat terbatas karena sanksi dan masalah internal yang lama
Langkah Alaska Trump: Amerika Serikat telah mengizinkan pengeboran (drilling) di Alaska.
Hal ini diprediksi akan menjaga pasokan minyak dunia tetap aman, sehingga harga minyak dunia cenderung stabil atau bahkan turun.
Dampak ke Rupiah: Menariknya, jika harga minyak dunia turun, hal ini justru bisa menjadi angin segar bagi nilai tukar Rupiah.
Sebagai negara importir minyak, penurunan harga komoditas ini akan mengurangi beban subsidi dan memperkuat posisi mata uang kita.
APBN 2026: Apakah Terganggu?
Bagi masyarakat yang khawatir akan kenaikan harga BBM akibat gejolak ini, Purbaya menegaskan bahwa dampaknya ke Indonesia tergolong minimum karena jarak geografis yang jauh dan keterlibatan ekonomi yang tidak terlalu erat dengan Venezuela.
Terkait pelaksanaan anggaran negara, Purbaya juga memastikan bahwa meskipun prosesi seremonial seperti penyerahan DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) mungkin berubah, sistem APBN tetap berjalan normal.
Penggunaan anggaran di kementerian dan lembaga dipastikan tetap cair sesuai kebutuhan.
Baca Juga: Gebrakan Prabowo: Lumpur Bencana Tak Lagi Dibuang, Tapi Dijual ke Swasta untuk Rakyat!
Kesimpulan: Tetap Waspada Namun Tenang
Meskipun panggung politik dunia sedang penuh kejutan "ala Trump",
Fondasi ekonomi Indonesia dinilai masih cukup tangguh menghadapi riak-riak dari Amerika Latin.
Fokus pemerintah saat ini tetap pada menjaga daya beli dan memastikan efisiensi subsidi energi tetap terjaga (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










