Mahfud MD Soroti Kebijakan Mendadak Prabowo, Sebut Menkeu Purbaya Harus Putar Otak Cari Anggaran

AKURAT Banten – Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengemukakan pandangannya mengenai pola pengambilan kebijakan di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, sejumlah program pemerintah diumumkan secara cepat sehingga kementerian terkait harus segera menyesuaikan aspek teknis maupun pendanaannya.
Dalam keterangannya, Mahfud menilai Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjadi salah satu pejabat yang menghadapi tantangan terbesar.
Ia berpendapat setiap kali muncul kebijakan baru, Kementerian Keuangan dituntut segera menyiapkan skema pembiayaan agar program tersebut dapat dijalankan.
Baca Juga: Mahfud MD Pertanyakan URI Bentukan Prabowo, Soroti Jabatan 'Gubernur' Sebelum Ada Rektor
Mahfud menggambarkan situasi tersebut sebagai pekerjaan yang tidak ringan.
Sebab, selain menjaga stabilitas fiskal, Kementerian Keuangan juga harus memastikan setiap program memiliki sumber anggaran yang sesuai dengan ketentuan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Menurut Mahfud, proses penyusunan kebijakan idealnya diawali dengan pembahasan yang matang di tingkat internal pemerintah.
Kajian mengenai kebutuhan anggaran, kesiapan regulasi, hingga mekanisme pelaksanaan sebaiknya dirampungkan sebelum kebijakan diumumkan kepada masyarakat.
Baca Juga: Mahfud MD Kritik Sayembara Tangkap Begal Dedi Mulyadi, Sebut Bisa Picu Anarki
Ia menilai langkah tersebut dapat mengurangi potensi kendala pada tahap implementasi.
Dengan perencanaan yang lebih komprehensif, kementerian teknis dinilai akan lebih mudah menjalankan program tanpa harus melakukan penyesuaian dalam waktu yang sangat singkat.
Dalam penyampaiannya, Mahfud juga mencontohkan beberapa kebijakan yang menurutnya lebih dahulu diumumkan dibandingkan kesiapan teknisnya.
Ia berpandangan kondisi seperti itu membuat jajaran pembantu presiden harus bekerja ekstra untuk menyusun langkah pelaksanaan setelah kebijakan dipublikasikan.
Meski demikian, Mahfud menegaskan bahwa pendapat yang disampaikannya merupakan bentuk evaluasi terhadap tata kelola pemerintahan, bukan kritik yang ditujukan secara personal kepada Presiden Prabowo maupun Menteri Keuangan Purbaya.
Ia berharap setiap kebijakan strategis pemerintah ke depan disusun melalui proses perencanaan yang lebih terintegrasi sehingga seluruh aspek administratif, regulasi, dan pembiayaan telah dipastikan sebelum diumumkan kepada publik.
Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak Istana maupun Kementerian Keuangan mengenai pandangan Mahfud MD tersebut.
Pernyataannya pun memunculkan diskusi di ruang publik mengenai pentingnya sinkronisasi antara kebijakan pemerintah dengan kesiapan anggaran negara agar pelaksanaannya berjalan lebih efektif.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 5Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 6Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 7Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 8Man City Dihantam Kasus Finansial, Steven Gerrard Angkat Suara: Bukan Degradasi, Hukuman Ini yang Harus Diterima!
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!










