Roy Suryo Yakin Sayembara Ijazah Gibran Tak Berujung, Ada Klaim Mengejutkan di Baliknya

AKURAT BANTEN – Polemik mengenai dokumen pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali memasuki babak baru.
Kali ini, perhatian tertuju pada pernyataan Roy Suryo terkait sayembara yang menawarkan hadiah bagi pihak yang mampu menunjukkan ijazah SMA atau sederajat milik Gibran.
Roy menilai peluang munculnya pemenang dalam sayembara tersebut sangat kecil.
Ia bahkan menyebut tingkat keyakinannya mencapai 99,9 persen bahwa tidak akan ada pihak yang berhasil memenuhi tantangan tersebut.
Baca Juga: Desakan Copot Kapolri Menguat: Kasus Ijazah Jokowi Kembali Jadi Sorotan, Prabowo Ditantang Bersikap
Sayembara itu sebelumnya digagas pakar hukum tata negara Denny Indrayana.
Tantangan tersebut memberikan hadiah Rp250 juta bagi pihak yang dapat menunjukkan ijazah asli SMA atau dokumen pendidikan setara milik Gibran.
Langkah Denny kemudian memicu kembali perdebatan mengenai riwayat pendidikan Wakil Presiden.
Menurut Roy, keyakinannya bukan sekadar dugaan.
Baca Juga: Sayembara Ijazah Gibran Rp250 Juta Bikin Geger, PSI Sebut Dokumen Sudah Ditunjukkan
Ia mengaku pernah melakukan penelitian langsung ketika berada di University of Technology Sydney (UTS).
Berdasarkan penelitian yang diklaimnya tersebut, Roy menyatakan tidak menemukan keberadaan ijazah SMA atau sederajat yang dimaksud.
Pernyataan tersebut tentu menjadi bagian dari polemik yang masih berlangsung.
Klaim Roy mengenai keberadaan dokumen perlu dibedakan dari keputusan atau temuan resmi lembaga yang memiliki kewenangan untuk memeriksa dokumen pendidikan.
Baca Juga: Prediksinya 100 Persen Akurat! Sosok di Balik Strategi Hukum Jokowi Hadapi Tudingan Ijazah Palsu
Roy juga menyoroti dokumen penyetaraan pendidikan yang dikaitkan dengan riwayat pendidikan Gibran.
Ia bahkan menyampaikan dugaan bahwa dokumen tersebut bermasalah.
Namun, tudingan tersebut tetap merupakan klaim yang memerlukan pembuktian dan verifikasi melalui mekanisme yang berlaku.
Sementara itu, keberadaan sayembara Denny menunjukkan bahwa persoalan ijazah Gibran masih menjadi bahan perdebatan publik.
Baca Juga: Megawati Buka Suara soal Ijazah Jokowi, PDIP Lepas Tangan? Begini Penjelasannya
Denny sebelumnya menyatakan siap memberikan hadiah kepada pihak yang mampu menunjukkan ijazah SMA atau sederajat Gibran.
Tantangan tersebut muncul setelah ia mempertanyakan transparansi dokumen pendidikan Wakil Presiden.
Perdebatan kemudian tidak hanya berkisar pada apakah dokumen tersebut dapat diperlihatkan kepada masyarakat.
Persoalan juga menyentuh riwayat pendidikan Gibran yang sebagian ditempuh di luar Indonesia serta bagaimana dokumen pendidikan tersebut diperlakukan dalam proses administratif pencalonan.
Baca Juga: Jokowi Dikira Cuekin Polemik Ijazah, Pengakuan Andi Azwan Justru Bikin Publik Terkejut
Di tengah situasi tersebut, masyarakat perlu mencermati perbedaan antara dokumen yang tidak dipublikasikan dan dokumen yang dinyatakan tidak ada.
Keduanya merupakan persoalan berbeda yang tidak dapat langsung disimpulkan hanya berdasarkan pernyataan satu pihak.
Begitu pula dengan klaim mengenai keaslian suatu dokumen.
Pemeriksaan idealnya dilakukan dengan melihat dokumen asli, catatan institusi pendidikan, serta keterangan dari pihak atau lembaga yang berwenang.
Baca Juga: Ijazah Jokowi Lagi-Lagi Jadi Sorotan, Bachrum Achmadi Lempar Sindiran Pedas 'Takut Dilihat?'
Dengan begitu, kesimpulan yang muncul memiliki dasar yang dapat diverifikasi.
Roy sendiri menganggap sayembara tersebut justru dapat memperkuat upaya hukum yang dilakukan sejumlah pihak.
Ia menyebut langkah tersebut sejalan dengan perkara yang tengah diperjuangkan melalui jalur pengadilan.
Pernyataan Roy membuat sayembara yang sebelumnya sudah menarik perhatian kembali menjadi sorotan.
Baca Juga: Denny Indrayana Buka Sayembara Ijazah Gibran, Malah Diserang Balik 'Kasus Lama Ikut Disorot'
Publik kini dihadapkan pada dua pertanyaan utama: apakah ada pihak yang mampu memenuhi tantangan tersebut dan apakah dokumen yang dimaksud nantinya dapat diverifikasi secara independen.
Di sisi lain, polemik ini menunjukkan bagaimana isu dokumen pendidikan pejabat publik dapat berkembang menjadi perdebatan panjang.
Ketika informasi berasal dari berbagai pihak dengan kesimpulan berbeda, kebutuhan terhadap bukti yang dapat diperiksa secara terbuka menjadi semakin penting.
Bagi masyarakat, penyelesaian persoalan sebaiknya tidak berhenti pada saling klaim.
Baca Juga: Tim Roy Suryo Sebut UGM Belum Berwenang Nyatakan Ijazah Jokowi Asli, Alasannya Jadi Sorotan
Pernyataan mengenai keberadaan maupun ketiadaan ijazah harus dibuktikan dengan data yang dapat dipertanggungjawabkan.
Untuk sementara, keyakinan Roy Suryo bahwa 99,9 persen sayembara ijazah Gibran tidak akan memiliki pemenang masih merupakan pandangan yang ia sampaikan berdasarkan penelitian versinya.
Apakah prediksi tersebut benar-benar terbukti, tetap bergantung pada perkembangan sayembara dan bukti yang nantinya muncul.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 3Sengketa Honor LKM Ciomas: Penagihan Kredit Tembus Rp856 Juta, Upah Tim Likuidasi Malah Menggantung
- 4Adik Eks Kepala BNPB Diduga Gunakan Dana Bencana untuk Beli Saham, KPK Bongkar Kasusnya
- 5UMKM Wajib Tahu! Cara Daftar Sertifikat Halal Online, Ada 1,35 Juta Kuota Gratis pada 2026
- 6Brasil Pernah Bantai Thailand dan Vietnam 9-1, Kini Timnas Futsal Indonesia Kalah 0-3!
- 7Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!
- 8Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 9Yarmolyuk Menanduk Jacquet di Kotak Penalti, Kok Liverpool Malah Tak Dapat Penalti? Ini Aturannya!
- 10Chelsea Ketar-ketir Tanpa Reece James, 3 Gelandang Ini Masuk Radar Xabi Alonso untuk Januari 2027









