Kisah Pasien Kanker Otak Stadium 4 Hidup dengan Anjing, Divonis Mati 5 Bulan Lagi

AKURAT BANTEN - Seorang pria bernama Agus (29), menderita kanker otak stadium 4. Dokter memvonis, hidupnya tidak lama lagi.
Yang mengenaskan, dokter juga menyebut peluang Agus untuk hidup hanya sekitar 5 bulan lagi. Di akhir hayatnya, Agus ditemani anjing.
Ya, anjing peliharaan berwarna hitam, berjenis Labrador betina. Dia memberi nama anjing itu dengan Gracie.
Baca Juga: Makam Syekh Muhammad Soleh Gunung Santri, Murid Sunan Ampel Pernah Menjelma Seekor Ayam Jago
Hubungan emosional Agus dengan Gracie sangat dekat. Padahal, Gracie baru satu tahun menemani Agus di rumahnya.
Tetapi, mereka batin mereka saling mengikat. Persahabatan antara manusia dengan anjing itu sangat tulus dan menggugah.
Namun, bencana datang. Masyarakat luar yang tidak tahu situasi itu dan benci dengan anjing, datang menggeruduk rumah Agus.
Gracie pun diusir. Agus pun terpisah dengan anjing peliharaannya.
Baca Juga: Panji Gumilang Diperiksa di Lapas Indramayu, Terkait Tindak Pidana Pencucian Uang
Video Agus bersama Gracie, dengan kisahnya yang menguras air mata pun viral dan tersebar luas di media sosial.
Seperti yang dibagikan akun X Peter Bong Marbun @bumbukuning.
"Asli emosi, ada penjuan kanker udah divonis hidup ga lama lagi. Dia ngabisin sisa waktu nya ditemenin sama service dog yang jinak banget. Hampir ga berisik," katanya, dikutip Kamis (9/11/2023).
Baca Juga: Buruh Kabupaten Serang Minta Kenaikan Upah 20 Persen, Disnakertrans Belum Punya Jawaban
Dikatakan, saat seseorang di ujung ajalnya, dan hanya ada seekor anjing yang menemaninya, tetapi mereka dipisahkan.
"Bond mereka kuat banget. Tiba-tiba digeruduk warga yang ga suka anjing, misahin mereka. Si anjing dikasarin pula. Gila," protesnya.
Dijelaskan, anjing itu tidak pernah mengganggu warga. Bahkan, tidak berisik. Dia hanya menemani Agus diakhir masa hidupnya.
Baca Juga: Dugaan Kejahatan Korporasi Blue Bird Diungkap, Ternyata Ada Perusahaan di Dalam Perusahaan
"Anjing nya pinter gitu, dilatih unit K-9. Masih aja dibenci, segala dikandangin di kandang sempit ama warga," jelasnya.
Yang membuat remuk lagi, rumah Agus digerebek tentara dan polisi. Mereka juga merebut Gracie dari Agus. Beruntung, RRDC Jogja mengetahui hal ini dan bergerak cepat membawa kembali Gracie.
"Kasian mas Agus, tahu-tahu disamperin tentara sama polisi buat ngambil anjingnya. But, terima kasih buat RRDC Jogja yang gercep Bantu handle masalah ini. Mereka udah bareng lagi," ungkapnya.
Agus sempat berpisah dengan Gracie selama 6 hari. Saat itu, hatinya sangat hancur. Dibanding vonis mati dokter, dia lebih takut tidak akan bertemu lagi dengan anjing hitam kesayangannya itu.
"Setelah 6 hari, mas Agus datang menjemput Gracie. Mereka berdua akan berangkat ke Bogor dan tinggal bersama. Gracie akan selalu mendampingi agus selalu, karena mereka tidak terpisahkan," jelasnya.
Kisah hubungan batin anjing dan manusia bukan kali ini saja terjadi.
Anjing memang sudah lama menjadi teman hidup manusia. Tidak hanya untuk menjaga rumah, ladang, dan berburu.
Anjing juga menjadi teman bermain. Anjing dapat mengidentifikasi pemiliknya, bahkan ketika suaranya sangat mirip dengan orang asing.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini







