Tak Betah Tinggal di Huntara, Ratusan Warga Terdampak Banjir 2020 di Lebak Desak Pemerintah Tunaikan Janjinya

AKURAT BANTEN - Warga korban bencana banjir dan tanah longsor 2020, berharap bisa segera menempati hunian tetap dan hidup layak seperti warga lainnya.
Harapan itu disampaikan warga Kampung Cigobang, Desa Banjarsari, Kecamatan Lebakgedong terdampak bencana yang hingga sekarang ini masih menempati hunian sementara.
Harapan ratusan warga terdampak banjir bandang tersebut dinilai wajar, karena selama kurun waktu lima tahun mereka menunggu kejelasan bantuan yang dijanjikan pemerintah.
Sebanyak 120 kepala keluarga dengan total 356 jiwa lebih terpaksa harus menempati 97 hunian sementara yang ada di lahan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).
Huntara yang mereka tempati itu rata-rata berukuran panjang 6 meter dan lebar 4 meter itu beralaskan anyaman bambu dengan dinding dan atap dari terpal.
- Baca Juga: Pasangan Capres-cawapres Prabowo-Gibran Menang di TPS Khusus Warga Binaan Lapas Rangkasbitung
- Baca Juga: 266 Petugas KPPS dan Panwas di Lebak Banten Dilarikan ke Faskes
- Baca Juga: Tak Diberi Uang Makan, Panwascam di Ciledug Dipukuli Anggotanya
“Kan itu janji pemerintah saat kejadian, membangun rumah yang layak pertama, terus jalan. Sudah nggak betah dan nggak nyaman tinggal di Huntara," kata Risma salah seorang warga terdampak yang tinggal di Huntara kepada wartawan.
Warga terdampak bencana banjir bandang 2020 lalu mengaku bosan dengan janji-janji yang disampaikan pemerintah.
“Kami sudah ikut memilih pemimpin dan nyoblos. Kami berharap yang tadi dipilih bisa menepati janji-janjinya. Kami sudah bosan dengar janji, ingin lihat bukti,” imbuhnya.
Senada disampaikan Samsudin. Ia berharap bisa segera direlokasi. Bahkan janji tersebut pernah ia dengar saat Presiden Joko Widodo mengunjungi lokasi pasca bencana banjir bandang tahun 2020.
“Presiden pernah bicara di depan kami bahwa akan direlokasi atau direnovasi tapi sampai sekarang nol,” katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










