Edy Sindir Bobby Nasution: Tak Bisa Bedakan antara Jalan Provinsi dengan Jalan Mulyono, Terkait Anggaran Perbaikan Jalan Rusak

AKURAT BANTEN - Calon gubernur (Cagub) Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution dan Edy Rahmayadi saling sindir terkait kondisi jalan di wilayah tersebut, karena kondisinya banyak yang rusak meskipun anggaran besar sudah digelontorkan.
"Edy menyindir, jika Bobby Nasution tidak bisa membedakan jalan provinsi, dan jalan nasional terkait pembiayaannya."
Menurut Edy, usai pengundian nomor urut pasangan cagub-cawagub di Hotel Mercure Medan, jalan provinsi adalah tanggungjawab APBD, sedangkan jalan nasional tanggung pemerintah pusat dan dibiayai APBN.
"Masalah infrastruktur. Infrastruktur yang disebut oleh Bobby itu di perbatasan-perbatasan, itu jalan nasional. Itu jalan jalannya Jokowi yang belum terselesaikan, Mulyono," kata Edy pada, Selasa (24/9) dikutip Akurat Banten.
Walaupun demikian, Edy tetap berjuang untuk menuntaskan pekerjaannya yang belum selesai pada periode sebelumnya, saat dirinya bersama Musa Rajek Shah (Ijeck), seperti:
1. Masalah pendidikan
2. Masalah kesehatan
3. Masalah infrastruktur
4. Masalah pertanian dan perkebunan
5. Masalah pariwisata, yang menjadi super prioritas adalah di Danau Toba.
Baca Juga: KPU Lebak Menggelar Penetapan dan Pengundian Nomor Urut Paslon Bupati dan Wakil Bupati Lebak
Sebelumnya, Bobby Nasution menyerang Kompetitornya Edy Rahmayadi dengan mengatakan:
"Kondisi infrastruktur, terutama jalan yang rusak di berbagai wilayah di Sumut merupakan "cerita klasik" yang tak kunjung selesai dari masa ke masa."
Pada tahun 2022, di bawah kepemimpinan Edy Rahmayadi, Pemprov Sumut menghabiskan Rp2,7 triliun hanya untuk proyek jalan.
Menurut Bobby, "Harus nya dengan 14 triliun lebih (per) satu tahun, 2,7 triliun untuk jalan harusnya kalau bisa selesai proyek itu, mungkin agak sedikit enak, tapi kalau tak selesai agak gerak juga jalanan di Sumatera Utara," ungkapnya.
Sebagai informasi, Edy yang berpasangan Hasan Basri Sagala mendapatkan nomor urut 2 di Pilgub Sumut. Menurut Edy, nomor urut 2 pertanda dua periode kepemimpinannya di Sumut.
"Nomor dua itu tandanya dua periode. Program yang dilakukan kenapa saya katakan tadi nomor dua itu dua periode karena program kami yang satu periode belum terselesaikan," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










