Banten

MOMEN BERSEJARAH: Wali Kota Muslim New York Pertama Baca Ayat Suci Al-Qur'an di Pidato Kemenangan, Lalu Sindir Trump!

Saeful Anwar | 7 November 2025, 09:31 WIB
MOMEN BERSEJARAH: Wali Kota Muslim New York Pertama Baca Ayat Suci Al-Qur'an di Pidato Kemenangan, Lalu Sindir Trump!

 

AKURAT BANTEN-Kemenangan Zohran Mamdani sebagai Wali Kota New York pada Selasa, 4 November 2025, bukan hanya sekadar pergantian kepemimpinan, tetapi sebuah gempa politik historis.

Politisi Demokrat-Sosialis berusia 34 tahun ini tidak hanya mematahkan dominasi politik lama, ia juga menorehkan sejarah sebagai Wali Kota Muslim dan Asia Selatan pertama di New York, kota paling ikonik di Amerika.

Baca Juga: AKHIR DRAMATIS! Dedi Mulyadi Pasang Badan untuk Guru Subang yang Diminta Ganti Rugi Visum Rp150 Ribu, Kasus Berakhir Damai

Mandat Inklusivitas dan Akhir Dinasti Cuomo

Di hadapan ribuan pendukung yang tumpah ruah di Brooklyn, pidato kemenangan Mamdani bergaung dengan pesan yang lantang:

"mandat untuk politik yang merangkul semua orang." Kemenangannya yang mengalahkan mantan Gubernur Andrew Cuomo—yang sempat didukung oleh Donald Trump—menandai runtuhnya dinasti politik yang menurutnya hanya menguntungkan segelintir elite.

"Saya masih muda, saya seorang Muslim, saya seorang sosialis demokrat, dan saya tidak akan pernah meminta maaf atas semua itu," tegas

Mamdani, yang disambut sorakan histeris.

Penekanan pada identitasnya ini menjadi titik balik, mengubah hal yang sebelumnya dianggap ‘kelemahan’ oleh lawan politik menjadi kekuatan kolektif.

Mamdani secara khusus menyuarakan hak komunitas Muslim, menegaskan bahwa "Setiap Muslim harus merasa menjadi bagian dari kota ini. Tidak ada tempat untuk Islamofobia di New York."

Momen paling spiritual dan menyentuh terjadi saat ia membacakan ayat suci Al-Qur’an di podium, sebuah simbol yang menyatukan solidaritas spiritual dengan aspirasi politik.

Baca Juga: Air Mata dan Janji Setia di Tengah Badai: Begini Reaksi Pilu Habib Jafar Atas Penangkapan Onad

Tensi Politik Memanas: Mamdani vs. Donald Trump

Bagian paling eksplosif dari pidato Mamdani adalah ketika ia langsung menyasar Presiden Donald Trump, yang secara terbuka mendukung Andrew Cuomo.

Dengan tatapan mata tajam, ia mengirimkan pesan yang akan dikenang: “Saya tahu Trump menonton pidato saya. Naikkan volumenenya. Dengarkan, Trump—New York adalah dan akan tetap menjadi kota untuk rakyatnya.”

Tantangan terbuka ini segera memicu reaksi dari Gedung Putih.

Hanya beberapa saat kemudian, Trump membalas di platform media sosialnya, Truth Social, dengan postingan misterius: “And so it begins!” (Dan ini dimulai!).

Perang kata-kata ini mengisyaratkan sebuah babak baru ketegangan politik antara Balai Kota New York yang progresif dengan Washington DC yang dipimpin kubu konservatif, terutama terkait janji kampanye Mamdani tentang pembekuan sewa dan transportasi umum gratis.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Pasang Badan! Guru Penampar Siswa di Subang Diminta Ganti Rugi Rp150 Ribu Biaya Visum

Pesta Kemenangan dengan Sentuhan Bollywood

Kemenangan bersejarah ini tidak hanya ditandai dengan janji politik, tetapi juga nuansa budaya yang kuat.

Sebagai putra dari sutradara kenamaan Mira Nair, Mamdani menutup malam dengan kejutan: lagu ikonik Bollywood, “Dhoom Machale,” dimainkan saat ia meninggalkan panggung.

Momen unik ini langsung viral, merayakan akar budayanya dan menegaskan bahwa politik baru New York akan menjadi ruang bagi setiap identitas, dari jalanan Queens hingga sinema global.

Dengan latar belakang sebagai aktivis dan legislator negara bagian, Zohran Mamdani kini berada di garis depan.

Ia bukan sekadar Wali Kota, tetapi simbol gerakan sosialis muda yang menolak status quo.

New York kini menunggu, apakah visi idealisnya akan mampu menghadapi tantangan kompleks di salah satu pusat kekuasaan global tersebut. (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman