Dikaji Ulang, Program Infak Siswa se-Kota Tangerang Jadi Ajang Bisnis Umroh Siapa?

AKURAT BANTEN - Program Infaq dan sedekah sekolah (Islah) yang mewajibkan seluruh siswa SD dan SMP negeri, maupun swasta di Kota Tangerang disinyalir menjadi kepentingan bisnis umrah.
Program Islah yang disebut merupakan inisiasi dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang bersama Dinas Pendidikan bersama Mui Kota Tangerang ini,mengajak para murid untuk bersedekah sebesar Rp2000 yang nantinya dialokasikan salah satunya untuk umrah para guru.
Seorang sumber Akurat Banten yang enggan disebutkan identitasnya mengaku, jika berjalannya program Islah yang salah satunya memiliki program memberangkatkan guru-guru ke Tanah Suci, menjadi angin segar bagi Travel Umroh yang diduga dimiliki seorang pejabat di Pemkot Tangerang itu.
Baca Juga: Bawaslu Pandeglang: Pemberi dan Penerima Sembako Bisa Kena Sanksi Pidana
“Jadi ada pejabat yang memiliki travel umroh, yang nantinya jika memberangkatkan para guru dari hasil sedekah para murid itu melalui jasa tersebut,” ujar pria saat ditemui, Sabtu (28/9/2024).
Selain itu, program Islah yang juga telah diketahui oleh Pj Wali Kota Tangerang itu, merupakan kepentingan cuan pribadi semata.
“Jadi wajar, kalau program Islah itu langsung dikaji. Karena didalam program itu, banyak yang memiliki kepentingan pribadi,” tandanya.
Baca Juga: Anggota DPRD Lebak Angkat Bicara, Ambulance Tidak Bayar Parkir pun, RSUD Adjidarmo Tak Akan Bangkrut
Sedangkan, sejak kemarin hingga hari ini, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Jamaluddin tidak mau merespon saat dikonfirmasi terkait hal tersebut. Selain tak ada dikantor, ia pun tak menjawab dan membalas pesan singkat.
Diketahui, Ketua MUI Kota Tangerang Baijuri Khotib membenarkan adanya program Islah yang ditujukan untuk menumbuhkan rasa keinginan sedekah atau berbagi sejak dini.
“Islah diciptakan dari siswa, untuk siswa, demi kemajuan dunia pendidikan di Kota Tangerang. Termasuk urusan umrah para guru, mereka adalah pahlawan yang dinilai berprestasi, rasanya berhak mereka menerima reward yang kita berikan lewat Islah ini. Program ini dipastikan menjadi kemaslahatan umat di Kota Tangerang,” ungkap Baijuri Khotib.
Sementara, Pj Wali Kota Tangerang Nurdin, mengakui Islah yang merupakan program Pemkot Tangerang. Namun, dirinya tidak mengetahui terkait dibalik rencana sedekah siswa se-Kota Tangerang itu ada unsur bisnis.
“Saya tidak paham ya soal adanya bisnis umrah itu. Saya taunya semangat untuk kebersamaan untuk endorong pembiasan saling menolong berbagi diantara anak-anak kita,” kata Nurdin.
Adanya polemik terkait program Islah tersebut, Pemkot Tangerang melalui Dinas Pendidikan Kota Tangerang akhirnya mengeluarkan Surat Pemberitahuan nomor B/5527/400/3/5/IX/2024/.
Surat itu berisi tentang adanya beberapa masukan terkait dengan kegiatan Infaq Sedekah dari Sekolah (ISLAH) yang merupakan program MUI Kota Tangerang, maka kegiatan tersebut akan dikaji ulang kembali.
Dalam surat tersebut, Dindik Kota Tangerang juga menginformasikan bahwa, kepada Kepala SD dan SMP negeri maupun swasta agar menghentikan kegiatan ISLAH sampai adanya informasi lebih lanjut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









