Salah Atur Jadwal, Acara Konser Sosialisasi Pilkada KPU Lebak Sepi Penonton, Warga Pilih Nonton Timnas Hingga Kritik Keras Anggota DPRD Kab. Lebak

AKURAT BANTEN – Acara yang cukup besar yang diinisiasi oleh KPU Lebak Banten, untuk menggalang partisipasi masyarakat dalam rangka memberikan informasi tentang proses jalannya Pilkada serentak tahun 2024, ternyata kurang mendapat respon.
Penyelenggaraannya dilaksanakan di Stadion Uwes Qorny, Rangkasbitung, Jumat (15/11/2024). Acara menghadirkan sederet artis ternama mulai dari Aura Kasih hingga Souljah.
Dalam selebaran yang beredar acara dimulai pukul 15.00 WIB hingga selesai. Beberapa acara turut dilaksanakan seperti seminar influencer, kompetisi e-sport, tradisional arts hingga live music.
Ironisnya, konser yang digadang-gadang menelan anggaran fantastis itu justru sepi penonton. Bahkan pukul 17.29 WIB tidak ada satupun penonton yang berada di sekitar panggung. Terlebih hujan mengguyur wilayah Rangkasbitung selama beberapa saat.
Salah satu warga Rangkasbitung, Andi mengaku mengetahui adanya konser Aura Kasih yang diselenggarakan KPU dalam rangka sosialisasi Pilkada 2024. Namun, dia mengaku acara tersebut berbenturan dengan pertandingan tim nasional (Timnas) Indonesia VS Jepang.
"Tahu sih (ada konser-red), tapi lebih menarik pertandingan timnas sebagai warga negara yang baik. Ini mah soal nasionalisme,"kata Andi saat dihubungi.
Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Lebak mengkritik keras Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang dituding menghamburkan dana hibah Pilkada 2024.
Anggota DPRD Lebak Agus Ider Alamsyah menyayangkan, kebijakan KPU Lebak yang menghambur-hamburkan dana hibah Pilkada 2024. Apalagi, acara yang digelar tersebut sepi dari keterlibatan masyarakat.
“Ini jelas penghamburan anggaran dana hibah Pilkada. Dalihnya sosialisasi, tapi yang hadir penyelenggara pemilu, yakni panitia pemungutan suara (PPS) dan panitia pemilihan kecamatan (PPK). Ini sosialisasi ke masyarakat atau ke penyelenggara,” kata Agus Sabtu 16 November 2024.
Politisi asal Kecamatan Cijaku menegaskan, dana hibah Pilkada yang diberikan kepada KPU Lebak merupakan uang rakyat. Dana hibah tersebut harus digunakan sebaik-baiknya untuk menyukseskan Pilkada. Bukan untuk pesta para penyelenggara.
“Saya lihat dalam sebuah tayangan video dan foto-foto yang beredar di media sosial, partisipasi masyarakat sangat minim dalam acara yang dihadiri Aura Kasih. Ketua KPU dan jajarannya tetap senang dan joget-joget di depan panggung. Padahal katanya ini sosialisasi, tapi saya menilai ini hanya pesta penyelenggara yang menggunakan uang rakyat,” Ujar Agus Ider Alamsyah kepada wartawan [**]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










