Pemkab Tangerang Menggelar Mitigasi, 44 Nakes Dibekali Pencegahan Hidrometeorologi

AKURAT BANTEN,TANGERANG - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Tangerang menggelar mitigasi bencana bekerjasama Departemen Anestesiologi, Terapi Intensif Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dan Rumah Sakit dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), di Aula RSUD Kabupaten Tangerang. Sabtu (16/11/2024).
Sebanyak 44 Nakes Puskesmas Wilayah Kabupaten Tangerang mengikuti pelatihan. Acara ini bertujuan meningkatkan pemahaman kepada tenaga kesehatan, guna memiliki respon cepat dan efektif dalam menghadapi perubahan iklim yang berpotensi bencana hidrometeorologi.
Mohamad Rifki Wakil Direktur RSUD Kabupaten Tangerang menilai, kegiatan ini penting untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan tentang kebencanaan hidrometeorologi. Termasuk upaya-upaya kedaruratan, pengurangan resiko dan penanganan pasca bencana.
"Kami berterima kasih kepada FKUI dan RSCM yang telah menginisiasi kegiatan ini, mengingat pentingnya untuk meningkatkan kesiapan rumah sakit atau puskesmas dalam menghadapi berbagai potensi bencana, terutama banjir yang menjadi ancaman serius di wilayah Kabupaten Tangerang," ujarnya.
Mohamad rifki menjelaskan, pelatihan tersebut bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan respon cepat dalam situasi darurat serta merupakan program rutin dalam penyelenggaraan Kesehatan dan Keselamatan Kerja Rumah sakit atau Puskesmas.
Sementara itu, dr. Andi Ade dari Departemen Anestesiologi, Terapi Intensif FKUI menegaskan ini bentuk pembaktian ilmu kami tentang penanganan kebencanaan. Diketahui bencana datang secara tiba-tiba sehingga memerlukan penanganan yang cepat dan terstruktur.
Baca Juga: Seru! Mantan Juara Dunia Tinju Kelas Berat Mike Tyson Kalah Angka dari Jake Paul
"Semoga materi yang kita berikan bisa di terapkan oleh para peserta dalam penanggulangan bencana secara terstruktur dan meminimalisir kerugian yang ditimbulkan," paparnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










