Miris! Belum Mampu Bayar SPP, Oknum Guru di Medan Beri Hukuman Siswa untuk Belajar di Lantai

AKURAT BANTEN - Sebuah video yang viral di media sosial memperlihatkan seorang siswa Sekolah Dasar (SD) duduk di lantai kelas saat proses belajar mengajar.
Insiden yang terjadi di Yayasan Abdi Sukma Medan ini mengundang keprihatinan publik karena diduga siswa tersebut dipaksa duduk di lantai saat proses pembelajaran akibat tidak mampu membayar uang sekolah (SPP).
Berdasarkan informasi yang beredar di media sosial melalui akun @medsoszone, kejadian ini terjadi pada tanggal 6 Januari 2025.
Baca Juga: Aksi Perampokan Minimarket di Tasikmalaya Digagalkan Warga, Pelaku Sempat Keluarkan Senjata Tajam
Sang siswa tetap masuk sekolah seperti biasa, namun orang tuanya tidak mengetahui bahwa anaknya diperlakukan demikian.
Orang tua siswa baru mengetahui kejadian tersebut pada tanggal 7 Januari 2025 dan meminta waktu kepada wali kelas untuk melunasi tunggakan SPP.
Ibu siswa tersebut juga menyaksikan langsung peristiwa tersebut, dimana anaknya harus belajar di lantai dan diasingkan dari teman-temannya.
Baca Juga: Gus Miftah Kembali Diundang untuk Hadiri Acara Pengajian, Mengaku Trauma Jika Disuguhkan Es Teh
Akibat perlakuan tersebut, siswa tersebut menjadi trauma dan enggan untuk bersekolah.
"Pada saat tanggal 8 Januari 2025 pagi, anak saya enggan untuk sekolah karena dia bilang dia malu. Awalnya saya tidak tau kalau dia sudah dua hari duduk di lantai sekolah," ungkap sang ibu dengan nada sedih.
Mengkonfirmasi kejadian tersebut, Kepala Sekolah Yayasan Abdi Sukma memberikan komentar bahwa tindakan oknum guru tersebut diluar perintah sekolah.
"Sebenarnya kalau perintah dari kepala sekolah tidak ada, cuma kepala sekolah bilang, kalau belum lunas jangan kasih raport saja dulu ya buk, biar datang wali murid kemari, meminta izin ke saya memudahkan ntah sudah masuk biar dibayar lagi gitu," ungkap pihak Yayasan Abdi Sukma.
Baca Juga: Kebakaran Hebat di Los Angeles Landa Hollywood Hills, Sejumlah Rumah Selebriti Hangus
Warganet yang melihat video tersebut langsung memberikan beragam komentar. Banyak yang mengecam tindakan pihak sekolah yang dianggap tidak manusiawi dan tidak mendidik.
Mereka meminta pihak berwenang untuk segera turun tangan dan memberikan sanksi tegas terhadap pihak sekolah yang bersangkutan.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini






