Banten

Cerita Walikota Los Angeles dan Reporter, Gemetaran Lihat Api Melahap Kota Terkaya Ke-3 dan Berpengaruh Ke-5 Didunia Menjadi Abu dan Puing Berserakan

AA LaNyalla Mahmud Mattalitti | 11 Januari 2025, 18:33 WIB
Cerita Walikota Los Angeles dan Reporter, Gemetaran Lihat Api Melahap Kota Terkaya Ke-3 dan Berpengaruh Ke-5 Didunia Menjadi Abu dan Puing Berserakan

AKURAT BANTEN - Los Angeles sebuah kota impian dan gemerlap, yang dikenal sebagai kota terkaya ke-3 dan kota berpengaruh ke-5 didunia, dalam sekejap berubah menjadi neraka yang mengerikan.

Sang Iblis Merah menari dengan liar menjilati gedung-gedung pencakar langit serta rumah-rumah mewah dengan sangat brutal. Neraka dunia yang mengamuk dan melahap segala yang dilaluinya meninggalkan jejak kehancuran yang menyebabkan langit menghitam dipenuhi oleh pesawat yang menjatuhkan bahan cair penghambat ke bukit-bukit yang terbakar seperti pertempuran udara melawan monster api.

Pada hari Kamis 9 Januari 2025, api yang mengganas bagai iblis di Hidden Hills barat, dalam sekejap, tapi itu hanyalah awal dari mimpi buruk yang sesungguhnya, dilaporkan hanya terbakar 50 hektar, ternyata meluas hingga 960 hektar.

Baca Juga: Viral! Penumpang Super Air Jet Protes Keras di Bandara Kualanamu Akibat Keterlambatan Penerbangan

Angin kencang yang bertiup hingga 60 mil per jam menyebarkan api dengan kecepatan yang mengerikan, para pemadam kebakaran dengan kekuatan yang tersisa harus berusaha mati-matian mengatasi 5 titik api, seperti ular menjalar ke arah barat menuju Malibu sepanjang Pasifik.

Jalur yang biasanya Indah tersebut, dalam sekejap berubah menjadi jalan menuju neraka, tapi ini memaksa evakuasi besar-besaran lebih dari 180.000 jiwa pada Kamis pagi. Mereka dipaksa meninggalkan rumah dan harta benda miliknya.

Sebelumnya, pada hari Selasa dan Iblis Merah telah lebih dulu melahap habis wilayah, membakar lebih dari 5000 bangunan dan mengubahnya menjadi abu kemudian di sebelah barat 5.300 bangunan lagi menyisakan kesedihan.

Baca Juga: Donasi Agus Salim Menuai Kontroversi, Farhat Abbas Ancam Korban Bencana NTT Jika Terima Dana

Para pemadam kebakaran sebagai prajurit yang berperang melawan monster berusaha mati-matian memadamkan sisa api. Namun Celakanya cuaca buruk dan perubahan iklim ekstrem yang brutal membuat api semakin mengganas menyapu apapun yang ada di hadapannya.

Kini hampir seluruh wilayah tidak terkendali, untuk hari ketiga kota ini, masih diselimuti asap tebal dan kepanikan, sedikitnya 5 orang telah dinyatakan tewas terpanggang hidup-hidup.

Seorang reporter dari sebuah televisi, melaporkan dengan suara getaran, mengatakan bahwa jumlah korban tewas akan terus bertambah, Ia mengaku, jika api seperti mencari tumbal dalam kelaparan, dan tercatat sebagai kebakaran paling merusak dalam sejarah Los Angeles.

Baca Juga: Kebakaran Hutan Los Angeles yang Parah, Berakibat Ancaman Nyata Bagi Pasar Properti California

Api telah membuat 28.000 hektar tanah mengubah lingkungan yang dulunya hijau menjadi lautan api beserta menjadikan ribuan bangunan telah hancur, menjadi saksi bisu akan keganasan api dan hampir 180.000 orang dipaksa mengungsi sementara 200.000 lainnya hidup dalam bayang-bayang ketakutan menunggu giliran mereka untuk dievakuasi.

Para peneliti bahkan berani mengatakan bahwa ini adalah sejarah Amerika Serikat dengan kerugian mencapai 150 miliar dolar, angka ini menutup rekor kerugian 30 miliar dollar yang disebabkan oleh kebakaran di California dan kebakaran lainnya pada tahun 2018.

Kabel listrik yang terputus berserakan di jalanan, membakar mobil-mobil yang ditinggalkan oleh pemiliknya, aroma asap tebal menusuk hidung dan menyesakkan setiap nafas penduduk yang memakai masker, bagai hantu di kota mati menatap nanar sisa-sisa rumah mereka yang telah hancur lebur.

Baca Juga: Timbu, Jajan Khas Kabupaten Dompu, Rasanya Legit Mengundang Selera Keluarga

Angin kencang telah menyebarkan api, di tanah kering kerontang, tanpa setetes hujanpun selama berbulan-bulan. kemudian sejak Senin malam api mengamuk tanpa henti, membakar lebih dari 11 KM persegi kota, taman bersejarah negara bagian Roger dan Sami yang dulunya tempat wisata yang indah, kini hanya tinggal puing-puing yang menghitam.

Wali kota Los Angeles dengan wajah tegang dan suara bergetar mengatakan, dalam Konferensi pers, "Bahwa bencana terburuk belum berakhir, dan meminta kepada semua orang untuk tetap waspada karena maut masih mengintai di balik asap dan api," ungkapnya.

Selanjutnya, wali kota menceritakan, "Dulunya tempat ini, adalah area orang-orang berolahraga, simbol industri hiburan, kini terancam api yang terus mendekat. Kebakaran ini, salah satu yang paling mematikan telah membakar sekitar 4.200 hektar di sini," tuturnya.

Baca Juga: Ribuan Warga Cilegon Lakukan Aksi Damai, Tuntut Pemkot Bayar Tunggakan Honorer

"Kehancuran yang mengerikan lebih dari 100.000 Orang kehilangan tempat tinggal, infrastruktur hancur, listrik padam meninggalkan ribuan rumah dalam kegelapan selama berhari-hari," sebutnya.

"Dulunya kota ini, merupakan simbol kemewahan dan kemajuan, tiba-tiba terluka sangat parah, merenggut segalanya, mulai dari kehidupan, harta benda serta harapan telah jatuh ke dalam neraka api. Warga Los Angeles yang melarikan diri dari api mencari perlindungan di tempat penampungan sementara dengan wajah-wajah yang dipenuhi ketakutan serta ketidakpastian," tambahnya.

Sebagai informasi, hingga saat ini, beberapa penduduk masih memberanikan diri kembali ke daerah yang telah hancur, namun nahas, mereka justru menemukan asap dan api yang masih berkobar, serta puing-puing rumah atau mobil berserakan dimana-mana.*******

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.