Banten

Indonesia Memiliki Pulau Terpadat Didunia, Penghuninya Membuat Daratan Ditengah Laut dengan Menumpuk Batu Karang

AA LaNyalla Mahmud Mattalitti | 13 Januari 2025, 19:53 WIB
Indonesia Memiliki Pulau Terpadat Didunia, Penghuninya Membuat Daratan Ditengah Laut dengan Menumpuk Batu Karang

AKURAT BANTEN - Data tahun 2024, Indonesia memiliki 17.380 pulau dan diantaranya terdapat 7.353 pulau yang sudah bernama, angka ini didapatkan dari penelaahan Badan Informasi Geospasial (BIG) bersama kementerian dan lembaga terkait.

Sementara itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengatakan bahwa Indonesia memiliki 13.300 pulau yang belum bernama dan tidak berpenghuni.

Pulau Bungin merupakan pulau terpadat di dunia, yang ada di Indonesia.

Menariknya, Pulau Bungin terletak di lepas laut Bali, namun secara administratif merupakan salah satu desa di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Baca Juga: Patrick Kluivert Resmi Jadi Pelatih Timnas Indonesia: Gaji Fantastis dan Target Piala Dunia 2026

Bungin sendiri berasal dari kata 'Bubungin' dalam bahasa Bajo artinya 'Tumpukan Pasir Putih di tengah Samudra luas'.

Pulau ini, luasnya hanya sebesar 8,5 hektar dengan lebih dari 5000 penduduk menetap di sini, mayoritas penghuni pulau adalah suku Bajo dari Sulawesi Selatan yang telah menghuni sejak 200 tahun lalu.

Suku Bajo memang terkenal sebagai suku yang hidup di daerah laut dan perairan. Desa di Pulau Bungin dijuluki sebagai pemukiman terpadat di dunia, karena hampir tidak ditemukan lahan kosong di pulau tersebut.

Baca Juga: Sudah Ada Sejak Tahun 2024, Pagar Laut Pantura Tangerang Masih Tanda Tanya, Begini Respon PJ Bupati

Desa di Pulau Bungin juga tidak memiliki garis pantai maupun lahan hijau, sejauh mata memandang karena padatnya rumah-rumah penduduk di sini, tampak saling berdempetan satu sama lain.

Jika para wisatawan mengunjungi perkampungan ini, maka akan disambut oleh nuansa perkampungan padat penduduk dengan rumah-rumah panggung yang saling berhimpitan antar rumah satu dengan lain.

Baca Juga: Tangani Isu Mendesak, Menteri Lingkungan Hidup Lantik 43 Pejabat Tinggi Pratama

Berada di sekitar Sumbawa, Pulau Bungin terkenal akan wisata kuliner seafood dengan rasa gurih asin yang tersedia di Resto apung dengan menyajikan banyak hidangan laut.

Seperti diketahui, suku Bajo sudah terkenal sebagai pelaut ulung, sehingga tidak heran jika diusia anak-anak mereka sudah mahir menjelajah lautan dan berburu ikan di laut.

Anak-anak di Desa Bungin, juga terbiasa membantu orang tuanya bekerja dengan menyelam untuk mencari ikan di laut, masyarakat Bajo di Pulau Bungin merupakan masyarakat laut yang berasal dari Sulawesi Selatan.

Baca Juga: Alami Kendala Dalam Biaya Pendidikan, Cak Imin Minta Orang Tua Siswa Segera Melapor ke Pemda

Pada awalnya, mereka tidak seperti sekarang ini, mereka hidup di laut sekitar pantai dengan sistem perumahan di atas air laut, karena semakin lama penduduk semakin bertambah kemudian mereka membuat daratan dengan cara menimbun laut dengan batu maupun batu karang yang sudah mati.

Hampir 80 persen warganya menjadi nelayan dan hampir setiap rumah memiliki perahu motor pribadi, yang digunakan untuk memancing ikan atau Lobster di laut.

Kehidupan di Pulau Bungin, tidak jauh berbeda dengan Kampung lainnya di Indonesia, sebab kita bisa menemukan beberapa pasar atau toko, hewan-hewan ternak seperti ayam, terlihat berlalu Lalang di sekitaran pemukiman warga.

Baca Juga: Kemenko Dukung Reog Ponorogo Terdaftar di UNESCO, Warisan Budaya Dunia Menuju Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru

Adapun hukum adat perkawinan bagi masyarakatnya, diatur jika pasangan muda-mudi yang akan menikah wajib membangun lokasi sendiri untuk mendirikan rumah yang akan ditinggali.

Untuk membuat rumah pasangan tersebut harus mengumpulkan batu karang yang akan ditumpuk pada sisi luar pulau yang telah ditentukan.

Biasanya, ukuran lokasi mencapai 6 kali 12 meter selama 4 sampai 7 tahun, setelah lokasi terbentuk pasangan itu baru boleh menikah dan mendirikan rumah, karena itulah luas Pulau Bungin terus bertambah dari tahun ke tahun.*******

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.