Viral, Robiin Mantan Anggota DPRD Kab. Indramayu Disekap 2 Tahun di Myanmar, Minta Tolong Ke Presiden Prabowo

AKURAT BANTEN- Jeritan yang memilukan dirasakan Robiin, seorang mantan anggota DPRD Kabupaten Indramayu yang disekap dan dijadikan scammer online di Myanmar. Selama dua tahun, ia menerima berbagai siksaan fisik dan psikis di Myanmar.
Dimana keluarga seorang pekerja, eks mantan anggota DPRD terjebak, dan diduga menjadi korban perdagangan manusia mendesak Presiden Prabowo Subianto dan pemerintah untuk segera membantu memulangkan Robiin yang saat ini terjebak di Myanmar.
Baca Juga: Kronologi Kebakaran Glodok Plaza, Api Diduga Menjalar Dari Diskotik
Robiin yang awalnya bekerja di perusahaan tekstil sejak September tahun 2023 dengan gaji yang dijanjikan sebesar 16 juta rupiah per bulan, kini dilaporkan dipaksa bekerja sebagai pelaku penipuan online di Myanmar.
Padahal pekerjaan yang dijanjikan kepadanya sangat berbeda. Keluarga robin telah melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian termasuk polda dan Polri serta KOMNASHAM. Berdasarkan informasi dari keluarga, Robiin dipaksa bekerja dalam kondisi yang sangat tidak manusiawi dengan jam kerja mencapai 18 hingga 20 jam per hari.
Baca Juga: Mendagri Tito Karnavian Percepat Kebijakan Penghapusan BPHTB
Robiin, Eks Anggota DPRD Kabupaten Indramayu
Pada tahun 2019 silam merupakan akhir bagi Robiin menyandang status sebagai anggota DPRD Indramayu. Kala itu, Robiin lolos ke parlemen dari Partai Nasdem nomor urut 4 di daerah pemilihan 6 pada periode 2014-2019.
Di tahun 2019, Robiin kembali berjuang mempertahankan kursi legislatif. Ia pun kembali nyaleg dari partai dan dapil yang sama. Namun, pada pemilihan legislatif periode 2019-2024, jumlah suara yang diperoleh Robiin tidak memenuhi syarat untuk lolos ke parlemen.
Baca Juga: Palestina Bebas! Diplomasi Intensif Bawa Damai ke Gaza, Sandera Segera Dibebaskan
Upaya Robiin pada pencalonan keduanya sangat maksimal. Bahkan, ia sudah mengeluarkan banyak modal untuk menggaet suara. Tetapi takdir berkata lain.
Di tengah kondisi tersebut, Robiin lantas tergiur dengan tawaran kerja dengan gaji menggiurkan yang didapatnya dari media sosial. Demi menafkahi keluarga, Robiin lantas membuat kontrak kerja dan berangkat ke Thailand. Petaka pun dimulai, ia malah disekap dan kerja paksakan di Myanmar.
Keluh Kesah Robiin Minta Tolong
Belakangan muncul rekaman video Robiin dan 3 WNI lainnya memohon dipulangkan kepada Presiden Prabowo. Video berdurasi 53 detik itu pun viral di berbagai platform media sosial. Bahkan kini sudah menyebar di sejumlah grup WhatsApp.
Dalam video itu, Robiin meminta tolong kepada Presiden Prabowo. "Kepada bapak Prabowo presiden baru kami, tolong kami pak di Myanmar pak. Kami disekap pak disiksa. Tolong pak tolong pak," rintih Robiin dan 3 WNI lainnya dalam video dikutip detikJabar, Rabu (15/1/2025).
Baca Juga: KLH Bakal Surati Pemkot Tangsel Terkait Penanganan Sampah Pasca Penyegelan TPS Ilegal di Pamulang
"Kami disekap disetrum tolong pak kami sudah tidak kuat di sini pak, ini sudah 2 tahun, tolong pak semua sudah tertekan," lanjut video tersebut.
Tak hanya presiden Prabowo, Robiin dan 3 WNI dari Kalimantan, Bekasi dan Semarang itu meminta semua orang hebat di Indonesia agar bisa memulangkannya dan kembali ke tanah air.
Baca Juga: Sistem Administrasi Pajak Coretax Habiskan Anggaran 1,3 Triliun Tapi Sering Bermasalah
Di konfirmasi terpisah, istri Robiin, Yuli Asmi membenarkan adanya video viral tersebut. Bahkan sosok laki-laki di sebelah kanan tak lain merupakan suaminya yang kini masih disekap di Myanmar.
Namun, Yuli Asmi mengaku khawatir sebab video yang beredar tersebut tidak diinginkan oleh Robiin dan temannya. Pasalnya, video tersebut bisa membahayakan nasib mereka ketika bos scammer mengetahui aksi tersebut. Karena seperti diketahui Robiin dipaksa menjadi online scammer.
Baca Juga: Canda Rina Nose Jadi Sorotan, Netizen: Mirip Fuji An
"Video di tiktok itu sebenarnya bukan kemauan mereka. Mungkin karena ada kebocoran tapi ini jadi jalan oleh Allah supaya bisa balikin mereka. Kalau aku dari sisi positifnya seperti itu," kata Yuli Asmi saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.
Memang video tersebut dibuat sejak beberapa bulan lalu. Namun, video yang dikirim ke keluarga hanya digunakan untuk kebutuhan dokumen selama perjuangan meminta bantuan ke pemerintah(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








