Rutan Kelas IIB Serang Manfaatkan Lahan Terbatas untuk Pertanian dan Budidaya Ikan

AKURAT BANTEN - Rutan Kelas IIB Serang membuktikan bahwa keterbatasan lahan bukanlah halangan untuk berkarya dan memberdayakan para warga binaan pemasyarakatan (WBP).
Dengan memanfaatkan pekarangan yang hanya seluas 20x10 meter persegi, Rutan Serang berhasil menanam berbagai jenis sayuran dan membudidayakan ikan lele serta nila.
Meskipun lahan terbatas, sejumlah tanaman seperti cabai, bayam, tomat, kangkung, dan sawi tumbuh dengan baik. Kangkung dan sawi bahkan ditanam dengan metode hidroponik yang menghasilkan tanaman hijau subur.
Selain itu, sebanyak ratusan ekor ikan lele dan nila ditempatkan dalam kolam terpal berukuran 2x3 meter yang dilengkapi dengan aerator untuk menghasilkan oksigen yang dibutuhkan ikan.
Baca Juga: DLH Tangsel Akui Pungut Biaya Angkut Residu dari TPS Ilegal Pamulang
Kepala Rutan Kelas IIB Serang, Marthen Butar Butar, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan nasional melalui penanaman sayuran dan beternak ikan, tetapi juga memberikan keterampilan praktis bagi para WBP.
"Melalui program pertanian ini, kami ingin memberikan bekal keterampilan nyata kepada warga binaan yang dapat mereka manfaatkan saat kembali ke masyarakat," ujar Marthen.
Meski memiliki lahan terbatas, Marthen menambahkan bahwa hasil pertanian dan budidaya ikan di Rutan Kelas IIB Serang cukup menggembirakan.
"Beberapa sayuran sudah kita panen seperti kangkung dan sawi, yang membantu suplai makanan untuk para WBP. Panen sayuran bisa mencapai 10 hingga 15 kilogram, sedangkan ikan lele dan nila bisa mencapai 15 hingga 20 kilogram sekali panen," jelasnya.
Baca Juga: Polres Tangsel Bentuk Tim Khusus untuk Buru Pelaku Penyiraman Air Keras ke Polisi di Ciputat
Marthen berharap, pemanfaatan lahan terbatas ini dapat memberikan inspirasi bagi lembaga pemasyarakatan lain untuk menerapkan program serupa.
Ke depan, Marthen berencana untuk meningkatkan hasil produksi dan menambah varietas sayuran yang ditanam guna mendukung kemandirian pangan di lingkungan lembaga pemasyarakatan.
"Kami berharap, hasil pertanian ini tidak hanya bermanfaat bagi WBP, tetapi juga dapat menjadi bukti bahwa lahan terbatas masih bisa menghasilkan produk pertanian yang bergizi dan bermanfaat," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 4Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 7MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 8Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”










