Lomba MQK Jadi Perhatian Besar di MTQ, Menggali Pemahaman Kitab Kuning, Warisan Intelektual Islam

AKURAT BANTEN, TANGERANG - Memasuki hari Ke lV Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) Ke 55 Tingkat Kabupaten Tangerang, sekaligus rangkaian salah satu cabang lomba yang menjadi perhatian besar adalah Musabaqah Qiraatul Kutub (MQK), yang menggali pemahaman terhadap kitab kuning sebagai warisan intelektual Islam. Bertempat di Masjid Jami Al-Hikmah pada Sabtu (18/1/2025).
Lomba MQK diikuti sekitar 174 peserta dari 29 kecamatan yang telah terseleksi di tingkat kelurahan dan desa.
H Nur Alam Jaelani Ketua Dewan Hakim cabang MQK memaparkan, bahwa perlombaan tersebut melibatkan tiga tingkat kategori: Ula (anak-anak), Wustho (remaja), dan Ulya (dewasa), dengan tiga kitab utama sebagai materi.
Baca Juga: Pemkab Lebak, Pastikan Bupati Terpilih Pakai Mobil Dinas Lama, Dianggap Kondisinya masih Prima
“Untuk tingkat dewasa menggunakan Tafsir Al-Munir atau Marah Labid karya Syekh Nawawi al-Bantani, untuk remaja kitab Nihayatuzain, dan untuk anak-anak kitab Kasyifatu ,” jelasnya.
Ungkap Nur Alam, MQK menguji peserta dalam tiga bidang utama yakni Shihah al-Kiroah yakni mengukur ketepatan membaca teks kitab kuning. Kedua, ketepatan terjemahan, yakni menilai kemampuan menterjemahkan teks ke dalam bahasa yang mudah dipahami. Ketiga, Fathum Maani yakni menguji kemampuan memahami dan menginterpretasikan makna dari teks kitab.
“Lomba tersebut bukan sekadar kompetisi, tetapi juga ajang pembelajaran dan pelestarian tradisi keilmuan Islam,” jelasnya.
Baca Juga: Membahayakan Keamanan Nasional, Amerika Menutup Layanan Tiktok Mulai 19 Januari
Pihaknya, mengapresiasi keikutsertaan seluruh kecamatan yang mengirimkan delegasi terbaiknya, menjadikan lomba ini semakin kompetitif dan inspiratif.
Harapan utamanya dari lomba ini adalah melahirkan generasi yang mencintai ilmu agama, dan berharap pada peserta, khususnya yang baru pertama kali mengenal kitab kuning, terus belajar dan menggali ilmu dari al-Kutub al-Mu'tabarah. Dengan begitu, kita bisa mencetak generasi yang lebih cinta Al-Quran dan ilmu keislaman di Kabupaten Tangerang,” pungkas H Nur. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










