Penetapan Awal Ramadhan 2025: Antara Hisab Muhammadiyah dan Rukyatul Hilal NU

AKURAT BANTEN-Bulan Ramadhan adalah bulan suci yang dinanti-nantikan oleh seluruh umat Islam di dunia. Sedangkan di Indonesia penetapan awal Ramadhan 2025, terjadi antara Hisab Muhammadiyah dan Rukyatul Hilal NU.
Di Indonesia, dua organisasi Islam terbesar, Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU), memiliki metode yang berbeda dalam menentukan awal Ramadhan.Perbedaan ini seringkali menjadi perbincangan hangat di masyarakat.
Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal untuk menentukan awal bulan Hijriah, termasuk Ramadhan. Metode ini berlandaskan pada perhitungan astronomi yang akurat.
Baca Juga: Dirjen Migas ESDM Achmad Muchtasyar Dicopot, Usai Kantor Ditjen Migas Digeledah Kejagung
Jika hilal (bulan sabit pertama) sudah terlihat atau diprediksi akan terlihat, maka Muhammadiyah akan menetapkan tanggal tersebut sebagai awal Ramadhan.
Sementara itu, NU menggunakan metode rukyatul hilal, yaitu pengamatan langsung hilal. Metode ini dilakukan oleh tim ahli yang diterjunkan ke berbagai lokasi. Jika hilal terlihat, maka NU akan menetapkan tanggal tersebut sebagai awal Ramadhan.
Jika tidak terlihat, maka bulan Sya'ban akan digenapkan menjadi 30 hari, dan awal Ramadhan akan dimulai pada hari berikutnya.
Baca Juga: Marak Pungli Dalam Pembuatan Sertifikat Halal, Babe Haikal: Kami akan Tindak Tegas Pelaku!
Perbedaan yang Berkah
Perbedaan metode ini sebenarnya tidak perlu dipermasalahkan. Keduanya memiliki dasar yang kuat dan niat yang sama, yaitu untuk menjalankan ibadah puasa dengan sebaik-baiknya. Perbedaan ini justru menjadi rahmat dan khazanah keilmuan Islam di Indonesia.
Meskipun berbeda dalam menentukan awal Ramadhan, kedua organisasi ini selalu mengedepankan toleransi dan saling menghormati. Masyarakat pun diharapkan bisa menyikapi perbedaan ini dengan bijak dan tidak menjadikannya sebagai sumber perpecahan.
Baca Juga: Diduga Adanya Pungli Dalam Pembuatan Sertifikat Halal, Pemilik Warteg Diminta Rp10 Juta
Tips Menyambut Ramadhan
* Niat yang Kuat: Sambut Ramadhan dengan niat yang tulus untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
* Persiapan Diri: Persiapkan diri secara fisik dan mental. Jaga kesehatan, atur pola makan, dan perbanyak istirahat.
* Perbanyak Ibadah: Manfaatkan bulan Ramadhan untuk memperbanyak ibadah, seperti shalat tarawih, membaca Al-Quran, dan bersedekah.
Baca Juga: Polisi Buru Buronan Maling Baterai BTS di Kawasan Bandara Soetta, Rugikan Rp700 jita
* Jaga Lisan dan Perbuatan: Hindari perbuatan yang tidak baik, seperti berbohong, menggunjing, dan marah-marah.
* Tingkatkan Silaturahmi: Pererat tali silaturahmi dengan keluarga, teman, dan tetangga.
Penetapan Awal Ramadhan 2025
Muhammadiyah telah menetapkan bahwa 1 Ramadan 1446 H jatuh pada hari Sabtu, 1 Maret 2025.
Penetapan ini berdasarkan pada metode hisab atau perhitungan astronomi yang digunakan oleh Muhammadiyah.
Baca Juga: Kolaborasi Epic! Saykoji dan Fuji Rilis Lagu 'Online' yang Viral
Sementara itu, Nahdlatul Ulama (NU) akan menentukan awal Ramadan melalui metode rukyatul hilal, yaitu pengamatan langsung hilal atau bulan sabit pertama, yang akan dilakukan pada akhir bulan Syaban atau sekitar tanggal 28 Februari 2025.
Hasil rukyatul hilal ini akan diumumkan dalam sidang isbat yang akan dihadiri oleh perwakilan dari berbagai pihak.
Meskipun demikian, terdapat prediksi bahwa awal Ramadan 2025 kemungkinan besar akan jatuh pada tanggal yang sama, yaitu 1 Maret 2025.
Baca Juga: Jangan Kaget! Deddy Corbuzier Kini Jadi Bagian Penting Pertahanan RI!
Hal ini didasarkan pada perhitungan kalender yang ada dan juga data bahwa Muhammadiyah telah menetapkan tanggal tersebut.
Perlu diingat bahwa penetapan resmi dari NU akan tetap menunggu hasil rukyatul hilal dan sidang isbat.
Oleh karena itu, sebaiknya kita menunggu pengumuman resmi dari NU mengenai awal Ramadan 1446 H (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









