Banten

Boikot Global Bikin Tesla Terpuruk, Harganya Anjlok hingga 76%

Moehamad Dheny Permana | 27 Maret 2025, 04:41 WIB
Boikot Global Bikin Tesla Terpuruk, Harganya Anjlok hingga 76%

Akurat Banten - Krisis besar melanda perusahaan mobil listrik ternama, Tesla.

Penurunan harga mobil Tesla mencapai angka yang sangat signifikan, bahkan turun hingga 76% di beberapa negara, di tengah kampanye boikot yang semakin meluas.

Aksi ini tidak hanya terbatas pada wilayah Amerika Serikat, tetapi juga merambah ke berbagai belahan dunia, memicu kekhawatiran terhadap masa depan Tesla.

Penyebab utama dari boikot ini adalah hubungan kontroversial CEO Tesla, Elon Musk, dengan Presiden AS Donald Trump. Musk, yang juga dikenal sebagai pendiri SpaceX dan pemilik Twitter (sekarang X), semakin sering menjadi sorotan setelah terlibat dalam sejumlah kebijakan yang dinilai kontroversial.

Baca Juga: Realita Harga Gabah, Masih Ada yang Tidak Menutupi HPP

Salah satunya adalah pengaruhnya dalam keputusan-keputusan pemerintah AS yang berujung pada pemecatan massal pegawai negeri serta pembatalan sejumlah program federal yang sebelumnya dianggap vital.

Bukan hanya kebijakan pemerintah yang menjadi pemicu, tetapi juga sikap Musk terhadap sejumlah gerakan sosial yang membuat sebagian kalangan merasa tidak puas.

Ini memicu aksi unjuk rasa yang semakin meluas, yang tak hanya mencakup demo di showroom Tesla, tetapi juga penyerangan terhadap mobil Tesla yang terlihat di jalanan, bahkan di luar AS.

Fenomena ini berdampak langsung pada penurunan penjualan Tesla.

Baca Juga: Batas Waktu Semakin Dekat! Wajib Pajak Diingatkan Segera Lapor Pajak Pribadi

Data terbaru dari platform Edmunds menunjukkan bahwa tukar tambah (trade-in) mobil Tesla meningkat drastis pada Maret 2025.

Model Tesla keluaran 2017 hingga yang lebih baru tercatat mencapai 1,4% dari total trade-in pada 15 Maret 2025, sebuah lonjakan besar dibandingkan dengan 0,4% pada Maret 2024.

Ini menunjukkan bahwa pemilik Tesla semakin banyak yang memilih untuk melepaskan mobil mereka dan beralih ke merek lain.

Baca Juga: Muzdalifah Ungkap Bisnis Baru, King Nassar Cari Calon 'Gandengan' Baru, Yang Penting Halal!

Sementara itu, harga mobil bekas Tesla mengalami penurunan tajam, dengan beberapa model harganya jatuh lebih dari separuh harga aslinya.

Beberapa pengamat industri otomotif bahkan menyebutkan bahwa ini bisa menjadi tanda bahwa perusahaan yang didirikan oleh Musk tengah menghadapi masalah yang lebih besar daripada yang terlihat di permukaan.

Bagi para konsumen, keputusan untuk menjual atau menukar mobil Tesla menjadi pilihan yang semakin populer.

Hal ini tidak hanya disebabkan oleh penurunan harga, tetapi juga oleh kekhawatiran terhadap citra merek Tesla yang semakin tercoreng akibat aksi boikot tersebut.

Baca Juga: Penantian Bertahun-tahun Terbayar Sudah, Keluarga Mat Solar Akhirnya Terima Uang Rp3,3 Miliar dari Sengketa Tanah

Para analis memperkirakan bahwa jika boikot ini terus meluas, Tesla bisa menghadapi ancaman serius dalam mempertahankan eksistensinya di pasar global.

Beberapa pengamat bahkan memprediksi bahwa jika tidak ada perubahan signifikan dalam kebijakan dan citra perusahaan, Tesla bisa kehilangan tempatnya sebagai pemimpin dalam industri kendaraan listrik.

Ke depan, Tesla harus menghadapi tantangan besar dalam meredakan ketegangan ini dan memulihkan kepercayaan publik jika ingin kembali ke jalur kesuksesan.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.