Donald Trump: Mitra Dagangnya China, Eropa dan Indonesia, berlaku Tidak Adil Terhadap AS

AKURAT BANTEN - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku jika beberapa negara mitra dagangnya seperti China, Eropa termasuk Indonesia telah menipu negaranya selama 50 tahun.
Sebagai mitra dagangnya, penerapan tarif tinggi terhadap negaranya merupakan tindakan yang tidak adil.
Akhirnya baru-baru ini, presiden Trump mengumumkan kebijakan tarif baru AS, agar memenuhi prinsip keadilan antar mitra dagangnya pada, Rabu (3/4/2025).
Baca Juga: Kapolda Banten Lakukan One Way Arah Anyer-Jakarta untuk Mengurai Kepadatan Arus Balik Wisatawan
Dalam hitungan AS, Indonesia memberlakukan tarif sebesar 64% kepada produk impor dari AS. Sebagai akibatnya, Indonesia bakal dikenai tarif resiprokal sebesar 32%.
Tarif sebesar 64% sudah menghitung manipulasi mata uang ataupun hambatan perdagangan.
Manipulasi mata uang biasanya merujuk pada upaya sengaja dari sebuah negara untuk mendevaluasi atau membuat mata uangnya lebih lemah agar harga ekspor mereka lebih murah.
Sementara hambatan dagang lebih banyak prakteknya mulai dari membuat tarif impor lebih tinggi hingga kewajiban Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
TKDN ini bahkan secara khusus dikritik AS dalam factsheet yang dikeluarkan oleh Gedung Putih, Rabu lalu.
"Indonesia menerapkan persyaratan kandungan lokal di berbagai sektor, rezim perizinan impor yang kompleks, dan mulai tahun ini akan mewajibkan perusahaan sumber daya alam untuk menempatkan seluruh pendapatan ekspor mereka di dalam negeri untuk transaksi senilai US$250.000 atau lebih," tulis Gedung Putih. (*******)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










