Banten

Sistem IT Amburadul, Berakibat Fitur Transfer Antarbank dan QRIS Sementara Ditiadakan, Pengamat: Ada Kesengajaan?

AA LaNyalla Mahmud Mattalitti | 9 April 2025, 18:39 WIB
Sistem IT Amburadul, Berakibat Fitur Transfer Antarbank dan QRIS Sementara Ditiadakan, Pengamat: Ada Kesengajaan?

AKURAT BANTEN - Bank DKI selaku Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jakarta, masih mengalami kendala dengan sistim operasionalnya hingga saat ini, seperti peniadaan sementara fitur transfer antarbank dan QRIS.

Terkait masalah ini, pengamat kebijakan publik Trubus Rahadiansyah mengatakan, persoalan ini tidak boleh dianggap remeh atau disimpulkan semata-mata karena adanya serangan siber, atau mungkin ada unsur kesengajaan.

Ia juga menegaskan, harus ada penelusuran lebih lanjut karena perbankan memiliki tanggung jawab pada nasabah yang tidak sedikit jumlahnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Kamis 10 April 2025 Provinsi Banten, Waspada Hujan hingga Angin Kencang

"Jadi harus secepatnya mengantisipasi, artinya melakukan semacam investigasi gitu apakah di situ ada unsur kesengajaan (Atau benar ada) seperti serangan siber," ungkapnya Rabu, 9 April 2025, dikutip Akurat Banten.

Trubus juga memuji langkah yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang telah menjamin dana nasabah tetap aman.

Trubus berharap, sebelum ada penjelasan resmi soal itu, semua pihak tak boleh berspekulasi terlalu jauh, karena hanya aparat hukum yang bisa mengungkapkan persoalan ini.

Baca Juga: Lawatan Prabowo Menuju 5 Negara Timur Tengah: Diantaranya Minta Dukungan Evakuasi 1.000 Warga Gaza ke Indonesia

"Karena ini kan sistem IT. Jadi kalau ada kesengajaan, nah nanti tinggal ini ada entry point aparatur penegak hukum untuk menginvestigasi. Karena kalau ini kan kalau memang itu ada unsur kesengajaan sudah termasuk perbuatan melawan hukum," pungkas dia.

Selanjutnya Ia menambahkan, kepada semua pihak jangan memanfaatkan momen ini, untuk menjatuhkan beberapa pihak, dan segera prioritaskan terkait ganggauan layanan publik supaya tidak menimbulkan keresahan nasabah.

"Jangan sampai saling menyalahkan dan fokus kepada percepatan pemulihan sistem" sebut Trubus menambahkan.

Baca Juga: Viral Kabar Gaji PNS Naik 16 Persen, Akankah Segera Terealisasi? Ini Kata BKN

Sebagai informasi, sejumlah layanan Bank DKI saat ini, yang sudah kembali beroperasi secara normal, seperti:
1. Layanan ATM Bank DKI untuk pembayaran
2. Layanan ATM Bank DKI untuk pembelian
3. Layanan transfer sesama/antar rekening Bank DKI
4. Layanan tarik tunai menggunakan kartu ATM Bank DKI atau kartu ATM bank lain di mesin ATM Bank DKI.

Selanjutnya, layanan-layanan JakOne Mobile Bank DKI, CMS (Cash management system) Bank DKI, layanan JakOne Pay Jakarta Tourist Pass, dan EDC Bank DKI.

Untuk sementara, layanan yang belum bisa digunakan, yakni:
1. Layanan transfer ke bank lain dengan menggunakan ATM Bank DKI
2. Layanan JakOne Mobile Bank DKI
3. Layanan Cash Management System(CMS) Bank DK
4. Layanan top-up e-wallet (Gopay, OVO, DANA, & iSaku).

Baca Juga: Pertemuan Presiden Prabowo dan Megawati, Benarkah Hanya Silaturahmi Lebaran atau Ada Agenda Lain?

Sebelumnya, Pramono Anung telah mengambil langkah tegas saat rapat bersama direksi Bank DKI dengan membebas tugaskan Direktur IT, hal ini diketahui melalui tulisannya di Instagram milik pribadinya Selasa, 8 April 2025.

"Saya akan putuskan pembebastugasan direktur IT-nya segera dilakukan dan harus dilakukan sekarang," tegas Pramono dikutip dari akun Instagram @pramonoanungw, .

Selain itu, Pramono melakukan tindakan hukum dengan melaporkan masalah ini ke Bareskrim Polri untuk segera melakukan penyelidikan.Pramono menegaskan bahwa semua tindakan yang merugikan masyarakat harus menerima konsekuensinya.

Baca Juga: Kabar Gembira! Dana PIP 2025 Cair Mulai Besok, Simak Cara Mudah Pencairannya!

"Laporkan ke Bareskrim, proses hukum. karena ini sudah keterlaluan. Enggak mungkin enggak melibatkan orang dalam," tegas Pramono.

Pramono juga mengatakan, tidak mengijinkan Jajaran Pemprov DKI maupun BUMD DKI yang merasa kebal hukum ikut campur atau melakukan upaya mempengaruhi dan menghalangi dalam proses pengungkapan kasusnya, karena ada indikasi melibatkan orang dalam.

"Siapa pun yang ikut campur, saya akan ambil tindakan. Kenapa ini dilakukan? Untuk membangun trust kepada publik, bahwa publik ini tidak ada yang terganggu," jelasnya.

Baca Juga: 5 Contoh Soal TKD FHCI BUMN dan Kunci Jawabannya, Siap Lolos Rekrutmen Bersama BUMN

Diketahui, sejak 29 Maret lalu, sistem pengamanan internal bank DKI secara otomatis mendeteksi adanya gangguan dan langsung mengaktifkan fitur pemeliharaan sistem keamanan.

Akibat dari masalah ini, berdampak langsung kepada nasabah yang mengeluhkan, seperti tak bisa melakukan transfer antarbank dan transaksi pembayaran menggunakan QRIS lewat aplikasi JakOne Mobile.

"Aktifasi fitur pengamanan terjadi secara otomatis. Itu merupakan langkah preventif yang dilakukan oleh sistem kami yang bekerja untuk itu," tutur Direktur Utama Bank DKI Agus H. Widodo dalam konferensi pers.

Baca Juga: Erick Thohir Puji dan Apresiasi Coach Nova hingga Pemain Garuda Muda Usai Timnas Indonesia U17 Lolos Pildun

"Langkah ini merupakan bagian dari mekanisme kontrol internal kami dalam menjaga integritas sistem perbankan secara menyeluruh," pungkasnya..

Agus menyebut, untuk sementara nasabah Bank DKI sudah bisa bertansaksi lewat 750 unit ATM yang beroperasi dan tersebar di berbagai titik di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Termasuk di kantor kelurahan dan kecamatan, pusat perbelanjaan, stasiun, terminal, dan lokasi-lokasi publik lainnya.

"Adapun pemulihan layanan lainnya, akan segera menyusul sesuai dengan kesiapan sistem dan pengujian keamanan sistem yang saat ini sedang terus berlangsung," tambah Agus. (*******)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.