Kolaborasi Kecamatan hingga Warga: Kunci Baru Jakarta Barat Tekan Stunting di 2025

Akurat Banten - Pemerintah Kota Jakarta Barat menegaskan pentingnya peran kecamatan dan kelurahan dalam menanggulangi masalah stunting yang masih menjadi tantangan serius.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Jakarta Barat, Abdurrahman Anwar, menyampaikan bahwa strategi penurunan stunting pada 2025 akan mengusung pendekatan yang lebih fokus dan menyeluruh.
“Mulai tahun 2025, kita tidak lagi menggunakan istilah delapan aksi konvergensi seperti sebelumnya,” ujar Anwar.
Baca Juga: Bikin Tajir di 2025? Ini Perbandingan Obligasi vs Deposito yang Wajib Diketahui Investor!
Menurutnya, aksi konvergensi kini disederhanakan menjadi empat langkah utama, yaitu analisis situasi, penguatan perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi melalui sistem monitoring yang lebih terintegrasi.
Anwar menekankan bahwa peran aktif kecamatan dan kelurahan menjadi tulang punggung utama dalam menyukseskan kebijakan ini.
Camat dan lurah diharapkan mampu mengawal serta mengoordinasikan penyusunan dan validasi data stunting, agar sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Data yang akurat menjadi kunci intervensi yang tepat sasaran.
Baca Juga: Kontroversi Wamil untuk Anak Nakal: Solusi atau Jalan Pintas Pendidikan?
Selain itu, pendekatan baru juga mendorong keterlibatan pihak swasta dan masyarakat luas.
“Percepatan penurunan stunting kini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi butuh sinergi semua pihak,” jelas Anwar.
Ia juga menyoroti pentingnya fokus pada kelompok sasaran serta indikator layanan yang jelas dan terukur.
Upaya ini selaras dengan target nasional yang telah ditetapkan dalam Undang-undang Nomor 59 Tahun 2024 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2025–2045.
Baca Juga: Investasi Properti atau Emas? Simak Hasil Mengejutkan dari Perbandingan Terbaru Ini!
Target penurunan prevalensi stunting ditetapkan sebesar 18,8 persen pada 2025, 14,2 persen pada 2029, dan mencapai 5 persen pada 2045.
Mengingat strategi nasional dalam Perpres 72 Tahun 2021 telah berakhir di 2024, maka kebijakan baru yang lebih adaptif menjadi sangat penting.
“Mekanisme dan regulasi aksi konvergensi tahun depan akan mengalami penyempurnaan, dan perlu dipahami bersama agar implementasinya maksimal,” tutup Anwar.
Baca Juga: Aksi Nekat Bocah Curi Mobil di Bandung, Polisi dan Korban Pilih Jalur Kemanusiaan
Dengan semangat kolaborasi, Jakarta Barat optimis mampu menurunkan angka stunting secara signifikan.
Komitmen bersama dari pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta menjadi kunci utama menuju generasi sehat dan berkualitas.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 4Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 5Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 6Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 7MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 8Viral! Pemilik Toko di NTT Gratiskan Susu Dan Popok Bayi untuk Korban Gempa: 'Kami Tidak Cari Untung'
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”










