Banten

Kisah Tangis Menuju Madinah, Calon Haji Asal Sidoarjo Wafat dalam Penerbangan

Moehamad Dheny Permana | 9 Mei 2025, 20:35 WIB
Kisah Tangis Menuju Madinah, Calon Haji Asal Sidoarjo Wafat dalam Penerbangan

Akurat Banten - Suasana haru menyelimuti keberangkatan jamaah haji dari Embarkasi Surabaya setelah salah satu calon haji asal Sidoarjo, Jawa Timur, dinyatakan wafat dalam penerbangan menuju Madinah pada Kamis, 8 Mei 2025 pagi waktu setempat.

Calon haji tersebut bernama Nur Fadilah (46), yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 20.

Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, Sugiyo, menjelaskan bahwa almarhumah sebenarnya sudah dinyatakan sehat sebelum keberangkatan.

Baca Juga: Gisella Anastasia Diduga Berpacaran Dengan Aktor Muda Cinta Brian, Tampil Kompak di Pernikahan Luna dan Maxime

Meski memiliki riwayat penyakit diabetes dan hipertensi, tidak ditemukan kondisi kritis saat pemeriksaan kesehatan akhir sebelum terbang.

Namun, dalam perjalanan menuju Madinah menggunakan pesawat Saudi Airlines SV5323, kondisi almarhumah mendadak memburuk.

“Sekitar pukul 05:30 waktu setempat, beliau izin ke toilet. Setelah 30 menit tidak kembali, suaminya menyusul dan menemukan almarhumah dalam kondisi tidak sadarkan diri,” jelas Sugiyo.

Pihak medis yang bertugas dalam penerbangan melakukan tindakan penanganan darurat, namun nyawa Nur Fadilah tak tertolong.

Berdasarkan laporan medis yang diterima PPIH, ia mengalami henti jantung (cardiac arrest).

Setibanya di Madinah, jenazah almarhumah langsung dishalatkan di Masjid Nabawi, tempat yang sangat dimuliakan umat Islam.

Baca Juga: Mudah dan Cepat, Ini Cara Download Video TikTok Tanpa Watermark dengan Kualitas Full HD, Gratis!

Selanjutnya, beliau dimakamkan di Pemakaman Baqi, pemakaman bersejarah yang juga menjadi tempat peristirahatan para sahabat Nabi.

Sugiyo juga memastikan bahwa seluruh hak almarhumah sebagai jamaah haji tetap diberikan.

“Jamaah yang wafat setelah memasuki embarkasi berhak atas asuransi sebesar biaya perjalanan ibadah haji (BPIH) tahun 2025,” ungkapnya.

Tak hanya itu, pihak maskapai penerbangan turut memberikan kompensasi khusus kepada keluarga almarhumah.

Kabar duka ini menambah jumlah peristiwa yang menandai musim haji tahun ini. Hingga kini, enam calon haji dari Embarkasi Surabaya ditunda keberangkatannya karena masalah kesehatan.

Dari Kloter 20, satu di antaranya adalah Asmaun Hudah (70) asal Sidoarjo, yang mengalami demam dan sesak napas.

Baca Juga: 10 SMA Terbaik di Bekasi 2025: Rekomendasi Sekolah Unggulan Berdasarkan Data UTBK, Cek Apakah ada Sekolah Incaranmu?

Ia saat ini dirawat di RSUD Haji Surabaya, bersama mahram yang mendampingi.

Selain itu, dua calon haji dari kloter sebelumnya, yakni Muhari Karimun (64) dari Kloter 6 asal Kediri, dan Ummu Sofiyah (51) dari Kloter 14 asal Gresik, juga mengalami gangguan kesehatan serupa.

PPIH terus melakukan pemantauan ketat terhadap kondisi kesehatan para jamaah, terutama mereka yang lanjut usia atau memiliki penyakit bawaan.

Pihaknya menegaskan bahwa keselamatan dan kesiapan fisik jamaah menjadi prioritas utama sebelum diberangkatkan ke tanah suci.

Baca Juga: STOP PRESS! Gelombang PHK Massal di Google, 200 Karyawan Jadi Korban Transformasi Digital

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa ibadah haji adalah perjalanan fisik dan spiritual yang penuh tantangan, dan setiap langkahnya memerlukan kesiapan lahir batin.

Kepergian Nur Fadilah di langit menuju kota suci pun menjadi kisah haru yang akan dikenang banyak orang.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.