Banten

Gempa Lombok Tengah Magnitudo 5,2 Guncang NTB dan Bali: Warga Rasakan Goyangan hingga Lantai Empat Rumah Sakit

Moehamad Dheny Permana | 18 Mei 2025, 14:00 WIB
Gempa Lombok Tengah Magnitudo 5,2 Guncang NTB dan Bali: Warga Rasakan Goyangan hingga Lantai Empat Rumah Sakit

Akurat Banten -  Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,2 mengguncang wilayah Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Minggu (17/5), dan terasa hingga ke sejumlah wilayah di Provinsi Bali.

Meskipun tidak menimbulkan potensi tsunami, getaran gempa ini sempat membuat warga Bali dan NTB waspada, terutama mereka yang berada di gedung bertingkat.

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 12.53 WITA dengan pusat gempa berada pada kedalaman 10 kilometer.

Episentrum gempa tercatat pada titik koordinat 10.54 Lintang Selatan dan 116.16 Bujur Timur, atau sekitar 204 kilometer barat daya Kabupaten Lombok Tengah.

Baca Juga: Teror Premanisme Berkedok Ormas di Depok: Jatanras Polda Metro Jaya Tangkap Komplotan Pemeras Pedagang

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, dalam keterangan tertulisnya menjelaskan bahwa gempa ini merupakan gempa bumi dangkal yang disebabkan oleh aktivitas subduksi lempeng.

 “Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser naik (oblique thrust),” tambahnya.

Getaran gempa tidak hanya dirasakan di NTB, tetapi juga menjalar hingga ke sejumlah wilayah di Bali seperti Denpasar, Gianyar, Badung, dan Karangasem.

Di beberapa lokasi, warga mengaku merasakan guncangan cukup jelas, terutama di bangunan bertingkat.

Baca Juga: Dikira Boneka, Ternyata Mayat! Warga Geger Temuan Jasad Pria di Kali Gading Kirana

Salah seorang warga Gianyar, Agung Indra, yang tengah mendampingi anggota keluarganya di lantai empat sebuah rumah sakit di Sukawati, mengatakan bahwa dirinya sempat merasa meja dan peralatan rumah sakit bergoyang.

"Tapi tidak ada kepanikan. Hanya kaget karena terasa cukup jelas," ujarnya.

Menurut BMKG, intensitas gempa di Denpasar terukur pada skala II-III MMI (Modified Mercalli Intensity), di mana getaran terasa nyata dalam rumah dan terasa seperti ada truk besar yang melintas.

Baca Juga: Operasi Malam di Kalibata City: Kantor Imigrasi Jakarta Selatan Amankan 6 WNA Pelanggar Izin Tinggal

Di Badung dan Karangasem, skala intensitas mencapai II MMI, yang artinya getaran hanya dirasakan oleh beberapa orang, dan benda-benda ringan yang digantung tampak bergoyang.

Sementara itu di NTB sendiri, wilayah Mataram dan Lombok Barat merasakan gempa pada skala III MMI, sedangkan Lombok Timur tercatat merasakan getaran dengan intensitas II MMI.

BMKG menegaskan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Baca Juga: Operasi Malam di Kalibata City: Kantor Imigrasi Jakarta Selatan Amankan 6 WNA Pelanggar Izin Tinggal

Meski begitu, masyarakat tetap diimbau untuk selalu waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.

"Tetap tenang dan tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum pasti kebenarannya. Pastikan mendapatkan informasi resmi hanya dari BMKG," tulis keterangan lembaga tersebut.

Hingga saat ini, belum ada laporan kerusakan atau korban jiwa akibat gempa tersebut.

Namun BMKG dan pemerintah daerah terus melakukan pemantauan dan koordinasi untuk mengantisipasi dampak lebih lanjut jika terjadi gempa susulan.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.