Terbaru! Begini Pengakuan Saksi Sebelum Longsor di Tambang Gunung Kuda yang Tewaskan 6 Orang di Cirebon

AKURAT BANTEN - Tragedi longsor yang menimpa kawasan tambang batu alam di Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Jumat (30/5), rupanya bukan kejadian mendadak.
Menurut kesaksian salah satu pekerja tambang, Uci Sanusi, insiden tersebut merupakan akibat dari sisa material longsoran sebelumnya yang tak kunjung ditangani dan terus dikeruk tanpa henti.
Baca Juga: KPK Selidiki Dugaan Gratifikasi di Kementerian PU, Minta Uang Buat Biaya Nikah Anak
"Itu sebelumnya memang sudah sempat longsor, tapi karena pengerukan tetap dilakukan, akhirnya sisa-sisa longsoran yang masih menggantung jatuh dan menimpa para pekerja," ujar Uci, saat ditemui di lokasi kejadian.
Baca Juga: Longsor di Tambang Batu Alam Gunung Kuda Cirebon, 4 Pekerja Tewas dan Evakuasi Masih Berlanjut
Uci menuturkan, selama bertahun-tahun bekerja di lokasi tambang Gunung Kuda, para pekerja sudah cukup familiar dengan tanda-tanda alam ketika akan terjadi longsor.
Biasanya, jika longsoran berasal dari bagian atas tebing, masih ada waktu bagi para pekerja untuk melarikan diri. Batu-batu kecil yang berjatuhan menjadi alarm alami bagi para penambang untuk segera menyelamatkan diri.
“Kalau dari atas, biasanya ada tanda-tandanya. Batu kecil mulai jatuh, nah itu pertanda, jadi biasanya kita bisa kabur duluan,” katanya.
Namun dalam insiden kali ini, longsoran justru datang dari tumpukan material yang belum sepenuhnya runtuh. Karena lokasinya berada di bawah dan pengerukan terus berlangsung, banyak pekerja tidak menyadari bahaya yang mengintai. Kondisi ini yang diduga menjadi penyebab kenapa jumlah korban cukup banyak dan sulit menyelamatkan diri.
Baca Juga: Gletser Runtuh, Desa Blatten di Swiss Lenyap Ditelan Lumpur dan Es
Sampai Jumat malam, tercatat sudah enam korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sementara itu, belasan pekerja lainnya masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan. Di lokasi kejadian, sejumlah alat berat seperti ekskavator dan truk pengangkut material juga tertimbun longsoran.
Baca Juga: AWAS KETIPU! Pemerintah Tegaskan Arab Saudi Tak Keluarkan Visa Haji Furoda Tahun Ini
Kondisi medan yang curam serta cuaca yang kurang bersahabat menyulitkan proses evakuasi. Para relawan dan petugas gabungan dikerahkan dengan penuh kehati-hatian, mengingat potensi longsor susulan masih bisa terjadi kapan saja.
Peristiwa ini menjadi pengingat keras akan pentingnya keselamatan kerja di sektor pertambangan. Pemerintah daerah serta instansi terkait diharapkan segera mengevaluasi ulang izin dan pengawasan tambang-tambang serupa, agar tragedi seperti ini tidak terus berulang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 3Sengketa Honor LKM Ciomas: Penagihan Kredit Tembus Rp856 Juta, Upah Tim Likuidasi Malah Menggantung
- 4Adik Eks Kepala BNPB Diduga Gunakan Dana Bencana untuk Beli Saham, KPK Bongkar Kasusnya
- 5UMKM Wajib Tahu! Cara Daftar Sertifikat Halal Online, Ada 1,35 Juta Kuota Gratis pada 2026
- 6Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!
- 7Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 8Haaland Langgar Aturan Aneh Maresca di Liga Champions, Tapi Justru Jadi Pahlawan Man City di Tengah Kekalahan
- 9Yarmolyuk Menanduk Jacquet di Kotak Penalti, Kok Liverpool Malah Tak Dapat Penalti? Ini Aturannya!
- 10Chelsea Ketar-ketir Tanpa Reece James, 3 Gelandang Ini Masuk Radar Xabi Alonso untuk Januari 2027









