Banten

Terbongkar! Kisah Nyata di Balik 31 Makam Keramat Palsu dan Aksi Sesat Suhada di Serang

Saeful Anwar | 4 Juni 2025, 13:43 WIB
Terbongkar! Kisah Nyata di Balik 31 Makam Keramat Palsu dan Aksi Sesat Suhada di Serang

AKURAT BANTEN — Sebuah kisah mencengangkan terkuak di Desa Seuat, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang. Warga setempat dibuat geram hingga akhirnya membongkar paksa 31 makam keramat palsu yang selama ini meresahkan.

Di balik praktik penipuan ini, ada sosok misterius bernama Suhada, pria asal Karawang, Jawa Barat, yang diduga kuat menjadi dalang utama.

Kisah ini berawal dari keresahan masyarakat atas fenomena aneh di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kampung Kamadean.

Baca Juga: Menguak Rahasia Kilau Tersembunyi: 6 Batu Akik Paling Dicari dan Termahal di Tahun 2025

Di atas tanah wakaf yang seharusnya menjadi tempat peristirahatan terakhir, tiba-tiba muncul puluhan makam baru yang tidak diketahui asal-usulnya.

Dari Satu Menjadi Puluhan: Modus Suhada Membangun Kekayaan Semu

Kapolres Serang, AKBP Condro Sasongko, menjelaskan bahwa pada tahun 2018, di areal tersebut hanya ada satu makam yang memang dikeramatkan oleh warga setempat.

Baca Juga: Jangan Asal Minum! Ini Waktu yang Tidak Tepat untuk Menikmati Kopi dan Teh Anda

Namun, seiring berjalannya waktu, secara misterius muncul 31 makam baru di sekitarnya. "Informasinya, makam-makam palsu itu dibangun oleh Suhada untuk mendapatkan keuntungan dari masyarakat yang mencari pesugihan," terang AKBP Condro.

Suhada, yang memiliki kerabat di Desa Seuat, diduga memanfaatkan kepercayaan masyarakat untuk meraup keuntungan pribadi.

Makam-makam palsu ini dibangun secara asal-asalan, menggunakan bata hebel, dengan batu nisan yang bertuliskan nama-nama tokoh wali tersohor seperti Syeh Antaboga, Pajajaran, Nyi Mas Ratu Gandasari, Prabu Tajimalela, Ratu Sunda Galuh, hingga Nyai Sangketa.

Baca Juga: Bukan Sekadar Anak Konglomerat: Mengintip Kekayaan & Hobi Langka Liana Saputri, Putri Haji Isam yang Punya BMW Satu-satunya di RI!

Tidak hanya itu, Suhada juga diketahui membuat terowongan atau goa di area tersebut, yang kuat dugaan dijadikan sebagai tempat ritual pesugihan. Praktik inilah yang membuat warga semakin curiga dan geram.

Ajaran Sesat dan Aksi Heroik Warga

Keresahan masyarakat terhadap Suhada tidak hanya seputar makam palsu dan praktik pesugihan. Warga juga menuding Suhada telah menyebarkan ajaran sesat.

"Warga juga menganggap Suhada menyebarkan ajaran sesat untuk tidak melaksanakan Salat Jumat dan puasa Ramadan," tambah Kapolres.

Baca Juga: Didoakan Meninggal Dunia, Kiky Saputri Laporkan Haters ke Polisi!

Puncak dari kegeraman warga terjadi pada Senin (2/6), setelah Muspika (Musyawarah Pimpinan Kecamatan), Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Petir, tokoh agama, dan masyarakat melakukan musyawarah di Kantor Camat Petir.

Hasilnya, pembongkaran makam-makam palsu ini adalah keputusan bulat sebagai bentuk penolakan atas keberadaan makam yang dianggap menyesatkan.

Baca Juga: Sinyal Bahaya dari Presiden? Prabowo Panggil Menkes, Ini Jawaban Tegas soal Ancaman COVID-19!

Aksi pembongkaran berlangsung kondusif. Kini, lokasi pemakaman telah dipasang police line untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Pihak kepolisian pun tengah memburu keberadaan Suhada, sang dalang di balik semua kekacauan ini (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman