Terungkap! Dendam Makanan dan Uang Jajan Berujung Maut di Jurang Ciamis: Cucu Tega Habisi Nenek Kandung

AKURAT BANTEN - Kasus hilangnya seorang nenek di Ciamis, Jawa Barat, yang sempat menggegerkan warga, akhirnya menemukan titik terang yang mengejutkan dan memilukan. Polisi berhasil membongkar tabir misteri ini dengan menangkap pelaku utama, cucu kandung korban sendiri.
Muhammad Salman Alfarizi, nama sang cucu, dibekuk tim Satreskrim Polres Ciamis saat sedang melintas di kawasan Kadungora, Garut, dengan motor tanpa helm dan pelat nomor. Penangkapan ini sontak membuka luka baru bagi keluarga dan masyarakat yang tak menyangka tragedi semengerikan ini bisa terjadi di tengah mereka.
Baca Juga: Tragis! Mobil Terbakar dan Meledak di Tangsel, Lansia 79 Tahun Tewas Terjebak di Dalam
Salman, tanpa perlawanan, mengakui perbuatannya. Ia nekat kabur setelah menghabisi nyawa neneknya, Cucu Cahyati, dan membuang jasad renta itu ke jurang sedalam 10 meter di Dusun Citengah, Desa Sukamulya, Cihaurbeuti, Ciamis.
Jenazah Nenek Cucu ditemukan pada Selasa pagi oleh warga yang curiga lantaran mencium bau tak sedap yang menyengat dari dasar jurang. Penemuan ini segera memicu kecurigaan pihak keluarga, terutama karena korban terakhir kali terlihat bersama cucunya, Salman.
Baca Juga: Wanita Asal Tangerang Datangi IKN, Laporkan Suami Selingkuh 9 Kali ke Basuki Hadimuljono
Kapolres Ciamis, AKBP Akmal, dalam konferensi persnya mengungkapkan motif di balik aksi keji ini adalah sakit hati. Salman mengaku kesal dan jengkel karena permintaannya untuk makan dan uang jajan tak pernah dipenuhi oleh sang nenek, padahal ia kerap menumpang hidup di rumah korban.
"Tersangka sering datang ke rumah neneknya. Dia beberapa kali minta makan dan uang jajan, tapi tidak dikasih. Karena kesal dan jengkel, akhirnya dia merencanakan pembunuhan," terang AKBP Akmal, menjelaskan detail motif yang begitu sepele namun berujung fatal ini.
Baca Juga: Emosi karena Ucapan Kasbon, Pemuda Habisi Nyawa Majikan dengan Kardus Air Mineral
Ironisnya, Salman diketahui sudah putus sekolah dan tidak memiliki pekerjaan tetap. Kehidupannya pun diselimuti keprihatinan mendalam lantaran telah lama ditinggalkan kedua orang tuanya.
Tekanan hidup yang berat dan perasaan tidak dianggap disebut-sebut memperparah kondisi psikologisnya, hingga akhirnya mendorongnya untuk melakukan tindakan di luar nalar tersebut.
Gambaran masa lalu yang kelam dan kesepian yang mendalam mungkin telah menggerogoti jiwanya, hingga ia tak lagi mampu membedakan mana yang benar dan salah.
Baca Juga: Bongkar Jaringan Heroin! Polda Metro Jaya Sita 1,1 Kg Narkoba Bernilai Rp4,1 Miliar
Penyelidikan polisi mengungkap bahwa sebelum penemuan jenazah, korban sempat dilaporkan hilang oleh pihak keluarga. Pencarian besar-besaran pun dilakukan, namun hasilnya nihil hingga akhirnya jasad Nenek Cucu ditemukan dalam kondisi mengenaskan.
Pemandangan tragis ini tentu saja menambah beban duka bagi keluarga yang masih tak percaya bahwa sosok yang seharusnya menjadi pelindung, justru menjadi eksekutor nyawa orang tua mereka sendiri.
Baca Juga: Membedakan Daging Kurban Sapi dan Kambing: Tips Praktis agar Tak Salah Pilih Saat Idul Adha!
Kini, Salman harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Ia telah diamankan di Polres Ciamis dan dijerat dengan pasal pembunuhan berencana, sebuah ancaman hukuman berat menantinya. Polisi sendiri masih terus mendalami kemungkinan motif lain serta berencana memeriksa latar belakang psikologis pelaku secara menyeluruh.
Peristiwa nahas ini tak hanya menyisakan luka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat Ciamis, tetapi juga menjadi cerminan betapa rapuhnya kondisi mental seseorang di tengah tekanan hidup, serta mengingatkan kita akan pentingnya perhatian terhadap sesama, terutama mereka yang rentan dan membutuhkan dukungan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








