Banten

Kebakaran Hebat di Kapuk Muara: Gubernur Pramono Anung Gerak Cepat Bantu Korban dan Percepat Pemulihan Dokumen

Andi Syafrani | 9 Juni 2025, 14:30 WIB
Kebakaran Hebat di Kapuk Muara: Gubernur Pramono Anung Gerak Cepat Bantu Korban dan Percepat Pemulihan Dokumen

AKURAT BANTEN - Kebakaran hebat yang melanda Kampung Rawa Indah, Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, pada Jumat, 6 Juni 2025, meninggalkan luka mendalam bagi ribuan warga.

Sebanyak 3.200 jiwa terpaksa mengungsi setelah api melahap permukiman padat penduduk, menghancurkan rumah dan harta benda. Dua hari pasca-tragedi, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, turun langsung ke lokasi pada Minggu, 8 Juni 2025, untuk menemui korban dan memastikan bantuan segera mengalir.

Dalam kunjungannya, ia menyoroti urgensi percepatan pengurusan dokumen penting yang hilang akibat kebakaran, seperti KTP, ijazah, dan akta kelahiran.

Baca Juga: Kisruh Wukuf di Arafah: Ribuan Jemaah Haji Indonesia Terlantar Tanpa Tenda, Ini Biang Keroknya

“Dokumen-dokumen yang terbakar, seperti KTP, ijazah, atau lainnya, harus segera dibuatkan kembali,” tegas Pramono di hadapan wartawan usai bertemu warga terdampak.  

Ia menekankan pentingnya menangani masalah ini secepat mungkin, mengingat data korban masih mudah dilacak dalam waktu dekat.

“Mumpung kejadiannya baru terjadi, datanya masih ada. Ini kesempatan untuk membantu warga agar hidup mereka bisa segera pulih,” tambahnya dengan nada optimistis.

Langkah ini diharapkan dapat meringankan beban korban yang kehilangan identitas resmi, yang sering kali menghambat akses mereka ke bantuan sosial atau layanan publik.

Baca Juga: Ketua DPD Hanura Jateng Jadi Tersangka Kasus Bisnis Karaoke Striptis, Partai Pasang Badan

Selain dokumen, Pramono juga memerintahkan semua dinas di lingkungan Pemprov DKI untuk all out membantu warga. Dari Dinas Kesehatan, Sosial, hingga Satpol PP, semua diminta turun tangan memberikan bantuan maksimal.

“Saya ingin semua instansi bergerak cepat. Dinas Kesehatan urus warga yang sakit, Dinas Sosial bantu kebutuhan dasar, Dukcapil percepat dokumen, dan lainnya juga harus sigap,” ujarnya.

Instruksi ini menunjukkan komitmen Pemprov DKI untuk tidak hanya memberikan bantuan darurat, tetapi juga memastikan pemulihan jangka panjang bagi korban.

Baca Juga: Dokter PAP Tersandung Kasus Pemerkosaan Pasien: Fantasi Menyimpang Terkuak, Polisi Siap Limpahkan ke Kejaksaan

Kebakaran di Rawa Indah sendiri terjadi sekitar pukul 12.18 WIB dan baru berhasil dipadamkan setelah sembilan jam, sekitar pukul 21.00 WIB. Sebanyak 150 petugas pemadam kebakaran dengan 29 unit mobil damkar dikerahkan untuk memadamkan api yang menyebar cepat di permukiman padat.

Penyebab kebakaran masih diselidiki, tetapi sumber awal menyebutkan kemungkinan adanya korsleting listrik, yang sering menjadi pemicu di kawasan dengan instalasi listrik tidak memadai. Kerugian materi belum dihitung secara pasti, tetapi ratusan rumah ludes, meninggalkan warga tanpa tempat tinggal dan harta benda.

Baca Juga: Heboh! Nama Muhammad Musofa Terukir Misterius di Paru-Paru Sapi Kurban Pondok Aren

Tragedi ini juga memunculkan sorotan terhadap kondisi permukiman padat di Jakarta, yang rentan terhadap bencana kebakaran. Banyak warga mengeluhkan kurangnya akses jalan untuk mobil damkar, yang mempersulit proses pemadaman.

Selain itu, keberadaan bangunan semipermanen dan tumpukan barang mudah terbakar mempercepat penyebaran api. Pramono berjanji akan mengevaluasi tata ruang di kawasan tersebut untuk mencegah kejadian serupa di masa depan, termasuk memperbaiki infrastruktur dan meningkatkan kesadaran warga soal pencegahan kebakaran.

Baca Juga: Heboh! Video Anjing Dikuliti Hidup-hidup Bikin Murka Warganet, Polisi Ungkap Bukan di Sragen dan Bukan Kejadian Baru

Bantuan untuk korban terus mengalir, baik dari pemerintah maupun masyarakat. Posko pengungsian telah didirikan, menyediakan kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, dan layanan kesehatan.

Namun, tantangan ke depan adalah memastikan warga dapat kembali menjalani hidup normal. Pemprov DKI berencana memberikan bantuan perumahan sementara dan mendampingi korban dalam proses administrasi.

Sementara itu, warga berharap bantuan tidak hanya berhenti pada kebutuhan darurat, tetapi juga mencakup solusi jangka panjang, seperti pembangunan kembali kampung mereka dengan kondisi yang lebih aman dan layak.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Varin VC
Editor
Varin VC