Banten

Israel Bombardir Iran hingga 9 Ilmuwan Nuklir Tewas, Siapa Saja?

Andi Syafrani | 14 Juni 2025, 20:23 WIB
Israel Bombardir Iran hingga 9 Ilmuwan Nuklir Tewas, Siapa Saja?

AKURAT BANTEN - Ketegangan antara Israel dan Iran kembali memanas setelah Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengklaim telah menewaskan sembilan ilmuwan nuklir Iran dalam serangan udara terencana pada Jumat dini hari, 13 Juni 2025.

Serangan ini merupakan bagian dari operasi awal yang disebut “Rising Lion,” sebuah upaya besar Israel untuk menggagalkan ambisi nuklir Iran yang dinilai mengancam stabilitas kawasan.

Baca Juga: Perlintasan Kereta Api Tanpa Palang Memakan Korban, Bocah Tewas Tertabrak KA Sembrani di Demak

IDF menyebutkan bahwa para ilmuwan tersebut bukanlah sosok biasa, melainkan otak-otak utama di balik program pengembangan senjata nuklir Iran. Beberapa di antara mereka bahkan disebut sebagai penerus langsung dari Mohsen Fakhrizadeh, tokoh penting yang dijuluki “bapak nuklir Iran” yang juga tewas dalam serangan pada 2020.

Israel menegaskan bahwa ke-9 ilmuwan ini memiliki pengalaman puluhan tahun dalam proyek senjata nuklir dan merupakan target strategis yang telah diawasi selama bertahun-tahun.

Baca Juga: Dewa United Siap Tempur di Piala Presiden 2025, Pemanasan Serius Jelang Tampil di Asia

Nama-nama yang dirilis oleh militer Israel antara lain: Fereydoon Abbasi (ahli teknik nuklir), Mohammad Mehdi Tehranchi (pakar fisika), Akbar Motalebi Zadeh (ahli teknik kimia), Saeed Barji (pakar teknik material), Amir Hassan Fakhahi (pakar fisika), Abd al-Hamid Minoushehr (spesialis fisika reaktor), Mansour Asgari (pakar fisika), Ahmad Reza Zolfaghari Daryani (ahli teknik nuklir), dan Ali Bakhouei Katirimi (pakar mekanika).

Serangan terhadap mereka disebut sebagai pukulan strategis bagi Iran dalam menjaga kesinambungan riset dan pengembangan senjata nuklir.

Baca Juga: Tragis! Mobil Alphard Dinas Wabup Mamuju Tabrak Lansia hingga Tewas, Pelat Palsu Jadi Sorotan

Menurut IDF, operasi ini bukanlah tindakan spontan. Rencana penyerangan telah dikembangkan secara rahasia selama setahun terakhir, melibatkan puluhan analis intelijen yang secara khusus ditugaskan memantau pergerakan dan aktivitas ilmuwan-ilmuwan ini.

Semua dilakukan secara tertutup dan terkotak-kotak untuk menghindari kebocoran, hingga akhirnya dieksekusi dalam satu serangan udara terkoordinasi di wilayah Teheran.

Baca Juga: Serangan Israel Picu Ketegangan, Negosiasi Nuklir Iran Terancam Batal

Serangan tersebut juga menyebabkan kematian sejumlah pejabat militer Iran lainnya, termasuk enam komandan senior. IDF mengklaim operasi ini memiliki dua tujuan utama: melemahkan infrastruktur militer Iran serta meretakkan fondasi program senjata nuklir negara tersebut yang sudah berlangsung bertahun-tahun secara diam-diam.

Baca Juga: Komisi V DPRD Banten Kritik Dindikbud: Sosialisasi Juknis SPMB Terlambat, Buka Celah Jual Beli Kursi

Namun di sisi lain, media pemerintah Iran memberikan versi yang berbeda. Kantor berita Tasnim hanya melaporkan tiga ilmuwan yang tewas, yakni Ali Bakaei Karimi, Mansour Asgari, dan Saeid Borji. Iran belum memberikan rincian lebih lanjut soal jumlah korban atau respons resmi dari pemerintah atas aksi militer Israel tersebut.

Baca Juga: 5 Cara Dapat Uang Cepat di Aplikasi, Saldo DANA Gratis Bukan Satu-satunya!

Hingga kini, belum ada konfirmasi dari lembaga internasional seperti Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengenai dampak serangan tersebut terhadap kemampuan nuklir Iran secara keseluruhan.

Namun berbagai pengamat menilai, jika klaim Israel terbukti akurat, maka kemampuan Iran untuk memproduksi senjata nuklir akan mengalami hambatan besar dalam jangka pendek.

Baca Juga: Selamat dari Maut di Kursi 11A, Begini Kisah Penumpang yang Bertahan Setelah Pesawat Air India Jatuh di Gujarat

Situasi ini diperkirakan akan semakin memperkeruh hubungan diplomatik di kawasan, terutama antara Iran dan negara-negara pendukung Israel.

Seruan internasional untuk menahan diri pun mulai bermunculan, karena ketegangan ini dikhawatirkan bisa memicu konflik terbuka yang lebih luas di Timur Tengah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Varin VC
Editor
Varin VC