Israel Bombardir Iran hingga 9 Ilmuwan Nuklir Tewas, Siapa Saja?

AKURAT BANTEN - Ketegangan antara Israel dan Iran kembali memanas setelah Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengklaim telah menewaskan sembilan ilmuwan nuklir Iran dalam serangan udara terencana pada Jumat dini hari, 13 Juni 2025.
Serangan ini merupakan bagian dari operasi awal yang disebut “Rising Lion,” sebuah upaya besar Israel untuk menggagalkan ambisi nuklir Iran yang dinilai mengancam stabilitas kawasan.
Baca Juga: Perlintasan Kereta Api Tanpa Palang Memakan Korban, Bocah Tewas Tertabrak KA Sembrani di Demak
IDF menyebutkan bahwa para ilmuwan tersebut bukanlah sosok biasa, melainkan otak-otak utama di balik program pengembangan senjata nuklir Iran. Beberapa di antara mereka bahkan disebut sebagai penerus langsung dari Mohsen Fakhrizadeh, tokoh penting yang dijuluki “bapak nuklir Iran” yang juga tewas dalam serangan pada 2020.
Israel menegaskan bahwa ke-9 ilmuwan ini memiliki pengalaman puluhan tahun dalam proyek senjata nuklir dan merupakan target strategis yang telah diawasi selama bertahun-tahun.
Baca Juga: Dewa United Siap Tempur di Piala Presiden 2025, Pemanasan Serius Jelang Tampil di Asia
Nama-nama yang dirilis oleh militer Israel antara lain: Fereydoon Abbasi (ahli teknik nuklir), Mohammad Mehdi Tehranchi (pakar fisika), Akbar Motalebi Zadeh (ahli teknik kimia), Saeed Barji (pakar teknik material), Amir Hassan Fakhahi (pakar fisika), Abd al-Hamid Minoushehr (spesialis fisika reaktor), Mansour Asgari (pakar fisika), Ahmad Reza Zolfaghari Daryani (ahli teknik nuklir), dan Ali Bakhouei Katirimi (pakar mekanika).
Serangan terhadap mereka disebut sebagai pukulan strategis bagi Iran dalam menjaga kesinambungan riset dan pengembangan senjata nuklir.
Baca Juga: Tragis! Mobil Alphard Dinas Wabup Mamuju Tabrak Lansia hingga Tewas, Pelat Palsu Jadi Sorotan
Menurut IDF, operasi ini bukanlah tindakan spontan. Rencana penyerangan telah dikembangkan secara rahasia selama setahun terakhir, melibatkan puluhan analis intelijen yang secara khusus ditugaskan memantau pergerakan dan aktivitas ilmuwan-ilmuwan ini.
Semua dilakukan secara tertutup dan terkotak-kotak untuk menghindari kebocoran, hingga akhirnya dieksekusi dalam satu serangan udara terkoordinasi di wilayah Teheran.
Baca Juga: Serangan Israel Picu Ketegangan, Negosiasi Nuklir Iran Terancam Batal
Serangan tersebut juga menyebabkan kematian sejumlah pejabat militer Iran lainnya, termasuk enam komandan senior. IDF mengklaim operasi ini memiliki dua tujuan utama: melemahkan infrastruktur militer Iran serta meretakkan fondasi program senjata nuklir negara tersebut yang sudah berlangsung bertahun-tahun secara diam-diam.
Baca Juga: Komisi V DPRD Banten Kritik Dindikbud: Sosialisasi Juknis SPMB Terlambat, Buka Celah Jual Beli Kursi
Namun di sisi lain, media pemerintah Iran memberikan versi yang berbeda. Kantor berita Tasnim hanya melaporkan tiga ilmuwan yang tewas, yakni Ali Bakaei Karimi, Mansour Asgari, dan Saeid Borji. Iran belum memberikan rincian lebih lanjut soal jumlah korban atau respons resmi dari pemerintah atas aksi militer Israel tersebut.
Baca Juga: 5 Cara Dapat Uang Cepat di Aplikasi, Saldo DANA Gratis Bukan Satu-satunya!
Hingga kini, belum ada konfirmasi dari lembaga internasional seperti Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengenai dampak serangan tersebut terhadap kemampuan nuklir Iran secara keseluruhan.
Namun berbagai pengamat menilai, jika klaim Israel terbukti akurat, maka kemampuan Iran untuk memproduksi senjata nuklir akan mengalami hambatan besar dalam jangka pendek.
Situasi ini diperkirakan akan semakin memperkeruh hubungan diplomatik di kawasan, terutama antara Iran dan negara-negara pendukung Israel.
Seruan internasional untuk menahan diri pun mulai bermunculan, karena ketegangan ini dikhawatirkan bisa memicu konflik terbuka yang lebih luas di Timur Tengah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 3Sengketa Honor LKM Ciomas: Penagihan Kredit Tembus Rp856 Juta, Upah Tim Likuidasi Malah Menggantung
- 4Adik Eks Kepala BNPB Diduga Gunakan Dana Bencana untuk Beli Saham, KPK Bongkar Kasusnya
- 5UMKM Wajib Tahu! Cara Daftar Sertifikat Halal Online, Ada 1,35 Juta Kuota Gratis pada 2026
- 6Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!
- 7Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 8Haaland Langgar Aturan Aneh Maresca di Liga Champions, Tapi Justru Jadi Pahlawan Man City di Tengah Kekalahan
- 9Yarmolyuk Menanduk Jacquet di Kotak Penalti, Kok Liverpool Malah Tak Dapat Penalti? Ini Aturannya!
- 10Chelsea Ketar-ketir Tanpa Reece James, 3 Gelandang Ini Masuk Radar Xabi Alonso untuk Januari 2027









