Iran Bantah Kesepakatan Gencatan Senjata dengan Israel, Tuntut Zionis Hentikan Serangan Duluan

AKURAT BANTEN - Konflik panas antara Iran dan Israel masih penuh tanda tanya setelah Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, membantah adanya kesepakatan gencatan senjata.
Dalam pernyataannya di platform X, Araghchi menegaskan bahwa Iran siap menghentikan serangan, tapi dengan syarat Israel harus lebih dulu menyetop aksi militernya.
Pernyataan ini bikin bingung, karena bertolak belakang dengan kabar sebelumnya yang bilang Iran udah setuju damai atas bujukan AS dan Qatar.
Baca Juga: Trump Klaim Sukses Bujuk Iran-Israel Damai Lewat Diplomasi Qatar
“Iran nggak pernah memulai perang ini. Israel yang menyerang kami duluan,” tegas Araghchi, seperti dikutip dari CNN.
“Sampai sekarang, belum ada deal soal gencatan senjata atau penghentian operasi militer,” lanjutnya.
Dia juga bilang, kalau Israel berhenti menyerang sebelum pukul 04.00 waktu Iran, Teheran bakal nggak balas dendam ke Zionis. Tapi, soal kapan Iran bakal resmi hentikan operasi militer, Araghchi bilang keputusan itu masih bakal dipikirin lagi.
Baca Juga: Geger! Penemuan Jasad Wanita di Sawah Tuban, Polisi Bantah Isu Kepala Putus
Pernyataan Araghchi ini nyaris bikin kaget, karena sebelumnya ada laporan dari sumber di pemerintah Iran yang bilang Teheran udah oke sama usulan gencatan senjata dari Presiden AS, Donald Trump. Bahkan, Trump dikabarkan sampai nelepon Perdana Menteri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, buat bantu lobi Iran supaya mau damai.
Sumber yang dikutip Reuters bilang Qatar berhasil bikin Iran luluh, tapi pernyataan Araghchi seolah ngebantah semua itu. Jadi, beneran udah deal atau belum, nih?
Konflik ini sendiri udah bikin dunia deg-degan. Semuanya dimulai dari serangan Israel ke wilayah Iran pada 13 Juni 2025, yang katanya buat ngecek dugaan program nuklir rahasia Teheran. Iran balas dendam lewat Operasi “True Promise III”, ngebom wilayah strategis di Israel.
Ketegangan makin runyam ketika Iran nyerang pangkalan udara AS di Qatar, sebagai respons atas serangan AS ke fasilitas nuklir mereka. Trump, yang baru aja ngumumin gencatan senjata lewat Truth Social, seolah yakin diplomasinya bakal bikin Timur Tengah adem, tapi kini Araghchi bikin situasi makin abu-abu.
Baca Juga: Drama 12 Hari Iran-Israel Berakhir? Trump Umumkan Gencatan Senjata Total di Media Sosial
Banyak yang nebak-nebak, apa bener Qatar dan AS udah bikin kemajuan, atau ini cuma miskomunikasi? Analis politik Timur Tengah, Dr. Leila Hamed dari Universitas Amman, bilang ke Al Jazeera,
“Iran mungkin sengaja mainkan kartu diplomasi buat kasih tekanan ke Israel, sambil nunjukin ke dunia mereka nggak gampang ditundukin.”
Dia juga bilang, peran Qatar sebagai mediator emang kuat, tapi tanpa konfirmasi resmi dari kedua pihak, gencatan senjata ini masih kayak harapan kosong. Sementara itu, Israel sendiri belum buka suara soal pernyataan Araghchi, bikin spekulasi makin liar.
Baca Juga: Iran Kembali Luncurkan Rudal ke Israel, Ketegangan Timur Tengah Memuncak
Meski situasi masih nggak jelas, warga di kawasan konflik cuma bisa berharap ketegangan ini cepet reda. Sejarah panjang permusuhan Iran-Israel bikin damai sejati terasa jauh, tapi langkah kecil kayak gencatan senjata bisa jadi awal yang bagus—kalau beneran kejadian.
Trump, yang udah terlanjur bilang “Tuhan berkati Timur Tengah” di postingannya, mungkin harus kerja ekstra buat bikin kata-katanya jadi kenyataan.
Sekarang, dunia cuma bisa nunggu: apa Israel bakal berhenti duluan, atau konflik ini bakal lanjut lagi?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










